Efek Overtraining Membuat Lambat Pemulihan Denyut Nadi

2017-03-19

Efek Overtraining Membuat Lambat Pemulihan Denyut Nadi

Efek Overtraining Membuat Lambat Pemulihan Denyut Nadi. Intensitas latihan yang tinggi dan tidak diimbangi pulih asal yang sempurna mengakibatkan terjadinya overtraining. Latihan yang berupa aktivitas fisik, sangat tergantung pada reaksi-reaksi kimia yang rumit di dalam sel otot, maupun saraf.

Reaksi-reaksi kimia ini sangat peka terhadap fluktuasi suhu di dalam ataupun di luar tubuh. Dalam keadaan tertentu tubuh masih bisa beradaptasi terhadap fluktuasi suhu, dengan adanya pusat pengaturan panas. Pada waktu latihan suhu tubuh akan tinggi, konsekuensinya pusat pengaturan panas akan terbebani. Dalam rangka proses keseimbangan (homeostatis), frekuensi denyut nadi meningkat akibat penurunan isi sekuncup jantung, karena berkurangnya tekanan darah vena (Costill, 1994).

Terjadinya peningkatan denyut nadi, bertujuan untuk menghasilkan sirkulasi darah yang lebih baik dalam kapiler-kapiler kulit dan memproduksi keringat. Kenaikan suhu tubuh akan memberikan rangsang pada hipotalamus, selanjutnya sebagai respon melalui saraf simpatis akan merangsang kelenjer keringat untuk memproduksi keringat (Murray, 1992).

Keluarnya keringat adalah untuk melepaskan panas dari dalam tubuh. Latihan yang berlebihan, megakibatkan cairan tubuh akan semakin banyak keluar. Konsekwensinya, tubuh dapat kehilangan cairan yang terlalu banyak.
efek overtraining
Kekurangan cairan tubuh yang makin banyak, mengakibatkan turunnya volume darah yang beredar. Hal ini disebabkan karena masukan darah ke dalam jantung berkurang. Untuk mengatasi keadaan ini maka frekuensi denyut nadi juga semakin tinggi akibat mengalami overtraining. Bila kehilangan cairan tubuh melebihi 3 % dari berat badan, menyebabkan suhu dalam badan makin panas, dan akhirnya kondisi ini mengakibatkan serangan panas (heat stroke) (Janssen, 1989).

Akibat frekuensi denyut nadi yang semakin tinggi, membutuhkan proses pemulihan relatif lama. Walaupun latihan sudah dihentikan, suhu tubuh tidak dengan sendirinya dapat turun dengan mudah. Hal ini disebabkan, bahwa dalam kondisi suhu yang tinggi, seringkali terjadinya kegagalan dalam mekanisme pengaturan suhu.

Sebab lain, bahwa suhu tinggi menggandakan semua reaksi kimia intraselluler, jadi masih membebaskan panas. Diperlukan teknik-teknik tertentu seperti dengan cara minum yang teratur, sehingga cairan yang hilang akan cepat terganti.

Itulah artikel mengenai efek overtraining membuat lambat pemulihan denyut nadi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait