Manfaat Massase Olahraga Sebelum, Saat dan Setelah Pertandingan

2017-03-14

Manfaat Massase Olahraga Sebelum, Saat dan Setelah Pertandingan

Manfaat Massase Olahraga Sebelum, Saat dan Setelah Pertandingan. Secara garis besar masase dapat dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: massase sebelum pertandingan (pre-event), massase sesudah antar pertandingan (inter-event) dan massase sesudah pertandingan (post-event) (Moraska 2005: 370). Massase sebelum pertandingan membantu atlet dalam mempersiapkan diri untuk mengahadpi kompetisi pertandingan, massase pada sat pertandingan digunakan antar kerja fisik pada saat pertandingan sedangkan massase sesudah pertandingan dilakukan untuk mempercepat pemulihan atlet (Cafarelli et al. 1992: 8). Pada umumnya massase pertandingan dilakukan secara cepat dalam durasi yang pendek (10-15 menit) dan ditujukan pada kelompok otot yang besar.

Menurut Moraska (2005:370) fungsi dan kerja masase sebelum, pada saat dan sesudah pertandingan terdapat pada gambar di bawah ini.
Manfaat Massase Olahraga Sebelum, Saat dan Setelah Pertandingan

Massase Sebelum Pertandingan

Massase sebelum pertandingan (pre-event massage) merupakan jenis massase yang digunakan sebagai pelengkap dari kegiatan pemanasan atlet untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah dan limfe serta untuk mengurangi ketegangan otot sebelum bertanding. massase jenis ini dilakukan beberapa saat sebelum kompetisi (Hemmings 2001: 165).

Massase sebelum pertandingan dilakukan idealnya dilakukan selama 10-15 menit. Massase dengan intensitas ringan dan jangka waktu terlalu lama justru akan menurunkan kemampuan kontraksi otot. Jenis manipulasi yang digunakan biasanya adalah teknik Swedia (petrissage, vibration atau percussion), compression, jostling, strokes dan frictions (Goats 1994: 149). Dari teknik ini eufleurage cepat dilakukan untuk menstimulasi dan menghangatkan otot serta petrisase untuk melancarkan kerja otot dan mengurangi ketegangan otot. Eufleurage pada umumnya bersifat relaksatif akan tetapi apabila dilakukan dengan cepat dapat bersifat stimulatif. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan percussion dan cupping untuk menstimulasi kontraksi otot (Best et al. 2008: 446).

Pada jenis olahraga tertentu jenis deep massage merupakan jenis yang dikontraindikasikan mengingat teknik massase ini memicu fleksibilitas sehingga dapat mengurangi kecepatan dan kekuatan. Bagian tubuh yang di massase bervariasi tergantung dengan jenis olahraga walaupun pada umumnya target utama massase adalah kaki dan punggung. massase pre-event dilakukan sebelum dilakukan pemanasan sehingga efek fisiologis pemanasan dapat terjadi secara maksimal.

Hemming (2000:109) mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan pada massase sebelum pertandingan adalah sebagai berikut :
  1. Gunakan teknik massase sesuai dengan tujuan kompetisi.
  2. Massase ditujukan untuk menimbulkan hyperimia jangka panjang.
  3. Massase diawali dengan intensitas ringan kemudian secara bertahap ditingkatkan tekanan dan kecepatannya.
  4. Masseur tidak diperkenankan untuk memeberikan komentar negatif kepada atlet untuk mencegah turunnya mental atlet.
  5. Apabila ditemukan terjadi cedera, kekakuan otot yang sangat, hal ini sebaiknya dikemukanan terlebih dulu pada pelatih untuk ditindaklanjuti oleh pelatih
  6. Waktu massase memeperhitungkan waktu terjadinya kompetisi, sebagai contoh bila kompetisi akan dimulai dalam 30 menit, massase dilakuakan secara singkat (5-10 menit) sehingga masih terdapat waktu untuk pemanasan.
  7. Pada olahraga endurance, teknik massase ditujukan untuk fleksibilitas.
  8. Pada olahraga dengan kebutuhan kekuatan, target massase adalah otot spesifik yang dipakai dalam pertandingan.

Massase Saat Pertandingan

Massase dalam pertandingan dilakukan diantara event olahraga yang dilakukan secara berturut-turut pada durasi waktu yang pendek (inter–workout-recovery) seperti pada kompetisi renang, tennis, lari, futsal dan sebagainya (Best et al. 2008: 446). Pada keadaan ini, masseur mengidentifikasi tempat terjadinya ketegangan otot maupun gangguan lainnya yang terjadi selama kompetisi.

Pada keadaan ini dilakukan eufleurage dan petrissage untuk memperbaiki ketegangan otot. Stroking dapat pula dilakukan untuk meningkatkan peredaran darah. Pada keadaan ini sisa metabolisme dapat lebih cepat tereliminasi. Walaupun demikian stroking yang dilakukan tidak boleh terlalu dalam karena dalam jangka pendek justru dapat mengganggu peredaran darah.

Pada keadaan ini masseur juga sekaligus mendiagnosis apabila terjadi gangguan cedera (Hemmings 2001: 165). Pada dasarnya perlu dilakukan berbagai jenis teknik massase untuk meningkatkan proses pemulihan, meningkatkan potensi stabilitas kapasitas aerobik dan anaerobik serta mengurangi resiko cedera (Cafarelli et al. 1992: 8).

Massase intra-event akan membantu meningkatkan fleksibilitas dan biasanya dilakukan pada waktu jeda antar set pertandingan. Proses ini penting untuk mencegah terjadinya cedera akibat keteganagn otot. massase jenis ini hanya dilakukan selama 10 menit dan dikerjakan pada area otot yang banyak dipergunakan oleh atlet (Cafarelli et al. 1992: 8).

Massase Sesudah Pertandingan

Massase sesudah pertandingan dilakukan beberapa saat setelah pertandingan dengan tujuan mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan pembuangan sisa metabolisme yang terjadi setelah kerja fisik dengan intensitas tinggi. Selain itu dilakukan juga upaya untuk mengurangi nyeri paska latihan yang terjadi segera maupun beberapa saat setelah kerja fisik, memelihara jangkauan sendi dan meningkatkan peredaran darah dan limfe pada otot yang mengalami ketegangan (Hemmings et al. 2000: 109).

Penelitian membuktikan bahwa penggunaan massase setelah pertandingan mengurangi waktu pemulihan dan secara bermakna dapat mencegah nyeri setelah pertandingan (DOMS: delayed onset of muscle soreness) (Hilbert et al. 2003: 72). Massase setelah pertandingan dilakukan setelah dilakukan fase pendinginan dan stretching.

Manfaat dari massase post-event membantu mempercepat pemulihan otot untuk dapat kembali pada keadaan rileks dan istirahat. Massase pada keadaan ini terjadi peningkatan balikan darah vena (venous return) sehingga dapat meningkatkan proses  pembersihan  sisa  metabolisme. Pada keadaan ini, masseur juga dapat mengidentifikasi adanya titik-titik nyeri yang timbul akibat kerja dengan intensitas tinggi. massase setelah pertandingan biasanya dilakukan sekitar 10 sampai 15 menit.

Moraska (1995:370) merekomendasikan beberapa jenis teknik yang dilakukan sebagai berikut:
  1. Effleurage untuk menenangkan sistem saraf
  2. Compression untuk mengembalikan serabut otot pada posisinya serta meningkatkan sirkulasi darah dan limfe.
  3. Petrissage untuk mengurangi kekakuan otot.
  4. Stroking yang diakhiri effleurage kompresif untuk meringankan rasa nyeri.
Selama  dilakukan  massase,  masseur  perlu  mengidentifikasi  adanya  luka, memar, gejala strain ataupun sprain supaya dapat dilakukan penanganan secara dini. massase dilakukan 1 sampai 2 jam setelah latihan agar pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang terjadi setelah latihan dapat normal kembali. massase setelah pertandingan dilakukan secara ringan dengan intensitas ringan untuk menghindari perburukan cedera yang terjadi (Martin et al. 1998: 30).

Tujuan utama dari massase sesudah pertandingan adalah meningkatkan pembuangan sisa metabolisme dan mengurangi pembengkakan. Eufleurage ringan akan mengurangi pembengkakan sedangkan petrissage akan membantu menghilangkan toksin dan mengurangi ketegangan otot. Pada prinsipnya massase setelah pertandingan adalah mempercepat kembalinya fungsi homeostasis, mengatasi keteganngan otot, kram dan inflamasi (Callaghan 1993: 28).

Itulah artikel mengenai manfaat massase olahraga sebelum, saat dan setelah pertandingan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait