Pelatih yang Ahli Melatih (Real Coach) dan Tukang Melatih (Fake Coach) dalam Proses Latihan

2017-02-16

Pelatih yang Ahli Melatih (Real Coach) dan Tukang Melatih (Fake Coach) dalam Proses Latihan

Ahli melatih (real coach) dan tukang melatih (fake coach). Salam pembaca sekalian, pada postingan kali ini akan dibahas mengenai ahli melatih dan tukang melatih. Sebetulnya pernah saya ungkapkan mengenai ahli melatih dan tukang melatih pada postingan pengetahuan ilmiah kepelatihan bagi seorang pelatih untuk meraih prestasi

Menjadi seorang pelatih (real coach) memang tidak mudah. Banyak kompetensi yang harus dimiliki untuk mendukung profesinya sebagai pelatih. Mulai dari keilmuan olahraga sampai kepada kemajuan teknologi di dalam olahraga. Kewajiban seorang pelatih memang harus melatih atlet yang dibinanya untuk meraih prestasi yang tinggi.

Dalam proses latihan ada dua tipe pelatih yang ahli melatih dan tukang melatih. Seorang pelatih yang disebut ahli melatih akan selalu berpatokan pada konsep Art and Science plus experience, tentunya science disini adalah keilmuan kepelatihan olahraga dengan segala tetek bengeknya. Sedangkan pelatih yang disebut tukang melatih, tidak berdasar pada keilmuan kepelatihan olahraga, melainkan hanya berdasar pada kebiasaan latihan yang dianggap sudah lumrah dilakukan yang diturunkan dari pelatih sebelumnya tanpa mengkaji ulang apakah sudah sesuai dengan keilmuan kepelatihan olahraga pada masa ini.
pelatih (coach)
Terkadang sebuah proses latihan yang sudah terbiasa dilakukan dan turun temurun dianggap sebagai sebuah keilmuan dalam melatih atletnya. Yang harus diingat bahwa zaman bergerak dinamis, maka keilmuan juga akan selalu dinamis termasuk keilmuan kepelatihan olahraga.

Pelatih yang Ahli Melatih (Real Coach)

Gambaran pelatih yang ahli melatih (real coach) akan terlihat ketika dia mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung terhadap program latihan yang disusun dan diberikan kepada atletnya. Persiapan yang dilakukan bukan hanya sebatas peralatan dan tempat latihan saja, melainkan mempersiapkan book report untuk setiap atletnya.

Segala sesuatu mengenai perkembangan atletnya akan dicatat dalam book report pelatih untuk atletnya. Sehingga akan mempermudah menganalisa perkembangan peningkatan kemampuan atlet. 


Pada setiap akan memulai sebuah program latihan yang disusunnya, pelatih yang ahli melatih akan berangkat dari data dan fakta yang didapat dari tes yang menyeluruh (komprehensif) pada atletnya. Sehingga program latihan yang disusun akan tepat sasaran sesuai dengan komponen yang perlu ditingkatkan dan menjadi prioritas utama dalam memulai program latihan.


Dalam penentuan program latihan, seorang pelatih yang ahli melatih akan dengan mudah untuk menentukan porsi latihan untuk mencapai target yang menjadi goal settingnya. Langkah-langkahnya juga berdasar pada pengetahuan ilmiah keolahragaan. Tidak asal menentukan latihan, yang berdasar pada "KATANYA".


Goal Setting yang ingin dicapainya sangat jelas dan langkah-langkah untuk meraihnya sangat terperinci karena pelatih yang ahli melatih memiliki konsep. 

Pelatih yang ahli melatih tidak akan menutup dirinya terhadap keilmuan olahraga yang baru meski bertentangan dengan keilmuan yang sebelumnya telah diterapkan. Bahkan masukan keilmuan olahraga yang baru akan dianalisa dan dipelajari untuk digabungkan dengan keilmuan sebelumnya supaya bisa meningkatkan kompetensinya.

Selalu haus akan keilmuan olahraga yang terbaru dan mau belajar sesuatu yang baru untuk mendukung program latihan yang disusunnya.

Pelatih yang Tukang Melatih

Pelatih yang tukang melatih, berkebalikan dengan pelatih yang ahli melatih. Pelatih tipe ini, tidak paham seperti apa konsep keilmuan olahraga. Ketika seorang pelatih yang tukang melatih tersebut ingin meningkatkan salah satu komponen kondisi fisik atletnya, maka latihan yang diberikan tidak tepat sasaran dan terkesan asal-asalan.

Untuk menerapkan bentuk latihan kondisi fisik misalnya daya tahan, maka pelatih harus paham APA ITU DAYA TAHAN?, yang memang harus dipelajari di dalam keilmuan kepelatihan olahraga. Dari pengertian komponen kondisi fisik seperti daya tahan, kita bisa memberikan bentuk latihan yang sesuai dengan konsep daya tahan dan disesuaikan juga dengan karakteristik cabang olahraga yang ditekuninya. 


Pelatih yang tukang melatih biasanya kurang memberikan respon terhadap perkembangan keilmuan keolahragaaan yang terbaru dan malah memperlihatkan arogansinya.

Dalam penyusunan program latihan, pelatih yang tukang melatih, kurang mampu untuk menentukan porsi latihan yang diberikan supaya tepat sasaran. Memulai sebuah program latihan pun tidak berawal dari data dan fakta yang menggambarkan keadaan atletnya.


Itulah artikel mengenai pelatih yang ahli melatih dan tukang melatih dalam proses latihan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jika dirasa artikel ini bermanfaat silahkan di share. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait