Permainan dalam Penjas (Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Manfaat)

2017-01-07

Permainan dalam Penjas (Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Manfaat)

Permainan dalam Penjas (Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Manfaat). Artikel kali ini akan membahas mengenai konsep permainan dalam penjas yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pembahasan konsep permainan ini mulai dari pengertian, tujuan, fungsi dan manfaat dari melakukan permainan bagi anak-anak kita. Untuk lebih jelasnya silahkan disimak penjelasan berikut ini yang sudah saya susun secara berurutan.
Permainan dalam Penjas (Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Manfaat)

Pengertian permainan

Permainan adalah suatu aktivitas fisik yang terorganisasi dengan adanya tujuan yang ingin dicapai, sedangkan pada bermain aktivitas fisik dilakukan dengan harapan adanya kegembiraan tanpa adanya batasan-batasan sebagaimana pada permainan.

Terdapat beberapa pokok pikiran yang dapat dijadikan dasar pentingnya permainan bagi kehidupan anak adalah sebagai berikut : Melalui permainan, anak dapat memperoleh kesenangan dan kebebasan. Dengan demikian permainan sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangannya, dan untuk menjaga keseimbangan hidup antara pikiran dan perasaan.

Tujuan, Fungsi dan Manfaat Permainan

Dapat dipastikan bahwa setiap permainan tentu mempunyai tujuan, fungsi dan manfaat bagi kehidupan manusia. Permainan yang dilakukan anak didik di sekolah yang diberikan oleh bapak/ibu guru mempunyai tujuan yang berbeda dengan permainan yang dilakukan oleh anak didik pada jam istirahat. Permainan yang dilakukan oleh anak didik yang direncanakan oleh guru bertujuan untuk meningkatkan keterampilan melakukan gerakan-gerakan dasar dalam permainan tersebut dan untuk meningkatkan kesegaran jasmaninya.

Dalam hal ini permainan berfungsi sebagai alat pendidikan. Sedangkan permainan yang dilakukan oleh anak didik atas kemauannya sendiri bertujuan untuk mengisi waktu luangnya pada jam istirahat. Permainan tersebut berfungsi sebagai alat untuk memperoleh kesenangan saja atau sebagai rekreasi. Jadi, tujuan permainan ditentukan oleh jenis permainan, tempat permainan, waktu permainan, dan sifat permainan.

Selain untuk menghilangkan rasa lelah dari pekerjaan sehari-hari dan dapat memberikan kepuasan dan rasa segar bagi yang menjalankannya sebagai rekreasi, permainan dapat pula menjalin hubungan dengan orang lain. Begitu pula jika permainan ini dilaksanakan di sekolah dan direncanakan oleh guru penjaskes, maka permainan ini berfungsi sebagai alat untuk mendidik personality anak didik secara keseluruhan (kognitif, afektif, psikomotorik, sosial emosional).

Selain mempunyai tujuan dan fungsi, permainan itu pun memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kehidupan manusia. Setiap manusia mempunyai naluri untuk bergerak. Terlebih pada anak-anak, naluri ingin bergerak yang ada dalam diri anak sangat besar. Naluri bergerak ini biasanya disalurkan melalui bermain atau melakukan permainan. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam permainan tersebut sangat berguna untuk fungsi-fungsi jasmani dan rohani. Hal ini dijelaskan oleh Pontjopoetro, dkk. (1999:1.9) sebagai berikut:
Dalam permainan itu anak-anak banyak sekali bergerak, suatu hal yang mempunyai pengaruh baik terhadap peredaran darah dan pernapasan. Luas pernapasan diperbesar, ruang dada diperbesar ke seluruhan jurusan, dan paru-paru berfungsi lebih baik. Semua alat-alat pernapasan menjadi terlatih, jantung pun menjadi lebih kuat memompa darah yang diperlukan di seluruh tubuh. Karena latihan-latihan tersebut, maka organ-organ tubuh akan berfungsi lebih baik dan pada gilirannya akan mengakibatkan kesegaran jasmani dan kesehatan.
Azis (2000:1.24), mengemukakan pendapatnya tentang pengaruh permainan bagi anak-anak, ada banyak pengaruh bagi anak-anak yang selalu melakukan jasmani atau permainan, di antaranya adalah perkembangan pada keterampilan motorik, perkembangan mental, keseimbangan fisiologi tubuh seperti jantung, paru-paru, perkembangan akademik, dan lain-lain.

Dengan demikian, permainan bermanfaat bagi peningkatan fungsi organ-organ kita termasuk anak-anak, sehingga bermanfaat pula bagi peningkatan kesegaran jasmani dan kesehatan. Selain itu, permainan bermanfaat pula bagi pendidikan. Banyak ahli pendidikan yang menyarankan agar permainan itu menjadi alat pendidikan yang utama untuk menuntun pertumbuhan jasmani dan rohani anak didik. Kegunaan/ manfaat permainan menurut Pontjopoetro, dkk. (1999:1.12) adalah sebagai berikut :
  1. Permainan merupakan alat penting untuk menumbuhkan sifat sosial untuk hidup bermasyarakat, karena dengan bermain anak dapat mengenal bermacam-macam aturan dan macam-macam tingkah laku.
  2. Permainan merupakan alat untuk mengembangkan fantasi, bakat, dan kreasi.
  3. Permainan dapat mendatangkan berbagai macam perasaan, antara lain perasaan senang dalam melakukan permainan.
  4. Permainan bersama dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin karena anak harus menaati peraturan-peraturan.
Dalam permainan seorang lawan seorang, anak belajar memberi dan menerima, belajar mengukur kekuatan dan kecakapan sendiri dengan kekuatan/kecakapan orang lain.

Dalam permainan kelompok lawan kelompok, dalam diri anak akan timbul rasa persatuan, rasa kerjasama karena merasa senasib sepenanggungan antara sesama kelompok, rasa tanggung jawab terhadap orang lain, menjunjung tinggi hak orang lain, kerjasama untuk tujuan bersama, mengesampingkan kepentingan pribadi untuk kepentingan orang banyak.

Dalam permainan yang bersifat pertandingan, sifat sportivitas dan fair play dalam diri anak akan lebih meningkat dengan cara menjunjung tinggi peraturan-peraturan, sekalipun peraturan tersebut tidak tertulis. Rasa sportivitasnya akan terlihat pula dengan sikap mau menerima kekalahan atau kemenangan dengan ikhlas dan puas, serta tidak merasa dendam dan sombong.

Manfaat lain dari permainan adalah bagi perkembangan pribadi seseorang. Karena bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa, maka melalui bermacam-macam kegiatan bergerak dalam suatu permainan, fungsi-fungsi kejiwaan dan kepribadian dapat dikembangkan, misalnya keseimbangan mental, kecepatan proses berpikir, daya konsentrasi, keakraban bergaul, kepemimpinan, dan masih banyak lagi.

Dalam bermain banyak sekali kejadian yang melibatkan keaktifan kejiwaan dan kepribadian masing-masing pesertanya. Setiap peserta dalam suatu kegiatan bermain selalu dituntut untuk bertingkah laku yang sesuai dengan norma kehidupan di masyarakat sosialnya, seperti kejujuran, kerjasama, patuh pada waktu, dan peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan lain yang telah disepakati bersama dalam permainan itu.

Dengan demikian, permainan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan dan perkembangan anak bagi jasmaninya maupun rohaninya, sebagaimana dikemukakan oleh Azis (2000:3&4.3) bahwa “Permainan mengandung nilai-nilai mental, kebutuhan anak akan rasa aman, kebutuhan anak untuk pengakuan, kebutuhan anak untuk berprestasi, dan kebutuhan anak akan rasa senang, nilai-nilai fisik, dan nilai-nilai sosial”.

Dengan permainan anak mencapai kemajuan-kemajuan dalam hal jasmani, sosial, intelektual, rasa keindahan, dan sebagainya.

Itulah penjelasan pengertian, tujuan, fungsi dan manfaat permainan bagi anak-anak kita. Jangan sampai karakteristik anak usia bermain dihalangi dan dibatasi oleh kita dengan alasan tidak mau repot untuk membimbingnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait