Power (Daya Ledak Otot) sebagai Komponen Kondisi Fisik

2017-01-05

Power (Daya Ledak Otot) sebagai Komponen Kondisi Fisik

Pengertian Power

Power merupakan perpaduan dua unsur komponen kondisi fisik yaitukekuatan dan kecepatan. Kualitas power akan tercermin dari unsur kekuatan dan kecepatan yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan eksplosif dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Berkaitan dengan power, Sajoto (1995: 17) menyatakan bahwa “ Daya ledak otot atau muscular power adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kekuatan maksimum, dengan usaha yang dikerjakan dalam waktu sependek-pendeknya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa daya otot adalah perkalian antara kekuatan dan kecepatan”.


Sedangkan menurut Sugiyanto (1999 : 21) mengemukakan bahwa “Power atau daya ledak eksplosif adalah kualitas yang memungkinkan kerja otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan kerja fisik yang eksplosif power ditentukan kekuatan otot dan kecepatan rangsangan syaraf serta kecepatan kontraksi”.

Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa daya ledak atau power merupakan gabungan antara dua unsur yaitu kekuatan dan kecepatan dalam berkontraksi. Dengan demikian untuk dapat menghasilkan power otot yang baik diperlukan latihan kekuatan dan kontraksi otot. Adapun tujuan latihan power adalah untuk meningkatkan keterampilan teknik serta penekanan pada beban latihan untuk tiap elemen gerakan.
Power (Daya Ledak Otot)

Jenis-jenis Power

Bompa (1990 : 285) membedakan power menjadi 2 jenis, yaitu power asiklik dan power siklik. Power asiklik secara dominan diperlukan pada cabang olahraga melempar, menolak, dan melompat (atletik), unsur-unsur gerakan senam, beladiri, loncat indah dan permainan. Sedangkan power siklik diperlukan pada cabang olahraga antara lain dayung, bersepeda, renang dan lari cepat. Berdasarkan keterangan di atas jenis latihan pliometrik termasuk jenis power asiklik.

Unsur-unsur Penentu Power

Ada beberapa hal yang dapat menentukan kemampuan power seseorang. Untuk menghasilkan power, seseorang harus memiliki kecepatan dan kekuatan yang baik. Menurut Suharno H.P. (1985: 59) faktor–faktor penentu  power adalah:
  1. Banyak sedikitnya macam fibril otot putih dari atlit
  2. Kekuatan otot dan kecepatan otot
  3. Waktu rangsangan dibatasi secara kongkrit lamanya
  4. Koordinasi gerak harmonis
  5. Tergantung banyak sedikitnya zat kimia dalam otot (ATP)
Pada dasarnya penentu baik dan tidaknya power yang dimiliki seseorang tergantung pada intensitas kontraksi otot dan kemampuan otot untuk berkontraksi secara maksimal dalam waktu yang singkat setelah menerima rangsangan serta produksi biokimia dalam otot sangat menentukan power yang dihasilkan. Jika unsur-unsur tersebut diatas dimilki seseorang, maka ia akan memiliki power ayng baik. Namun sebaliknya jika unsur-unsur tersebut tidak dimiliki maka power yang dihasilkan juga tidak akan baik.

Itulah artikel mengenai power (daya ledak otot) sebagai salah satu komponen kondisi fisik. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.

Kata kunci:
  • Pengertian power (daya ledak otot)
  • Jenis-jenis power (daya ledak otot)
  • Unsur-unsur penentu power (daya ledak otot)
  • Faktor penentu power (daya ledak otot)
Artikel Terkait