Latihan Fisik atau Olahraga Seperti Pisau Bermata Dua

2017-03-03

Latihan Fisik atau Olahraga Seperti Pisau Bermata Dua

Latihan fisik atau olahraga. Artikel kali ini akan membahas mengenai latihan fisik atau olahraga seperti pisau bermata dua. Ungkapan tersebut muncul karena ada dampak positif dan negatif yang disebabkan karena Latihan fisik atau olahraga. Saat ini sudah hampir semua orang melakukan latihan fisik atau olahraga, tapi jika lihat ada beberapa fenomena yang terjadi, yang menyebabkan seseorang mendapatkan sisi negatif dari melakukan latihan fisik atau olahraga. Bisa kita sebut Dark Side of The Physical Training or Sport

Bagaimana seseorang bisa mendapatkan dampak positif dari latihan fisik atau olahraga? dan bagaimana juga seseorang terkena dampak negatif dari latihan fisik atau olahraga. Kedua pertanyaan tersebut mungkin ada dibenak kita yang sedang membaca artikel ini. 

Dikatakan seperti pisau bermata dua karena, ada kebermanfaatan dalam latihan fisik atau dan ada juga kecelakaan dalam melakukan latihan fisik atau olahraga.

Dampak Positif Latihan Fisik atau Olahraga Bisa Didapat Jika?
Latihan fisik atau olahraga bisa mendatangkan dampak positif jika pelaku olahraganya memahami betul prinsip penetapan dosis latihan untuk usianya, dan mengetahui cara, aturan dalam melakukan latihan fisik atau olahraga.

Prinsip penetapan dosis untuk latihan fisik atau olahraga bukan menggunakan berbagai mitos yang sering beredar diantaranya ada indikator sampai muntah kuning menandakan bahwa dosis latihan fisik atau olahraganya sudah sesuai dan diaminkan juga oleh pelaku olahraganya bahwa setelah dia melakukan latihan fisik atau olahraga kemudian muntah maka terasa ringan dan lega. Dimana-dimana yang namanya habis muntah sudah pasti perasaannya ringan dan lega, seperti halnya orang yang mabuk ketika naik kendaraan.
Latihan Fisik atau Olahraga Seperti Pisau Bermata Dua
Bagaimana seharusnya penetapan dosis latihan untuk kita yang masih awam untuk melakukan latihan fisik atau olahraga?. Muncul lagi nih pertanyaannya ya. Dosis latihan fisik atau olahraga ditetapkan menggunakan rumus FITT (Frequensy, Intensity, Time and Type). Rumus FITT tersebut juga, bisa dijadikan sebagai beban latihan kita, yang memang bisa kita atur sesuai dengan Usia dan Kondisi Fisik tubuh kita. Penjelasan lebih jelas mengenai FITT ini sudah saya bahas di artikel berikut ini, silahkan dibaca ya,
Dampak Negatif Latihan Fisik atau Olahraga Bisa Terjadi Karena?
Latihan fisik atau olahraga bisa berdampak negatif jika pelaku olahraganya tidak mengetahui penetapan dosis latihan fisik atau olahraga yang sesuai dengan tingkat kebugaran dan usianya, serta tidak mengetahui cara dan aturan melakukan latihan fisik atau olahraga.

Kita harus menyadari, ketika usia sudah tidak muda lagi untuk melakukan latihan fisik atau olahraga dalam waktu yang lama, intensitasnya melebihi batas. (Bagaimana menghitung intensitas?) silahkan baca di artikel ini Cara menentukan intensitas latihan atau olahraga. Maka tubuh jangan dipaksakan untuk terus bekerja meskipun semangat berolahraga masih menggelora. Dan yang harus diperhatikan memang jam melakukan olahraga tersebut yang memang diluar ketentuan. Contoh seperti ada yang melakukan olahraga lewat pada jam 9 malam, yang memang bukan waktunya untuk melakukan olahraga. Pada jam tersebut seharusnya tubuh sudah memulai untuk melakukan istirahat sebagai waktu recovery energi untuk beraktifitas di esok harinya.

Itulah artikel mengenai latihan fisik atau olahraga seperti pisau bermata dua. Jangan lupa bahwa tubuh kita memiliki limit seiring bertambahnya usia. Batas denyut nadi maksimal kita semakin menurun seiring berjalannya usia. Sesuaikan dosis berolahraga kita supaya kita bisa mengambil manfaat dari melakukan latihan fisik atau olahraga. Sekian artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait