Pentingnya Kebugaran Jasmani Terhadap Produktivitas Kerja

2017-01-20

Pentingnya Kebugaran Jasmani Terhadap Produktivitas Kerja

Pentingnya kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya. Kebugaran jasmani dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni: 1) kebugaran statis dalam arti kata keadaan seseorang yang bebas dari penyakit, 2) kebugaran dinamis dalam arti kemampuan untuk bekerja efisien yang tidak memerlukan keterampilan, mmisalnya berjalan, mengangkat, dll, dan 3) kebugaran motoris dalam arti kemampuan untuk melakukan kerja dengan keterampilan tinggi dan efisien.

Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa orang sehat belum tentu bugar, sedangkan orang bugar semestinya sehat. Status kebugaran dapat dinilai dari konponen kebugaran yang dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
  1. Komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan, meliputi: dayatahan jantung-paru, kekuatan dan daya tahan otot, kelentukan, komposisi tubuh, dan
  2. Komponen kebugaran yang berhubungan dengan keterampilan, meliputi: kecepatan, koordinasi, power, kelincahan, dan perasaan gerak. Karyawan perusahaan dituntut untuk minimal memiliki komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan.
Di perusahaan dengan pola kerja industrial, manusia akan memegang peran paling menentukan dalam seluruh sistem produksi. Disana manusia diharapkan dapat bekerja dengan memanfaatkan keterampilan dan pengetahuannya, dengan motivasi kerja yang tinggi dan dipandu oleh wawasannya yang mantap dan luas. Untuk menjaga agar pola kerja yang demikian dapat berjalan lancar, maka para pelakunya perlu memiliki kondisi fisik yang bugar dan kondisi psikologik yang stabil serta mantap.

Program kebugaran jasmani berperan besar dalam menjaga kondisi tersebut. Kehidupan bisnis modern menuntut stamina yang prima dari para pelakunya, karena mereka harus bekerja dengan ritme kerja yang cepat, jadwal ketat dan tidak teratur, perubahan rencana yang tidak terduga, dan jam kerja yang panjang.
Pentingnya Kebugaran Jasmani Terhadap Produktivitas Kerja
Situasi dan kondisi kerja semacam ini menimbulkan stres kerja yang mengakibatkan berbagai penyakit psikosomatis seperti tukak lambung, penyakit kardiovaskuler, dll. Penyakit tersebut membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan biaya yang tidak sedikit. Selain itu penderita juga terpaksa tidak masuk kerja, sehingga kerugian ganda akan diderita oleh karyawan maupun perusahaan yaitu pemasukan berkurang dan pengeluaran bertambah.

Program kebugaran jasmani selain akan meningkatkan status kebugaran, juga akan menambah semangat kerja, mencegah berbagai penyakit, menghilangkan ketegangan, menambah rasa percaya diri, membentuk jiwa sportif, mengajarkan sikap sabar, gembira dan melatih konsentrasi.

Sudah sejak lama industri di Jepang menyadari hal tersebut. Untuk memelihara kesehatan karyawan, diadakan acara berhenti kerja untuk senam (exercise break) dengan diiringi musik dan dilakukan pada jam kerja. Negara bagian Texas mengeluarkan Undang-undang tentang „State Employ Health Fitness and Education’ pada tahun 1983. undang-undang ini dibuat dengan tujuan:
  1. mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan yang selalu meningkat, 
  2. mengurangi jumlah karyawan yang absen dari pekerjaan, 
  3. mengurangi ketidak mampuan (cedera) dan biaya kompensasinya, 
  4. meningkatkan semangat kerja karyawan dan produktivitas (Haydon, 1986).

MITOS YANG SERING TERJADI

Beberapa mitos yang sering dan masih ada di jajaran perusahaan:

1. Program kebugaran jasmani (olahraga) membutuhkan energi, bekerja membutuhkan energi, bagaimana mungkin program kebugaran jasmani akan mendudukung kerja?.

Justru disinilah rahasianya olahraga. Tubuh manusia mempunyai kemampuan tinggi untuk menyesuaikan diri (adaptasi) dengan beban yang ditimpakan kepadanya. Begitu selesai berolahraga, daya tahan tubuh memang turun, namun setelah pemulihan daya tahan tubuh akan naik lebih tinggi dari semula, sehingga dengan olahraga teratur, daya tahan tubuh akan naik secara bertahap (seperti tangga).

Pada waktu bekerja otot tertentu digunakan lebih dominan daripada otot yang lain. Bila hal ini berlangsung terus menerus akan timbul ketidak seimbangan kekuatan dan kelentukan otot. Olahraga menjamin kembalinya keseimbangan tersebut.

2. Olahraga membutuhkan biaya, fasilitas, peralatan, dan juga memakan waktu. Bagaimana olahraga bisa menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas kerja?.

Olahraga bervariasi dari murah sampai mahal, mudah sampai sulit. Bisa dipilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi dan situasi. Ibarat kita kehilangan Rp50.000,- untuk mendapatkan Rp250.000,- demikianlah dengan biaya yang keluar untuk keperluan olahraga.

University of Toronto memonitor kondisi kesehatan dari dua perusahaan asuransi. Satu perusahaan diberi program  kebugaran jasmani, dan yang satu lagi tidak. Setelah enam bulan terlihat bahwa pada perusahaan dengan program kebugaran jasmani, jumlah karyawan yang tidak masuk kerja turun 22%, dan karyawan yang harus diganti karena sakit, berkurang dari 15% menjadi 1,5%.

3. Direktur Perusahaan sering mengatakan "Saya tidak memerlukan daya tahan yang besar, karena saya bekerja di belakang meja seharian, dan malam hari hanya nonton televisi“. Orang yang kurang kegiatan fisik akan menguap di kantor, merasa ngantuk sepanjang hari, ketiduran setelah makan kenyang, kelelahan karena mengeluarkan tenaga sedikit lebih banyak dari biasanya (misal naik tangga atau terpaksa berjalan cepat).

Selain itu orang dengan kebugaran rendah akan menjadi makhluk sosial yang pincang, terlalu lelah untuk bermain dengan anak-anak, terlalu lelah untuk makan diluar dengan isteri/suami, terlalu lelah untuk melakukan apa saja selain duduk di belakang meja tulis dan menonton  televisi.  Hal  ini  terjadi  karena  tubuh  yang  tidak  dipakai keadaannya akan semakin memburuk, paru menjadi tidak efisien, jantung makin melemah, kelenturan pembuluh darah makin berkurang, tegangan otot menghilang dan seluruh tubuh melemah, sehingga merupakan sasaran empuk bagi berbagai macam penyakit.

American Association of Fitness Director in Business and Industry (AAFDBI) melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa karyawan yang bugar lebih produktif, sehingga perusahaan di Amerika sekarang dapat mengatakan bahwa program kebugaran menghasilkan semangat kerja yang tinggi. Hasil penelitian ini mengisyaratkan perlunya program kebugaran jasmani di perusahaan yang memberikan keuntungan bagi karyawan, bisnis, dan industri.

Itulah artikel mengenai pentingnya kebugaran jasmani terhadap produktivitas kerja. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait