IQ (Intelligence Quotient) [Pembahasan yang Harus Dipahami Praktisi Olahraga]

2017-03-17

IQ (Intelligence Quotient) [Pembahasan yang Harus Dipahami Praktisi Olahraga]

IQ (Intelligence Quotient). Intelegensi merupakan kesanggupan jiwa untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam situasi yang baru (Sujanto, 2004:66). Merujuk pada Ahmadi dan Widodo (1991:32), intelegensi merupakan sifat kecerdasan jiwa. Menurut pendapat Slameto (2003:56) dan Sukmadinata (2004:93), intelegensi merupakan kemampuan individu bertindak, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dalam situasi yang baru dan menerapkan hubungan yang relevan antara gagasan serta kemampuannya.

Dalam perkembangan selanjutnya, pengertian intelegensi mengalami banyak perubahan, namun selalu mengandung pengertian bahwa intelegensi merupakan kekuatan dan kemampuan melakukan sesuatu. Intelegensi berkaitan dengan perilaku dan cara individu bertindak atau berbuat.
IQ (Intelligence Quotient)
Pada hakekatnya, intelegensi dapat dikatakan berhubungan erat dengan prestasi karena prestasi ditandai dengan adanya perubahan positif tingkah laku seseorang. Intelegensi merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi prestasi seseorang.

Bagi seorang atlet, intelegensi merupakan faktor penting dalam menentukan kemenangan dalam pertandingan. Pada umumnya sebelum bertanding pemain harus mengetahui siapa calon lawannya itu, baik dalam hal kelebihan maupun kekurangannya. Hal ini dimaksudkan agar atlet dapat menentukan pola ataupun strategi yang akan digunakan dalam bertanding nanti. Selain itu, atlet juga dituntut untuk menganalisis permainan lawan, yang kemudian diaplikasikan bagaimana seorang atlet dapat mengungkapkan pendapat saat berdiskusi (Suranto 2005:27).

Faktor yang berpengaruh terhadap Intelegensi

Intelegensi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan pendapat Ahmadi dan Widodo (1991:33), faktor yang mempengaruhi intelegensi meliputi faktor pembawaan (keturunan), kematangan (kondisi fisik), pembentukan (lingkungan), dan minat.

Pembawaan merupakan kesanggupan yang tidak sama pada tiap orang dan dibawa sejak lahir. Kematangan berkaitan dengan munculnya kemampuan jiwa yang berkembang mencapai puncaknya. Pembentukan mencakup faktor luar yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Minat merupakan daya penggerak dan dorongan terhadap intelegensi.

Macam Intelegensi

Berdasarkan arah atau hasilnya, intelegensi dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu intelegensi praktis dan intelegensi teoritis. Intelegensi praktis berkaitan dengan cara mengatasi situasi sulit yang berlangsung cepat dan tepat sedangkan intelegensi teoritis berhubungan dengan cara berpikir seseorang mengenai penyelesaian soal atau masalah dengan cepat dan tepat (Sujanto, 2004:66).

Perkembangan intelegensi sangat tergantung pada cara berpikir dan batas kemampuan seseorang. Intelegensi atau sering dikenal dengan kecerdasan hanya dapat berkembang sampai pada batas kemampuan individu, dan tiap individu memiliki batas kemampuan yang berbeda (Sujanto, 2004:67). Besarnya intelegensi seseorang dapat diketahui melalui pengukuran.

Menurut Syah (2009:82) Intelligence Quotient (IQ) merupakan ukuran tingkat kecerdasan seseorang yang berkaitan dengan usia mental dan usia sebenarnya yang diperoleh dari tes intelegensi. IQ (Intelligent Quotient) adalah suatu skor dari hasil tes intelegensi.

Aspek-aspek IQ (Intelligent Quotient)

Tipe kecakapan yang diukur dengan tes IQ (Intelligent Quotient) menurut Charter (2010:3) meliputi kecakapan verbal, kecakapan numeric, penalaran, dan kecakapan spasial. Kecerdasan verbal berhubungan dengan kapasitas seseorang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan diri sendiri, memahami teks tertulis, dan memahami orang lain.

Kecerdasan numerik berkaitan dengan matematika dan angka, meliputi kemampuan penalaran dan menjalankan fungsi-fungsi aritmatika dasar. Kemampuan dalam memecahkan soal tentang kecakapan spasial adalah untuk mengetahui seberapa baik seseorang mengenali pola dan arti informasi kompleks yang muncul sekilas. Tes kecakapan spasial ditentukan oleh sifat kreatif intuitif seseorang.

Itulah pembahasan mengenai konsep IQ (Intelligence Quotient). Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Dengan memahami konsep ini, maka kita bisa meningkatkan IQ atlet sebagai upaya untuk menunjang pencapaian prestasi olahraga yang maksimal. Terima Kasih.
Artikel Terkait