Apa itu Overtraining?

2017-03-19

Apa itu Overtraining?

Apa itu Overtraining?. Pernahkah kita mendengar kata overtraining?. Overtraining adalah keadaan latihan yang patologi. Selain akibat kesalahan latihan, hal-hal yang mempercepat terjadinya overtraining antara lain; gaya hidup yang tidak teratur, lingkungan sosial yang tidak sehat, dan kondisi kesehatan yang tidak bugar (Bompa, 1990). Keadaan overtraining yang dialami berdampak pada terjadinya gangguan-gangguan, baik secara fisik, psikis, maupun fungsi tubuh.

Peningkatan tensi otot dan penurunan kecepatan reaksi dan kecepatan gerak, sebagai contoh gangguan dari segi fisik. Berkurangnya konsentrasi dan semangat juang sebagai contoh gangguan dari segi psikis. Gangguan yang terjadi pada sistem fungsional tubuh antara lain adalah tidak bisa tidur, gangguan pencernaan, kurang nafsu makan, pemulihan denyut nadi yang lambat, dan mudah berkeringat (Costill,1994).

Kondisi overtraining merupakan keadaan tubuh akibat kurang istirahat untuk melakukan proses pemulihan secara latihan. Selain itu, overtraining sebenarnya juga menimbulkan suatu sindrom psikologis, dimana mereka yang mengalami overtraining karena beban latihan cenderung menjadi cepat cemas dan kebingungan, sedangkan overtraining akibat latihan aerobik dapat mengalami depresi.
overtraining
Tanda-tanda klasik dari overtraining terjadi apabila seseorang melakukan latihan keras secara terus menerus, tetapi performa latihannya tidaklah menjadi semakin bagus dan meningkat malahan menjadi semakin buruk dan menurun. Performa yang menurun ini biasanya disertai dengan perubahan pada motivasi latihan dengan gejala-gejala gangguan fungsi biokimia serta fisiologis pada tubuh, seperti sakit pada sendi dan otot, kelelahan dan juga kehilangan selera makan.

Jika overtraining yang mengarah terhadap penurunan performa latihan dalam jangka panjang, ada lagi istilah overreaching yang merupakan panurunan performa jangka waktu yang pendek atau sementara saja.

Overreaching ini sering terjadi pada para atlet yang memang diwajibkan untuk melakukan pelatihan secara rutin, kondisi ini disebabkan karena intensitas latihan yang terlalu berlebih di suatu sesi latihan, misalnya pada atlet binaragawan terjadi karena pada saat latihan ia mengangkat beban yang dilakukan dengan set dan repetisi yang terlalu banyak. Overreaching terjadi sementara saja, tapi apabila mengalaminya terus-menerus nantinya juga akan mengarah ke overtraining.

Menghindari overtraining memang sangat sulit karena bisa meragukan apakah tubuh lelah atau tidak bersemangat, seandainya bila tubuh sudah tidak kuat lagi mengangkat beban jangan memaksakan diri. Kurang tidur dan kurang istirahat juga bisa berkontribusi dalam menyukseskan tubuh untuk overtrai­ning, oleh karena itu jangan korbankan waktu istirahat. Ketahuilah bahwa otot mengembangkan dirinya di saat beristirahat bukan di saat latihan. Istirahat melalui tidur yang cukup akan mempersiapkan energi agar mampu mengangkat beban di hari berikutnya.

Itulah artikel mengenai overtraining. Dengan mengetahui apa itu overtraining, membuat kita lebih hati-hati lagi melakukan olahraga terutama dari segi dosis latihan yang kita lakukan. Sekian artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait