Strategi Meningkatkan Motivasi Atlet untuk Berlatih dan Bertanding

2017-03-09

Strategi Meningkatkan Motivasi Atlet untuk Berlatih dan Bertanding

Strategi Meningkatkan Motivasi Atlet. Meningkatkan motivasi atlet sangat dibutuhkan baik pada saat melakukan program latihan dan pada saat pertandingan. Prinsip dan teori motivasi dapat meningkatkan penampilan Atlet. Penerapan motivasi merupakan pekerjaan pelatih dan atlet dalam situasi tertentu. Banyak pelatih yang mengatakan bahwa motivasi atlet itu harus terlihat dalam tanggung jawab atlet setelah atlet tersebut mempelajari berbagai keterampilan dalam olahraga.

Terkait dengan keadaan tersebut, pelatih harus memiliki kemampuan untuk memberikan motivasi atlet supaya atlet tertarik untuk berlatih keterampilan teknik yang kemudian mampu menerapkannya dalam situasi kompetisi yang sebenarnya. Kemampuan tersebut terkait dengan beragam strategi yang bisa digunakan oleh pelatih untuk meningkatkan motivasi atletnya.

Mengenai strategi meningkatkan motivasi atlet, Brewer (2009, 8) mengemukakan beberapa strategi yang dapat digunakan dalam upaya untuk meningkatkan motivasi atlet baik pada saat berlatih dan bertanding.

Strategi Meningkatkan Motivasi Atlet

1. Tetapkan Goal-Setting
Goal-setting merupakan prosedur untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapai baik tujuan jangka pendek, menengah, sampai pada tujuan jangka panjang. Goal-setting ditetapkan untuk memeotivasi atlet supaya lebih produktif dan efektif dalam menampilkan performa yang bagus.

2. Memberikan penguatan (strengthenin) atau umpan balik (feed back)
Kenapa penguatan dan umpan balik harus diberikan? Menurut teori operant conditioning, perilaku bisa juga dipengaruhi dan dikendalikan dengan serangkaian manipulasi. Kapan waktu yang tepat untuk memberikan penguatan dan umpan balik oleh pelatih?, berikan ketika atlet berprilaku positif maupun negatif.

Penguatan maupun umpan balik bisa bersifat umum jika merujuk pada gerakan yang umum. Umpan balik sering digunakan pelatih untuk mendorong atlet supaya terus berlatih. Kata-kata seperti bagus. waaw, mengagumkan, hebat dll, adalah beberapa contoh dari upaya umpan balik dari pelatih secara umum. Kata-kata tersebut tidak memberikan informasi spesifik untuk meningkatkan keterampilan atletnya, tapi dapat menjaga dan meningkatkan lingkungan latihan yang positif khususnya bagi atlet yang memerlukan perhatian karena keterampilannya yang masih rendah dan belum mempunyai motivasi intrinsik yang kuat.
Pelatih Memberikan Motivasi Atlet untuk Berlatih dan Bertanding
Berikutnya, penguatan dan umpan balik bisa bersifat spesifik, jika berisikan informasi spesifik yang menyebabkan atlet mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan dan mengetahui bagaimana seharusnya mereka berlatih dan bertanding. Umpan balik seperti ini bisa diberikan ketika atlet menyadari bahwa dirinya membuat sebuah kesalahan, tapi tidak mengetahui bagaimana solusinya untuk memperbaiki kesalahannya. 

Contoh memberikan umpan balik misalnya ketika atlet mengetahui bahwa gerakan teknik yang dilakukannya salah tapi tidak mengetahui bagaimana cara memperbaikinya. Maka kewajiban pelatih untuk memberikan umpan balik kepada atlet dengan menganalisa gerakan yang dilakukan atletnya dan memberi tahukan bahwa ada fase gerakan yang salah yang dilakukan oleh atletnya.

3. Ciptakan situasi yang menyenangkan di lingkungan atlet
Segala macam kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh atlet dengan bimbingan dari pelatihnya, harus didasari dengan unsur kesenangan, atlet harus senang melakukan aktivitas rutin yang sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai atlet. Yang artinya bahwa, aktivitas yang dilakukan oleh atlet pada saat berlatih ataupun bertanding tidak didorong oleh perasaan terpaksa.

Dari ketiga strategi meningkatkan motivasi atlet tersebut, kita sebagai pelatih bisa meningkatkan motivasi atlet yang memang seperti layaknya air pasang dan surut. Seorang pelatih, harus benar-benar jeli dalam memberikan motivasi kepada atletnya yang didasari pada prinsip latihan yaitu prinsip individual. Cara yang diberikan untuk meningkatkan motivasi atlet akan berbeda dan harus berbeda yang disesuaikan dengan karakter atlet itu sendiri,

Itulah artikel mengenai strategi meningkatkan motivasi atlet untuk berlatih dan bertanding yang bisa diterapkan pada saat proses latihan dan ketika bertanding. Jadilah pelatih yang disukai oleh atletnya, sehingga atlet menjadi nyaman dalam melakukan semua rangkaian kegiatan dalam program latihan yang diberikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait