Tujuan dan Manfaat Aktivitas Luar Kelas (Outbound)

2017-02-24

Tujuan dan Manfaat Aktivitas Luar Kelas (Outbound)

Tujuan dan Manfaat Aktivitas Luar Kelas (Outbound). Aktivitas luar kelas merupakan salah satu bentuk kegiatan bermain yang dilakukan tempat terbuka tanpa harus terfokus pada ukuran lapangan. Bermain pada dasarnya adalah proses experiental learning, yang pelakunya mengalami dan merasakan secara langsung. Hal ini berbeda dengan kegiatan belajar di ruang kelas yang lebih menonjolkan salah satu aspek, misalnya aspek kognitif. Meskipun demikian, kegiatan belajar yang efektif adalah dilakukan dengan belajar langsung, dengan siswa bisa merasakan dan mengalami langsung apa yang pelajarinya.

Dampak dan pengaruh yang ditimbulkan oleh proses ini akan mudah diserap, dipahami, dan diingat lebih lama dibanding jika hanya menggarap salah satu aspek (Supendi, 2008, p.11). Lebih lanjut Kurniawan (2012, p.4) menyatakan bahwa permainan aktivitas luar kelas dapat meningkatkan minat belajar siswa karena dalam permainan ini siswa dituntut untuk bergerak aktif, saling bekerja sama dan saling melakukan kekompakan tim agar dapat menyelesaikan berbagai tantangan setiap permainan.

Manfaat pendidikan luar kelas selain sebagai pengembang potensi diri dan motivasi, dapat juga sebagai pembentuk sikap atau karakter peserta didik yang baik. Megawangi (2007, pp.21-23) menjelaskan ada sembilan pilar karakter yang membentuk kepribadian yang cerdas, bermoral dan unggul karena keterlibatan dalam kegiatan luar kelas.

Sembilan pilar itu adalah sebagai berikut: (1) cinta kepada Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, (3) kejujuran, (4) hormat dan santun, (5) kasih sayang, kepedulian dan kerja sama, (6) percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, (7) keadilan dan kepemimpinan, (8) sikap baik dan rendah hati, dan (9) toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Selain itu pendidikan luar kelas juga mengembangkan kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, kejujuran, tolong menolong, motivasi diri, kompetisi, problem solving dan kepercayaan diri.
Oleh karenanya agar anak dan remaja memiliki kepribadian yang bagus perlu diciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga pada masa pertumbuhan dan perkembangannya akan menjadi pribadi yang baik dan berkarakter.
Outbound
Ada tiga komponen yang membentuk sikap atau karakter anak dan remaja, yaitu: keluarga, sekolah dan komunitas, seperti komunitas sosial, fisik maupun lingkungan alam. Interaksi manusia dan lingkungan alam yang dekat akan melahirkan kedekatan dan penghayatan terhadap kenyataan hidup. Penghayatan inilah yang membentuk cara pandang serta penghayatan akan totalitas cara pandang mengenai hidup yang mencerminkan karakter anak (Goleman, 2000, p.35).

Bentuk-bentuk kegiatan aktivitas luar kelas yang lebih dikenal oleh sebagian besar masyarakat adalah kegiatan outbond. Kegiatan outbound biasanya diisi dengan permainan dan petualangan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Outbound sendiri adalah merupakan bagian dari pendidikan aktivitas luar kelas yang memiliki beberapa manfaat bagi para siswa atau peserta yang mengikutinya. Menurut Ancok (2002, pp.34-35) manfaat yang diperoleh dari kegiatan outbound di antaranya: (1) berpikir kreatif (creative thinking), (2) mempunyai hu- bungan interpersonal yang baik, (3) berkomu- nikasi secara efektif, (4) memotivasi diri dan orang lain, dan (5) mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri.

Tujuan utama kegiatan outbound menurut Arovah (2010, p.3) adalah menimbulkan karakter positif bagi peserta, baik bersifat personel maupun tim yang ditandai dengan meningkatnya beberapa hal yakni sebagai berikut: (1) komunikasi efektif (effective communication), (2) pengembangan tim (team building), (3) pemecahan masalah (problem solving), (4) kepercayaan diri (self confidence), (5) kepemimpinan (leadership), (6) kerja sama (synergi), (7) permainan yang menghibur dan menyenangkan  (fun  games),  (8)  konsentrasi/fokus (concentration), dan (9) kejujuran/ sportivitas.

Manfaat tersebut bermuara pada tercapainya pengembangan diri (personal development) dan tim (team development) dalam berbagai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang secara langsung dapat dirasakan oleh para peserta. Hal ini penting mengingat perkembangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang dalam kehidupan yang dijalaninya.

Para pakar di bidang kecerdasan emosi berpendapat bahwa sukses dalam karier di perusahaan (juga di ranah kehidupan lainnya) lebih ditentukan oleh kecerdasan emosional dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Oleh karena itu, upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosional mendapat perhatian yang semakin besar (Ancok, 2002, p.28).

Itulah artikel mengenai Tujuan dan Manfaat Aktivitas Luar Kelas (Outbound). Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.Terima Kasih.
Artikel Terkait