Menyusun Program Pembelajaran dalam Bentuk Permainan (Game) dan Sirkuit

2017-02-24

Menyusun Program Pembelajaran dalam Bentuk Permainan (Game) dan Sirkuit

Menyusun program pembelajaran dalam bentuk permainan (game) dan sirkuit. Salam pembaca sekalian. Menyusun program pembelajaran dalam bentuk permainan atau game dan sirkuit menjadi pembahasan dalam artikel kali ini. Menyusun program pembelajaran dibutuhkan kejelian seorang guru olahraga yang didukung dengan ilmu keolahragaan dan pengetahuan karakteristik peserta didik yang mumpuni. Ada beberapa macam bentuk program pembelajaran yang di dalamnya terdapat bentuk latihan berupa permainan (game) dan sirkuit yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

Menyusun program pembelajaran dalam bentuk permainan (game) dan sirkuit merupakan langkah terakhir dari penyusunan program pembelajaran secara keseluruhan. Hurlock (1990: 148) mengungkapkan bahwa pada masa anak-anak disebut juga sebagai usia bermain. Hal tersebut bukan karena adanya lebih banyak waktu untuk bermain dibanding dengan periode usia lainnya, tapi karena terdapat tumpag tindih antara ciri-ciri bermain anak-anak yang lebih muda dengan ciri-ciri bermain anak remaja. Jadi alasan periode usia anak disebutkan sebagai usia bermain karena luasnya kegiatan bermain dan bukan karena waktu bermain.
Permainan game dan sirkuit

Program pembelajaran dalam bentuk permainan (game)

Pada periode anak usia 6-12 tahun disebut juga dengan usia bermain. Oleh karena itu, bentuk aktivitas fisik yang diberikan pada program pembelajaran harus disesuaikan dengan dunia anak yaitu dalam suasana bermain. Pendekatan menggunakan aktivitas fisik bermain (game) dapat mendorong anak untuk bergerak dan terlibat aktif secara langsung dalam kondisi tersebut.

Program pembelajaran dalam bentuk sirkuit

Aktivitas sirkuit ini akan memberikan tantangan kepada anak untuk melakukan berbagai macam aktivitas fisik. Karakteristik aktivitas fisik dalam bentuk sirkuit adalah sebagai berikut:
  1. terdapat beberapa pos untuk melakukan aktivitas fisik
  2. bentuk aktivitas fisik yang ada di tiap pos harus berbeda satu sama lain
  3. tempat melakukan aktivitas sirkuit ini bisa menggunakan lapangan atau di dalam ruangan
Aktivitas fisik yang ada di tiap pos harus dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat anak dalam berpartisi melakukan aktivitas sirkuit.

Jumlah pos yang disarankan adalah 12 pos. Setiap melakukan aktivitas fisik di tiap pos usahakan berupa kelompok anak berjumlah 2 sampai 3 orang. Rentang waktu yang disarankan untuk setiap pos adalah 50 detik diikuti dengan istirahat 10 detik.

Salah satu cara yang efektif untuk mengatur pelaksanaan sirkuit ini adalah dengan digabungkan dengan irama musik seperti misalkan selama 50 detik ada muncul irama musik yang menandakan bahwa anak harus melakukan aktivitas fisik, kemudian 10 detik tanpa ada musik yang merupakan tanda untuk melakukan istirahat.

Dengan menggunakan irama musik tadi, maka anak akan bisa mengetahui kapan harus bergerak melakukan aktivitas pada posnya dan kapan harus istirahat.

Aktivitas pembelajaran penjas menggunakan sirkuit memang bukan hal yang baru bagi guru penjas, aktivitas fisik berupa sirkuit ini bisa dilakukan pada proses pembelajaran dan pelatihan.

Guru diharapkan memiliki kecakapan dalam mengamati anak didiknya pada saat melakukan program pembelajaran yang diberikan, kemudian melakukan evaluasi terhadap proses pembalajaran penjas yang sudah dilakukan oleh anak didik.

Itulah artikel mengenai menyusun program pembelajaran dalam bentuk permainan (game) dan sirkuit. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait