Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

2017-03-18

Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Tumbuh Kembang Anak Usia Dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) pada akhir-akhir ini telah berkembang pesat di masyarakat. Hal ini merupakan fenomena yang menggembirakan karena anak-anak sejak usia muda belia telah mendapat pendidikan dengan pendekatan yang baik dan ilmiah. Dengan demikian, diharapkan anak-anak ini kelak di masa dewasa menjadi manusia yang berkualitas tinggi, baik dari aspek jasmani (kebugaran jasmani melalui olahraga) maupun rohani.

Menurut Rahman (2005:3), anak usia dini adalah anak yang mempunyai usia antara 0 sampai 8 tahun. Demikian juga menurut Ebbeck (1991:11), pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan  kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan dengan memberi rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Menurut McCrone (Julianti, 2002: 33-35), proses pembentukan bagian atas otak dimulai saat manusia dalam rahim, di sana janin sudah mulai melatih sirkuit motor, meraba, merasa, dan mendengar. Setelah lahir, otak bagian atas ini benar-benar berkembang.

Neuron pada  korteks  otak memasuki pertumbuhan yang sangat cepat dan menyebarkan dendrit dan akson ke segala arah. Pada tahun-tahun awal, otak bayi mampu membentuk hampir dua juta sinapsis setiap detik, tetapi masih acak, demikian juga hubungan yang dibentuk masih belum sempurna. Pada usia enam bulan otak bayi telah membuat sinapsis banyak sekali sehingga dua kali lipat dari yang dibutuhkan.

Pendidikan usia dini ini penting untuk diberikan kepada anak-anak bangsa karena masa anak usia dini (0-8 tahun) merupakan usia emas (golden age) dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga sangat tepat untuk membina dan mengembangkan seluruh potensi anak, misalnya intelektual, emosional, kepribadian, dan jasmani.
Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Menurut Rahman (2005:1), partumbuhan otak manusia pada usia 4 tahun telah mencapai 50%, usia 8 tahun mencapai 80%, dan usia 18 tahun telah mencapai 100% dari otak orang dewasa. Perkembangan otak diperkirakan berjalan sampai usia 50 tahun. Oleh karena itu, banyak orang dapat menyelesaikan program pendidikan S2, dan S3 pada usia di bawah 50 tahun.

Pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda. Pertumbuhan mempunyai pengertian bertambahnya volume/ukuran organ tubuh, sedang perkembangan adalah semakin meningkatnya fungsi organ-organ tubuh.

Pengalaman yang diperoleh masa kanak-kanak (childhood) tidak akan hilang dan akan berpengaruh terhadap tingkah laku saat usia telah dewasa. Sebagai contoh, anak yang dilatih belajar  keras  sejak kecil, gigih meraih cita-cita, nanti setelah dewasa akan menjadi orang yang gigih, ulet, dan menjadi pekerja keras. Demikian juga sebaliknya, masa anak-anak dididik dengan kemanjaan, segalanya serba mudah dan enak, maka setelah dewasa sulit menjadi orang yang mandiri dan selalu bergantung pada orang lain.

Menurut Eliyawati (2005:18), karakteristik anak usia dini yang menonjol dalam kaitannya dengan aktifitas belajar di antaranya adalah bersifat unik, egosentris, aktif dan energik, eksploratif dan berjiwa bertualang, ekspresi perilakunya relatif spontan, kaya dan senang dengan fantasi/daya hayal, mudah frustasi, kurang pertimbangan, daya perhatiannya pendek, gairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman dan semakin menunjukkan minat terhadap teman.

Seifert, Hoffnung (1987:318) menyampaikan tentang kemampuan sentuhan (touch) dan pelihatan (visual) pada anak prasekolah sebagai berikut.

Sentuhan anak prasekolah mampu mendeteksi terhadap benda–benda tiga demensi yang sederhana. Untuk membedakan bentuk peka dengan tangan kiri, sedang menghitung sudut peka dengan tangan kanan. Kemampuan penglihatan dapat menunjukkan bentuk yang sederhana, mampu membuat garis lurus dengan baik, jika disuruh mencocokan gambar maka akan lebih baik jika gambar berada pada posisi tidur di sebelah kiri bidang pandangannya.

Itulah artikel mengenai tumbuh kembang anak usia dini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di Website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait