9 Manfaat Jogging Sebagai Aktivitas Fisik yang Dianjurkan Bagi Tubuh

2017-04-04

9 Manfaat Jogging Sebagai Aktivitas Fisik yang Dianjurkan Bagi Tubuh

9 Manfaat Jogging Sebagai Aktivitas Fisik yang Dianjurkan Bagi Tubuh. Jogging merupakan jenis aktivitas fisik yang dianjurkan bagi tubuh karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Secara lebih rinci akan dijelaskan oleh Cundiff dan Brynteson (1984) yang dikembangkan lebih lanjut sebagai berikut:

9 Manfaat Jogging

1. Meningkatkan tingkat kesehatan secara umum.

Telah terdokumentasi dari berbagai literatur bahwa berbagai penyakit berhubungan dengan hypokinesia, yaitu kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan manusia.

Apabila jogging mampu meningkatkan daya kerja jantung, paru-paru, pembuluh dan komposisi darah, maka bisa disimpulkan dengan aman bahwa jogging juga mampu meningkatkan kesehatan seseorang secara umum.

Orang akan lebih terhindar dari penyakit hipokinetik serta tubuh menjadi lebih kuat dalam menangkal penyakit lainnya.

2. Jenis aktivitas fisik yang efisien.

Di tengah kesibukan tugas dan pekerjaan sehari-hari, orang biasanya kekurangan waktu untuk melakukan aktivitas lain. Ditinjau dari kontribusi maksimum suatu program latihan fisik, jogging memberikan manfaat dan hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan berbagai aktivitas lainnya. 
9 Manfaat Jogging Sebagai Aktivitas Fisik yang Dianjurkan Bagi Tubuh
Misalnya, melakukan jogging sejauh 1,5 kilometer selama 10 menit kira-kira sebanding dengan bermain tenis selama 1 jam, bermain bolabasket selama 25 menit, atau menyelesaikan 18 holes dalam golf. Artinya, jogging merupakan aktivitas fisik yang paling efisien dilihat dari segi pemanfaatan waktu pelaksanaannya.

3. Tidak memerlukan biaya tinggi.

Salah satu keuntungan menjadikan jogging sebagai aktivitas rutin adalah tidak diperlukan biaya khusus yang bisa menggerogoti dana keseharian. Sepasang sepatu dan kaus kaki yang layak dipakai, sebuah handuk kecil, dan pakaian yang sesuai adalah segalanya yang dibutuhkan, di samping kuantitas dan kualitas air minum yang memang harus disediakan.

4. Membantu mengurangi ketegangan atau stres.

Kehidupan perkotaan masa kini sarat dengan aktivitas manusia dan kendaraan. Polusi suara dan udara menjadi karakteristik tersendiri yang membelengu orang kota, sementara mereka harus tetap beraktivitas dalam kesibukan pekerjaan, perdagangan, sekolah, perkuliahan dan sebagainya. Intensitas interaksi sosial terasa tinggi dengan berbagai permasalahan dan konflik intra dan interpersonal. Akibatnya tinggi pula kemungkinan terjadinya peningkatan ketegangan, stres, dan gangguan mental lainnya.

Jogging membantu mengurangi bahkan menghilangkan berbagai gangguan tersebut, khususnya bantu meredakan ketegangan yang dirasakan, dan menyegarkan kembali kepenatan kognitif dan mental seseorang. Semuanya ini memiliki dampak manfaat dan kontribusi positif terhadap kelanjutan pengelolaan kesehatan secara holistik.

5. Membantu mengontrol berat badan.

Pengendalian berat badan berkaitan dengan calorie intake, yaitu makanan yang dikonsumsi, serta calorie output, yaitu energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik yang dilakukan. Aktivitas jogging akan membakar banyak kalori, lebih banyak dari kebanyakan aktivitas lainnya. Akan tetapi harus diperhatikan kecukupan intensitas, durasi, dan kekerapan melakukan untuk dapat mengubah komposisi tubuh seseorang.

Ambang rangsang minimal yang diperlukan adalah jogging selama 30 menit, paling tidak 3 kali dalam seminggu untuk mengurangi sekitar 300 kalori. Di samping itu, jogging juga mengurangi lemak dan mengkondisikan otot-otot tubuh; yaitu mengencangkan kembali dan merampingkan lingkaran pinggang, pinggul, dan paha.

6. Mengkondisikan seseorang untuk intensif berolahraga.

Bagi orang yang berkeinginan untuk menekuni suatu cabang olahraga tertentu, jogging bisa membantu mempersiapkan dan mengkondisikan tubuh sebelum berolahraga dengan intensif, terutama meningkatkan terlebih dahulu daya tahan kardiorespiratori.

Persepsi yang salah adalah menekuni cabang olahraga untuk memiliki kondisi tubuh yang bugar. Seharusnya, orang harus bugar terlebih dahulu sebelum terlibat aktif dalam olahraga pilihannya, sehingga bisa melakukannya dengan lebih menyenangkan dan berkontribusi di dalam interaksi sosial dengan sesama pelaku lainnya.

7. Memberi peluang bersosialisasi.

Jogging memberi peluang besar dalam bersosialisasi dengan orang lain. Mobilitas seorang jogger (pelari) memungkinkan dia berpapasan, bertemu, berbicara dan bergaul dengan banyak orang.

8. Memberikan peluang pencerahan diri.

Rekaman visual setiap kali seseorang jogging akan lebih membuka mata dan mata-hatinya dalam memaknai perbedaan-perbedaan sikap dan perilaku orang lain, bahkan membuka peluang untuk lebih menyadari keragaman sosial dan budaya di tempat ia beraktivitas, serta mampu menatap lingkar kehidupan manusia dengan kearifan yang dalam.

Di samping itu ia akan memiliki kepekaan tersendiri terhadap lingkungan alam sekitar. Ia akan lebih menghargai lingkungan alam di mana manusia hidup, serta mensyukuri keberadaan dan kebermaknaannya bagi kehidupan manusia.

Saat melakukan jogging, kedalaman dan kepekaan rasa akan terfokus dan lumat dalam suasana meresapi dan memaknai keutuhan dan keterikatan nilai-nilai filosofis, psikologis, edukatif, dan sosial yang mencuat dalam diri seseorang. Suasana kejiwaan seperti itu mencerminkan kemampuan dalam memaknai esensi sesungguhnya dari penegasan pengertian holistik dalam memahami kehidupan manusia.

9. Aktivitas independen yang menyenangkan.

Orang tidak perlu berkunjung ke gymnasium atau menjadi anggota suatu klub fitness untuk melakukan jogging, tidak perlu pergi terlebih dahulu ke suatu lokasi tertentu. Sebaliknya, orang yang ingin berkunjung ke suatu lokasi tertentu bisa mencapainya dengan berlari-lari kecil.

Dengan kata lain orang bisa jogging di mana dan ke mana saja sesuai keinginan dan dorongan hatinya. Waktu pun tidak menjadi kendala. Pagi hari, siang, sore, bahkan malam hari orang bisa jogging asal saja dengan mempertimbangkan faktor cuaca, situasi, dan pakaian yang sesuai. Jogging bisa dilakukan sepanjang hayat.

Ada orang Jepang dengan usia mendekati 90 tahun yang masih mampu berlari menyelesaikan jarak 100 meter dan masih mampu menjawab pertanyaan wartawan dengan baik.

Jogging adalah aktivitas yang murni independen, meskipun bisa saja dilakukan bersama orang lain secara berpasangan hingga berkelompok. Murni independen dalam artian yang terkait dengan pikiran dan niat seseorang, dorongan atau motivasi untuk melakukannya. Seorang jogger adalah manajer yang mengelola dirinya secara utuh tanpa ketergantungan pada orang lain.

Itulah artikel mengenai 9 Manfaat Jogging Sebagai Aktivitas Fisik yang Dianjurkan Bagi Tubuh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait