Penjelasan Lengkap Tenis Meja

2017-01-06

Penjelasan Lengkap Tenis Meja

Permainan Tenis Meja. Tenis meja adalah suatu jenis permainan yang menggunakan peralatan khas tertentu yang membedakan dengan peralatan lainnya. Permainan tenis meja termasuk dalam kategori olahraga permainan dengan menggunakan bola kecil. Menurut Kusmaedi, Nurlan (1993 : 1) tenis meja adalah “suatu permainan yang menggunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net), menggunakan bola kecil terbuat dari celluloid, dan permainannya menggunakan pemukul atau yang disebut bet.”

Permainan tenis meja mula-mula dikenal dengan nama Ping-Pong, yaitu berasal dari tiruan suara yang ditimbulkan oleh sentuhan bola dengan meja maupun dengan raket yang lembut. Pada waktu itu biasanya dilakukan hanya sebagai kegemaran yang tidak menentu.

Kenyataan-kenyataan tersebut dijumpai pada jangka waktu yang lama, sehingga menandakan bahwa hal tersebut merupakan gamabaran atau ilustrasi mengenai kebiasaan yang dilakukan dalam permainan ini di lingkungan keluarga atau di lingkungan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari.
permainan tenis meja
Pada permulaan abad ke dua puluh, permainan ping-pong sedikit demi sedikit mendapatkan beberapa bentuk permainan, meskipun masih serba kompleks. Orang-orang yang belum memahami benar permainan ini masih menganggap bahwa permainan ping-pong hanya sekedar sebagai hiburan, rekreasi atau hanya sebagai pengisi waktu luang. Jadi, pada waktu itu permainan ping-pong belum dianggap sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Pada tahun 1903, dikeluarkan suatu ketentuan mengenai pakaian yang digunakan untuk pria maupun wanita. Selain itu, diberikan juga beberapa petunjuk teknis mengenai lapisan karet berbintik-bintik pada raket atau bet, mengenai cara pegangan pena (penholder) pada raket serta teknik-teknik permainan.

Setelah itulah, maka mulai terbentuk persatuan-persatuan nasional, standarisasi dari pada peraturan-peraturan mulai disusun, baik di Eropa, Asia atau Timur jauh. Tenis meja mulai berkembang menjadi cabang olahraga yang banyak digemari di seluruh dunia, jutaan pemain aktif mengikuti kompetisi yang teratur di seluruh dunia.


Hingga saat ini tenis meja tidak hanya dilakukan sekedar untuk menjaga kesegaran jasmani, pengisi waktu senggang, dan rekreasi, tetapi lebih dari itu permainan tenis meja sudah diarahkan pada permainan olahraga prestasi. Olahraga tenis meja atau ping-pong ini berkembang pesat sekali di Indonesia. Sekitar tahun 1950 hingga tahun 1958 berdirilah organisasi tenis meja Indonesia yang bernama Persatuan Ping-Pong Seluruh Indonesia atau disingkat PPPSI dan kegiatannya baru mencakup wilayah pulau Jawa saja. Nama PPPSI pada tahun 1958 berubah menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia atau PTMSI melalui kongresnya di Surakarta, dan pada tahun 1960 PTMSI menjadi anggota TTFA.

Berdasarkan riwayat singkat permainan tenis meja mulai dari tingkat internasional hingga di Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan permainan tenis meja cukup pesat sekali. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa permainan tenis meja tidaklah sulit untuk dimainkan oleh setiap orang, sehingga hampir semua orang menggemarinya, baik di pedesaan maupun perkotaan.

Sumarno (1999 : 404) mengemukakan bahwa, “Sebagai suatu cabang olahraga, tenis meja merupakan olahraga yang menggunakan alat. Alat-alat yang dibutuhkan dalam permainan tenis meja meliputi : meja, jaring (net), tiang net, bola, dan raket/bet. Alat-alat tersebut mempunyai ukuran dan aturan tersendiri”.

Selanjutnya Sumarno (1999 : 405) mengemukakan sebagai berikut :
Meja yang digunakan dalam permainan tenis meja ada dua jenis, yaitu : meja untuk permainan tunggal dan meja untuk permainan ganda. Meja untuk permainan tunggal berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm (9 feet), lebar 152,5 cm (5 feet) harus datar rata-rata air, sejajar dengan lantai, dan tingginya 76 cm (2 feet 6 inchi).

Sedangkan Kusmaedi, Nurlan (1993 : 31) mengemukakan mengenai syarat-syarat untuk permainan tenis meja perorangan sebagai berikut :
  1. Permukaan meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran 274 cm, lebar 152,5 cm, tinggi 76 cm dan harus datar rata-rata air serta sejajar dengan lantai.
  2. Permukaan permainan harus meliputi tepi atas daripada meja, tidak termasuk sisi meja yang ada di bawah tepi atas.
  3. Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun juga dan dapat memantulkan secara merata sebuah bola yang dijatuhkan dari atas permukaan meja setinggi 30 cm kembali ke atas setinggi 25 cm.
  4. Permukaan permainan harus berwarna gelap merata dan pudar ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja. Garis tepi meja yang panjangnya 274 cm dinamakan garis tepi (side lines) dan garis sisi yang panjangnya 152,5 cm dinamakan garis ujung (end lines).
  5. Permukaan permainan dibagi atas 2 lapangan oleh sebuah jaring yang digantungkan secara vertikal sejajar dengan kedua garis ujung, tidak terputus-putus sepanjang lapangan permainan.
Ketentuan-ketentuan meja untuk permainan tunggal berlaku juga untuk permainan ganda (double game). Sebagaimana dikemukakan Sumarno (1999 : 32) sebagai berikut :

Pada dasarnya ketentuan meja untuk permainan tenis meja tunggal sama dengan permainan ganda (doble game). kecuali pada hal-hal berikut : permukaan meja dibagi dua memanjang oleh suatu garis putih yang tebalnya 3 mm (1/8 inchi) melintang sejajar dengan kedua garis tepi. Garis ini dinamakan garis tengah (centre line). Garis-garis tengah untuk permainan ganda ini dibuat secara permanen sepanjang meja. Ini merupakan suatu kebijaksanaan untuk memudahkan saja, karena tidak ada pengaruh teknis atas permainan tunggal dan tetap sah.

Untuk lebih jelasnya mengenai bentuk lapangan tenis meja dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Lapang tenis meja
Keterangan gambar :
Bagian permukaan meja untuk service terletak antara jaring, garis tepi kanan, dan garis tengah disebut service right half court. Bagian permukaan meja pembuka bola yang terletak antara jaring, garis tepi kiri, garis ujung dan garis tengah disebut service left half court. Bagian permukaan meja yang letaknya di seberang pembuka bola, yaitu antara garis tepi kiri, garis ujung, garis tengah dan jaring disebut reciever’s right half cour dan bagian lainnya antara jaring, garis ujung dan garis tepi kanan dinamakan reciever’s left half court.

Selain meja, alat lain yang dibutuhkan dalam permainan tenis meja adalah jaring atau net. Kusmaedi, Nurlan (1993 : 32) mengemukakan sebagai berikut : Jaring merupakan seperangkat yang terdiri atas jaring, tali penggantung dan kedua tiang jaring. Jaring tersebut digantungkan dengan seutas tali yang ujung-ujungnya dikaitkan pada tiang-tiang jaring yang kaki-kakinya setinggi 12,25 cm dan menonjol ke luar meja sejauh 15,25 cm. Tinggi jaring sepanjang penggantungan harus setinggi 15,25 cm di atas permukaan permainan/meja. Bagian bawah jaring harus rapat menyentuh permukaan meja  permainan sepanjang jaring ujung-ujung jaring harus rapat dengan tiang-tiang jaring.

Sedangkan Sumarno (1999 : 405) menjelaskan sebagai berikut : Bidang permainan harus dibagi menjadi dua bagian yang sama ukurannya oleh sebuah jaring yang dipasang sejajar dengan garis ujung, jaraknya 137 cm dari tiap-tiap ujung. Jaring termasuk tali penggantungnya panjangnya 183 cm, tinggi jaring dan penggantungnya di atas permukaan meja adalah 15,25 cm, bagian bawah jaring tersebut harus rapat menyentuh bidang permainan sepanjang jaring itu. Jaring digantungkan pada seutas tali yang ujung-ujungnya dikaitkan pada tiang-tiang jaring yang kaki-kakinya dipasang di atas garis tengah menonjol keluar dengan jarak 15,25 cm, sedangkan tinggi kedua tiang itu pun 15,25 cm.

Ketentuan lain sebuah jaring tenis meja dianjutkan agar terbuat dari bahan lemas semacam tirai halus, berwarna hijau tua dan mata jaringnya (lubang-lubangnya) tidak boleh lebih kecil dari 7,5 mm, dan tidak boleh lebih besar dari    12,5 cm. Bagian atas jaring harus berwarna putih, tergantung pada tali penggantungnya dan lebarnya tidak melebihi 15 mm.

Tiap ujung jaring harus rapat melekat dari puncak tiang jaring tersebut sampai ke dasarnya. Jaring berikut apa yang ditambahkan pada jaring itu untuk sampai pada kedua jaring harus bergantung pada seutas tali yang dikaitkan secara horizontal, dalam keadaan longgar, tidak terlalu tegang sehingga tidak menghilangkan sifat gantungnya itu.

Alat lainnya yang dibutuhkan dalam permainan tenis meja adalah bola. enurut Sumarno (1999 : 406) mengemukakan bahwa, “Bola harus berbentuk bulat dan terbuat dari bacelluloid atau plastik yang berwarna putih dan pudar. Diameter bola tersebut tidak boleh kurang dari 37,2 mm dan tidak boleh lebih dari 38,2 mm, sedangkan beratnya tidak boleh kurang adri 2,40 gram dan tidak boleh lebih dari  2,52 gram.”

Raket atau bet juga menjadi alat utama dalam permainan tenis meja, selain meja dan jaring. Bet tenis terdiri dari dua bagian, yaitu pemukul kayunya sendiri dan karet. Agar pemain tenis meja dapat berprestasi maksimal, maka jenis pemukul kayu ini harus dipilih sesuai dengan tipe bermain pemakainya, hal ini juga berlaku dalam memilih karet bet.

Adapun jenis-jenis karet bet tenis meja dapat dibedakan ke dalam empat macam (Kusmaedi, Nurlan, 1993 : 22), yaitu :
  1. Hard Pimpled Rubber, yaitu karet berbintik kelur tanpa spon.
  2. Invert (Pips in) Sponge Rubber, yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik-bintiknya menghadap ke dalam.
  3. Sandwich (Pips out) Sponge Rubber, yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik-bintiknya menghadap ke luar.
  4. Anti Topspin Sponge Rubber, yaitu permukaan karet yang dilapisi spon yang berfungsi untuk menetralisir bola-bola topspin yang tajam.
Perlengkapan lain yang dapat menunjang dalam permainan tenis meja diantaranya, ruang permainan, pagar, latar belakang, lampu penerangan, scoring bord/papan penilaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat-alat yang dipergunakan dalam permainan tenis meja mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan peralatan olahraga lainnya.

Itulah penjelasan lengkap permainan tenis meja mulai dari sejarah sampai ke peralatan pertandingan. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait