Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis Prestasi Olahraga

2017-03-17

Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis Prestasi Olahraga

Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis yang Berkaitan dengan Prestasi Olahraga. Aspek-aspek mental psikologis dapat diuraikan dalam tiga dimensi yang meliputi fungsi kognitif, afektif dan konatif. Ketiga dimensi ini berkaitan dengan proses belajar. Fungsi kognitif berkaitan dengan fungsi berfikir, berkaitan dengan intelegensi. Termasuk didalamnya adalah daya analisis, konsentrasi dan pengambilan keputusan. Fungsi afektif berkaitan dengan perasaan dan emosi. Sedangkan fungsi konatif berkaitan dengan tingkah laku.

Dalam olahraga, fungsi kognitif diperlukan untuk diantaranya mengembangkan strategi permainan, fungsi afeksi untuk mengendalikan emosi serta menggelorakan semangat, dan fungsi tingkah laku dapat untuk memupuk sportivitas .

Motivasi

Motivasi muncul karena adanya sumber yang mendorong manusia untuk berusaha. Intensitas dari usaha untuk mencapai sasaran itulah yang mencerminkan kuat atau lemahnya motivasi. Sesuai dengan teori sistem kebutuhan, seseorang akan menampilkan suatu perilaku karena adanya kebutuhan akan suatu hal tertentu, yang biasanya merupakan kekurangannya.
Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis Prestasi Olahraga
Kebutuhan tersebut ada yang bersifat primer dan sekunder. Kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar untuk hidup yang bersifat fisiologis, seperti kebutuhan akan makanan, oksigen, dan aktivitas seksual. Sedangkan yang termasuk kebutuhan sekunder adalah kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, dan aktualisasi diri.

Maka pada dasarnya setiap tingkah laku dapat ditelusuri sampai kepada kebutuhan apa yang mendasari tingkah lakunya, yang kemudian tingkah laku tersebut diarahkan pada suatu tujuan. Jika tujuan tercapai, maka kebutuhan terpenuhi dan dorongan tidak ada lagi, sampai timbulnya kebutuhan baru. Hal ini merupakan suatu siklus yang disebut siklus motivasi. Hal ini dapat diterapkan dalam dunia olahraga, dimana tingkah laku dapat diarahkan untuk mencapai tujuan olahraga.

Motivasi untuk melakukan sesuatu dapat bersumber dari dalam manusia itu sendiri (intrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik). Motivasi intrinsik adalah dorongan untuk berbuat yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk berbuat yang lebih disebabkan oleh pengaruh dari orang lain atau lingkungan.

Motivasi intrinsik dapat merupakan karakter atau ciri khas seseorang yang dibawa sejak lahir, namun dapat juga diperoleh melalui suatu proses belajar sampai terjadi proses internalisasi sehingga menjadi bagian dari kepribadiannya. Contohnya adalah seorang atlet yang ingin menjadi juara seperti idolanya, dan atlet melakukan latihan keras sehingga sedikit demi sedikit menghasilkan prestasi, dimana kemudian atlet merasakan kepuasan menjadi juara, dan alasan atlet tersebut berlatih keras bukan lagi karena ingin seperti idolanya, tetapi karena atlet itu sendiri memiliki kebutuhan akan kepuasan menjadi juara.

Sedangkan pada motivasi ekstrinsik, penguatan untuk melakukan sesuatu diberikan oleh orang lain, misalnya dalam bentuk bonus atau hadiah jika atlet mampu mencapai suatu target tertentu. Pemberian hadiah dapat berdampak positif maupun negatif. Positifnya, atlet bisa menjadi semangat, gigih dan berjuang keras dalam mencapai suatu target yang memang memungkinkan baginya untuk mencapai target tersebut. Negatifnya, atlet akan menjadi terbiasa mengharapkan bonus, sehingga jika pada kesempatan lain tidak dijanjikan bonus atau hadiah, maka atlet tidak bersemangat dalam mencapai tergetnya.

Demikian pula jika targetnya terlalu tinggi sehingga hampir mustahil bagi atlet untuk mencapainya, maka iming- iming bonus itu akan berdampak negatif bagi atlet, karena ia bisa merasa frustrasi, apatis, menyalahkan diri sendiri atau orang lain karena tidak mungkin ia mendapatkan bonus tersebut. Motivasi ekstrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik, setelah melalui proses belajar atau pengalaman, atlet merasakan kepuasan menjadi juara sebagai suatu kebutuhan.

Emosi

Emosi merupakan suatu aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan. Emosi ada yang positif dan ada yang negatif. Misalnya, gembira, senang, bahagia, sedih, kecewa, cemburu, marah, kesal, dan sebagainya. Gejolak emosi dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiologis sehingga menimbulkan gejala psikofisiologis, seperti jantung berdebar keras, tekanan darah meninggi, atau fungsi pencernaan terganggu, dimana sebenarnya secara organis tidak terjadi kelainan apapun.
Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis Prestasi Olahraga
Dalam olahraga, emosi yang tidak terkendali tentunya akan menghambat penampilan sehingga atlet tidak dapat meraih prestasi optimalnya. Pelatih, pembina, psikolog dan dokter olahraga harus cermat dalam melakukan observasi, analisis dan evaluasi terhadap kebiasaan dan ciri khusus setiap atletnya, khususnya pada saat-saat menegangkan sebelum turun bertanding.

Reaksi atlet dalam menghadapi ketegangan dan cara mengatasinya bisa berbeda-beda. Ada atlet yang lebih suka menyendiri namun ada pula yang justru ingin ditemani saat menghadapi pertandingan.

Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang hati-hati dalam usaha membantu atlet mengendalikan emosi dalam menghadapi ketegangannya. Salah satu cara adalah dengan mengajarkan atlet teknik-teknik pengendalian emosi dan ketegangan, seperti latihan relaksasi, pernafasan dan visualisasi. Teknik-teknik ini akan dipelajari lebih mendalam di pelatihan tingkat muda.

Namun pada intinya, gejolak emosi yang berupa ketegangan sebelum bertanding dapat dikurangi dengan melakukan gerakan pemanasan yang cukup.

Kemudian pelatih perlu memperlihatkan sikap positif terhadap atletnya dengan memberikan kata-kata penyemangat dan instruksi yang singkat, jelas, sehingga atlet akan fokus hanya kepada penampilannya, bukan terhadap rasa tegangnya, dan pada akhirnya sang atlet juga akan berfikir positif dan optimis dalam menghadapi pertandingannya.

Itulah artikel mengenai Motivasi dan Emosi, Aspek Psikologis yang Berkaitan dengan Prestasi Olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait