Keterampilan dalam Latihan Mental

2017-03-11

Keterampilan dalam Latihan Mental

Keterampilan dalam latihan mental. Keterampilan (skills) menurut Vealey (1988: 326) adalah "Qualities to be attained, as opposed to methods which are prosedures or techniques athletes engage in to develop skills". Keterampilan merupakan kualitas yang harus dicapai, sedangkan metode merupakan prosedur atau teknik yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan. Keterampilan mental dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu, 1) keterampilan dasar (foundation skills), 2) keterampilan performa (performance skills), 3) keterampilan fasilitatif (facilitative skills).

Keterampilan Dasar (Foundation Skills)

Keterampilan dasar menurut Vealey (1988:328) adalah "... those qualities that are basic and necessary psychological skills". Maksudnya, kualitas yang merupakan dasar keterampilan mental. Selanjutnya Vealey: Kirschenbaum (2005: 288) menjelaskan : "Foundation skills are intrapersonal resources that are rhe basic foundation mental skills necessary to acheve success in sport". Maksudnya, keterampilan dasar adalah sumber daya intrapersonal yang merupakan dasar keterampilan mental untuk mencapai sukses dalam olahraga.

Keterampilan dasar meliputi : 
a) motivasi atau motivasi berprestasi (volition, achievement drive), 
b) kesadaran diri (self-awareness),
c) harga diri (self-esteem), 
d) berpikir produktif (productive thinking),
e) kepercayaan diri (self-confidence) (Vealey, 1988)
Keterampilan dasar juga meliputi commitment, motivation, self-confidence, and self-esteem (Hodge, 2007).
Keterampilan dalam Latihan Mental

Keterampilan Performa (Performance Skills)

Keterampilan performa (performance skills). Menurut Kirschenbaum (2005: 290) adalah "Mental abilities critical to the execution of skills during sport performance". Maksudnya adalah kemampuan mental yang sangat penting untuk melaksanakan keterampilan selama penampilan olahraga. Keterampilan performa digunakan selama proses latihan dan pertandingan.

Keterampilan performa meliputi : 
a) pengelolaan energi (energy management)
b) ketergugahan fisik optimal (optimal physical arousal)
c) ketergugahan mental optimal (optimal mental arousal)
d) perhatian optimal (optimal attention)

Keterampilan Fasilitatif (Facilitative Skills)

Keterampilan fasilitatif menurut Vealey (1988: 329) adalah "Facilitative skills are not directly influential on performance and sport behaviour, but once acquired the facilitative behavior in sport as well as other areas of life". Maksudnya adalah keterampilan fasilitatif tidak secara langsung mempengaruhi performa dalam olahraga seperti aspek lainnya dalam hidup.

Keterampilan fasilitatif sangat penting agar atlet mampu melakukan keterampilan performa dengan efektif. Misalnya, keterampilan intrapersonal merupakan keterampilan fasilitatif yang penting bagi atlet untuk melakukan komunikasi secara efektif. Bahkan Gauron (1984) menyebut keterampilan fasilitatif sebagai "communication skills for athletes". Martems (1987a) menyebutnya sebagai "communication skills for coaches". Sedangkan Orlick (1986) menyebutkan "strategies to help athletes deal with the media more efectively".

Keterampilan fasilitatif meliputi :
a) keterampilan intrapersonal (intrapersonal skills)
b) manajemen gaya hidup (lifestyle management). Vealey (1988).

Menurut Chee (2010). Keterampilan fasilitatif meliputi : "Communication, training motivation, teambuilding, teamwork and team spirit, psychological rehabilitation from injury and retirement, lifestyle management".

Itulah artikel mengenai keterampilan dalam latihan mental, yang harus dikuasai oleh atlet yang dibimbing oleh pelatih. Sehingga seorang atlet akan dapat meraih prestasi yang maksimal. Karena sejatinya yang namanya olahraga terlebih untuk mencapai prestasi, dituntut kesatuan antara jiwa, pikiran dan raga atau biasa disebut dengan unity of body mind and soul. Semoga bisa bermanfaat, terima kasih.
Artikel Terkait