Teknik Massase dan Penggunaannya pada Atlet (Pertandingan)

2017-03-14

Teknik Massase dan Penggunaannya pada Atlet (Pertandingan)

Teknik Massase dan Penggunaannya pada Atlet (Pertandingan). Masase merupakan teknik manipulasi jaringan lunak melalui tekanan dan gerakan. Teknik ini dapat dilakukan pada seluruh tubuh maupun pada bagian tertentu (contoh punggung, kaki dan tangan). Masase dengan teknik Swedia memiliki aplikasi pokok berupa teknik gerakan seperti effleurage, petrissage, vibration, dan tapotement. Callaghan (1993:28) menguraikan beberapa pengertian serta teknik dasar aplikasi masase tersebut sebagai berikut:

Effeurage
Eufleurage (menggosok), adalah gerakan ringan berirama yang dilakukan pada seluruh permukaan tubuh. Effleurage menggunakan seluruh permukaan telapak tangan dan jari-jari untuk menggosok daerah tubuh tertentu. Tujuan aplikasi ini adalah memperlancar peredaran darah dan cairan getah bening (limfe).
Effeurage Massase

Friction
Friction (menggerus) adalah gerakan menggerus yang arahnya naik dan turun secara bebas. Friction (menggunakan ujung jari atau ibu jari dengan menggeruskan melingkar seperti spiral pada bagian otot tertentu. Tujuannya adalah membantu menghancurkan myloglosis, yaitu timbunan sisa-sisa pembakaran energi (asam laktat) yang terdapat pada otot yang menyebabkan pengerasan pada otot.
Friction Massase

Petrissage
Petrissage merupakan manipulasi yang terdiri dari perasan, tekanan, atau pengangkatan otot dan jaringan dalam. Efek petrissage dapat mempengaruhi saraf motorik. Efek petrissage sangat berguna pada saat terjadi kelelahan otot. Petrissage (memijat) yaitu dilakukan dengan memeras atau memijat otot-otot serta jaringan penunjangnya, dengan gerakan menekan otot kebawah dan kemudian meremasnya, yaitu  dengan  jalan  mengangkat  seolah-olah menjebol otot keatas. Tujuan dari petrissage yaitu untuk mendorong aliran darah kembali kejantung dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran.
Petrissage Massase

Tapotement
Tapotement merupakan gerakan pukulan ringan berirama yang dibarikan pada bagian yang berdaging. Tujuannya adalah mendorong atau mempercepat aliran darah dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya. Tapotement (memukul) yaitu dengan kepalan tangan, jari lurus, setengah lurus atau dengan telapak tangan yang mencekung, dengan dipukulkan ke bagian otot-otot besar seperti otot punggung. Tujuannya yaitu untuk merangsang serabut saraf tepi dan merangsang organ-organ tubuh bagian dalam.
Tapotement Massase

Vibration
Vibration (menggetarkan), yaitu gerakan menggetarkan yang dilakukan secara manual juga mekanik. Tujuannya adalah untuk merangsang saraf secara halus dan lembut agar mengurangi atau melemahkan rangsang yang berlebihan pada saraf yang dapat menimbulkan ketegangan. Vibration (menggetar) yaitu manipulasi dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari, getaran yang dihasilkan dari kontraksi isometri dari otot-otot lengan bawah dan lengan atas, yaitu kontraksi tanpa pemendekan atau pengerutan serabut otot. Tujuan vibration yaitu untuk merangsangi saraf secara halus dan lembut, dengan maksud untuk menenangkan saraf.
Vibration Massase

Masase pada atlet bertujuan untuk mempersiapkan fisik maupun mental atlet sebelum mengikuti pertandingan, memaksimalkan potensi prestasi atlet, mempercepat proses pemulihan (recovery) serta mengurangi resiko terjadinya cedera maupun gangguan lain akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi (Cafarelli et al. 1992: 8).

Manipulasi masase ditujukan untuk mendiagnosis ada tidaknya gangguan fisik sebelum atau sesudah pertandingan, memperbaiki gangguan fisik yang terjadi, memobilisasi dan memberbaiki tonus otot, mencetuskan relaksasi, menstimulasi sirkulasi untuk mempercepat proses pemulihan (Martin et al. 1998: 30).

Dalam hal ini masseur harus mengenal otot-otot yang paling terdampak pada aktivitas olahraga tertentu serta bagaimana responnya terhadap berbagai jenis teknik masase. Pada pelaksanananya sports masase mengakomodasikan teknik Swedia dengan beberapa aplikasi spesifik seperti: effleurage, petrissage, vibration, dan tapotement.

Bentuk Manipulasi Massage dalam Event Pertandingan

Bentuk Manipulasi Massage dalam Event Pertandingan
Lebih lanjut Martin (1998:30) menguraikan  fungsi spesifik masase sebagai berikut :
  1. Membantu pemeliharaan seluruh tubuh sehingga meningkatkan performa fisik
  2. Mengurangi  resiko  cedera  dan  penurunan  mobilitas  terutama  pada  olahraga dengan resiko tinggi.
  3. Membantu mempercepat penyembuhan cedera dan memperbaiki mobilitas.
  4. Meningkatkan performa fisik dan meningkatkan ketahanan
Adapun menurut Hemming (2000:109) efek utama masase pada atlet beserta mekanisme kerjanya adalah  sebagai seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.
efek utama massase
Dengan mengetahui konsep dari teknik massase serta penggunaannya pada saat pertandingan maka kita dapat membantu atlet untuk menampilkan performa puncaknya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih
Artikel Terkait