IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) Menentukan Prestasi Atlet

2017-03-16

IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) Menentukan Prestasi Atlet

IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) Menentukan Prestasi Atlet. Faktor psikologi yang mempengaruhi prestasi atlet di dunia olahraga adalah tingkat intelegensi dan emosi atau IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotinal).

Intelegensi atau kecerdasan merupakan faktor penting yang sering menentukan kemenangan dalam pertandingan olahraga (Suranto, 2005:24), khususnya dalam cabang-cabang olahraga tertentu seperti sepak bola, bulu tangkis ataupun cabang beladiri. Artinya dalam cabang-cabang olahraga tersebut memerlukan kemampuan untuk berpikir secara cepat dan tepat, kemudian bertindak secara cepat untuk mengantisipasi lawannya.

Oleh karena itu, kondisi intelegensi atau kecerdasan ini dalam kaitannya dengan olahraga agar tetap bertambah dengan baik harus tetap memperoleh stimulus atau rangsangan untuk berfungsi, dengan cara atlet tersebut harus dibiasakan untuk menggunakan kemampuan inteleknya.
IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) Menentukan Prestasi AtletMerujuk pada pendapat Suranto (2005:27) seorang pemain yang terus menerus berlatih baik secara fisik maupun teknik, tetapi tidak memberikan kesempatan melatih proses berpikir akan berakibat kegiatan yang bersifat intelektual menjadi tidak berkembang. Oleh karena itu intelegensi dalam pencapaian prestasi olahraga sangat berperan penting.

Intelegensi yang tinggi juga berpengaruh besar terhadap pencapaian prestasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Edward dan Coleman (Setiadi 2001:8), menunjukkan bahwa orang dengan intelegensi tinggi akan memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang memiliki intelegensi sedang atau rendah.

Prestasi olahraga selain dipengaruhi IQ (Intelligence Qoutient), juga dipengaruhi oleh faktor psikologis lain yaitu EQ (Emotional Quotient). EQ (Emotional Quotient) merupakan kemampuan untuk memotivasi diri, mengendalikan perasaan dan dorongan hati menjaga agar stres tidak mematikan kemampuan berpikir, berempati dan mengaplikasikan kecerdasan emosi secara efektif (Goleman, 2003:45).

Menurut Baron (2005:4), dalam EQ (Emotional Quotient) terdapat 5 skala atau skill yaitu skala intrapersonal, skala interpersonal, skala kemampuan penyesuaian diri (adaptability), skala manajemen stress (stress management), dan skala suasana hati umum (general mood).

Menurut Setyobroto (Yulianto, 2002:57), jika tidak memahami makna dari olahraga yang dilakukannya, maka seorang atlet akan mengalami ketidakseimbangan tubuh dan jiwa. Prestasi yang dicapainya akan menjadi tidak menentu, walaupun suatu saat akan mencapai hasil yang baik. Atlet akan mudah mengalami penurunan prestasi dan lebih lagi apabila kondisi fisik dan mentalnya juga mengalami penurunan yang lebih tajam.

Kesulitan pembinaan prestasi dari faktor atlet biasanya terjadi pada segi fisik antara lain keterampilan, kesehatan (kebugaran jasmani), sedangkan dari segi mental antara lain kedisiplinan, motivasi, kreativitas serta kepercayaan diri atlet .

Kecerdasan emosional (Emotional Quotient) telah disetarakan dengan kecerdasan intelektual (Intelligence Qoutient) dalam menentukan tingkat keberhasilan. IQ (Intelligence Qoutient) tidak berfungsi dengan baik tanpa penghayatan emosional seseorang. Kedua intelegensi tersebut saling melengkapi, sehingga dapat dikatakan kunci keberhasilan prestasi adalah kondisi optimumnya IQ (Intelligence Qoutient) dan EQ (Emotional Quotient).

Terdapat dua jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan rasional dan kecerdasan emosional. Optimasi keduanya merupakan kunci dalam pencapaian prestasi. IQ (Intelligence Qoutient) dan EQ (Emotional Quotient) merupakan faktor psikologi yang termasuk dalam faktor internal seseorang.

IQ (Intelligence Qoutient) dan EQ (Emotional Quotient) termasuk dalam input yang berperan penting dalam menentukan menang atau kalah atlet dalam bertanding. Dengan demikian, IQ (Intelligence Qoutient) dan EQ (Emotional Quotient) dapat menentukan prestasi seorang atlet.

Itulah artikel mengenai IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) Menentukan Prestasi Atlet. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait