EQ (Emotional Quotient) [Pembahasan yang Harus Dipahami Praktisi Olahraga]

2017-03-17

EQ (Emotional Quotient) [Pembahasan yang Harus Dipahami Praktisi Olahraga]

EQ (Emotional Quotient). Faktor intelegensi yang mempengaruhi prestasi olahraga atlet adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional (EQ) merupakan kemampuan seseorang mengelola perasaan dan emosinya kepada diri pribadi maupun kepada orang lain, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial (Goleman, 2003:512).

Seseorang yang cerdas dalam emosinya menurut Goleman (2003:45) adalah seseorang yang dapat mengaplikasikan ciri kecerdasan emosional dalam dirinya. Ciri kecerdasan ini meliputi memotivasi diri, ketahanan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati, dan menjaga suasana hati. Memotivasi diri, menyangkut kemampuan internal untuk menggerakkan potensi fisik dan psikologis (mental) dalam beraktivitas sehingga mampu mencapai keberhasilan.
EQ (Emotional Quotient)
Ketahanan menghadapi frustasi menyangkut daya tahan dalam menghadapi persoalan yang kompleks yang dapat membuat frustasi. Mengendalikan dorongan hati menyangkut kendali emosi agar terhindar dari depresi (kecemasan) sehingga optimis dalam memandang keberhasilan. Menjaga suasana hati menyangkut keterampilan menghindari stress ketika dihadapkan pada persoalan yang berat (Aunurrahman, 2009:89-94).

Menurut Goleman (Hoerr,2007:109), orang yang tidak mampu mengendalikan perasaan dan emosinya maka mereka akan berkutat pada perang batin dan tidak memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih. Suasana batin, kemampuan dalam berkonsentrasi dan berpikir jernih sangat mempengaruhi prestasi seorang atlet dalam suatu kejuaraan. Seorang atlet akan dapat bertanding dengan baik apabila suasana batin dan pikirannya baik.

Prestasi olahraga yang hanya dititik beratkan pada kemampuan teknik, ataupun fisik saja merupakan wujud dari pandangan yang kurang tepat karena prestasi yang maksimal harus dapat menyentuh dimensi individual atlet secara menyeluruh termasuk dimensi emosional.

Santosa (Yulianto,2005:56) berpendapat bahwa untuk dapat berprestasi, atlet perlu dipersiapkan mentalnya agar mereka mampu mengatasi ketegangan yang sering dihadapinya baik pada saat berlatih berat maupun pada saat berkompetisi. Pembinaan mental dilakukan agar atlet mudah dan berlatih melakukan konsentrasi serta pengendalian diri, sehingga pada saat-saat kritis tetap dapat mengambil keputusan dan melakukan koordinasi diri dengan baik.

Aspek-aspek EQ (Emotional Quotient)

Kecerdasan Emosi dapat diukur dari beberapa aspek. Goleman dan Cherniss (2001:28) mengemukakan lima kecakapan dasar dalam kecerdasan Emosi, meliputi: self awareness, self management, motivation, empati (social awareness), relationship management.

Self awareness mengenai kemampuan untuk mengetahui perasaan dalam dirinya dan efeknya serta menggunakannya untuk membuat keputusan bagi diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis, atau kemampuan diri dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat lalu mengkaitkannya dengan sumber penyebabnya.

Self management merupakan kemampuan menangani emosinya sendiri, mengekspresikan serta mengendalikan emosi, memiliki kepekaan terhadap kata hati, untuk digunakan dalam hubungan dan tindakan sehari-hari.

Motivation merupakan kemampuan menggunakan hasrat untuk setiap saat membangkitkan semangat dan tenaga untuk mencapai keadaan yang lebih baik serta mampu mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif, mampu bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

Empati (social awareness), merupakan kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, dan menimbulkan hubungan saling percaya serta mampu menyelaraskan diri dengan berbagai tipe individu.

Relationship management, merupakan kemampuan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan menciptakan serta mempertahankan hubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, menyelesaikan perselisihan dan bekerja sama dalam tim.

Itulah pembahasan mengenai EQ (Emotional Quotient). Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima kasih.
Artikel Terkait