Perubahan Fisiologis tubuh pada Latihan Olahraga

2017-02-02

Perubahan Fisiologis tubuh pada Latihan Olahraga

Perubahan Fisiologis tubuh pada Latihan Olahraga. Ketika tubuh melakukan latihan fisik atau olahraga yang merupakan salah satu bentuk stressor fisik dapat menyebabkan gangguan homeostatis, maka tubuh akan memberi tanggapan berupa mekanisme umpan balik negatif. Tanggapan tersebut berupa:

(1) Respon = jawaban sewaktu‘ adalah perubahan fungsi organ tubuh yang sifatnya sementara dan berlangsung tiba-tiba, sebagai akibat dari aktivitas fisik. Perubahan fungsi ini akan hilang dengan segera dan kembali normal setelah aktivitas dihentikan.

(2) Adaptasi = jawaban lambat‘ adalah perubahan struktur atau fungsi organ-organ tubuh yang sifatnya lebih menetap karena latihan fisik yang dilakukan dengan teratur dalam periode waktu tertentu. Reaksi adaptasi hanya akan timbul apabila beban latihan yang diberikan intensitasnya cukup memadai dan berlangsung cukup lama. Berdasarkan teori stres fisik adaptasi jaringan terjadi sebagai respon terhadap stres fisik.
Latihan Olahraga
Ada dua istilah latihan yang kita kenal yaitu acute exercise dan chronic exercise. Acute exercise adalah latihan yang dilakukan hanya sekali saja atau disebut juga dengan exercise, sedangkan chronic exercise adalah latihan yang dilakukan berulang-ulang sampai beberapa hari atau sampai beberapa bulan (training).

Hal penting yang perlu diperhatikan ialah bahwa dengan melakukan training (pelatihan) akan terjadi perubahan penting di dalam tubuh sedangkan dengan melakukan exercise perubahan yang terjadi kurang penting.

Perubahan yang terjadi pada waktu seseorang melakukan exercise disebut dengan respon. Sedangkan perubahan yang terjadi karena training disebut adaptasi.

Adaptasi sistem tubuh akibat latihan aerobik sebagai berikut:
  1. Perubahan otot, terjadi hiperthropi otot.
  2. Perubahan kardiorespirasi, fungsi jantung paru lebih baik.
  3. Rendahnya akumulasi laktat darah seiring dengan peningkatan intensitas latihan disebabkan karena peningkatan oksidasi asam laktat menjadi pirufat.
  4. Perubahan komposisi tubuh dengan berkurangnya massa dan lemak tubuh  karena latihan aerobik meningkatkan kapasitas penggunaan asam lemak sebagai energi.
  5. Pada individu yang terlatih terjadi peningkatan pengaturan panas tubuh karena dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi panas dengan mudah, hal ini disebabkan oleh besarnya volume plasma dan lebih responsifnya mekanisme termoregulator.
  6. Perubahan penampilan atau performa dengan meningkatnya kapasitas endurance (daya tahan).
  7. Latihan yang dilakukan secara teratur bermanfaat terhadap kondisi psikologis

Itulah artikel mengenai perubahan fisiologis tubuh pada latihan olahraga. Dengan mengetahui pemahaman tentang perubahan fisiologis tubuh, kita bisa memberikan latihan dengan terencana dan terprogram untuk mendapatkan efek latihan pada sistem tubuh yang bersifat menetap karena adanya adaptasi tubuh. Sekian dan Terima Kasih.
Artikel Terkait