Ergosistema atau Sistem Kerja dalam Olahraga dan Latihan

2017-04-23

Ergosistema atau Sistem Kerja dalam Olahraga dan Latihan

Ergosistema atau Sistem Kerja dalam Olahraga dan Latihan. Ergosistema atau disebut juga sistem kerja, merupakan hal mendasar yang menjadi faktor penentu seorang atlet bisa menguasai komponen latihan atau seseorang yang akan melakukan olahraga. Komponen latihan menurut pakar keilmuan olahraga adalah fisik, teknik, taktik dan mental. Atlet menjalani sebuah proses latihan untuk meraih prestasi di cabang olahraga yang ditekuninya.

Dalam pembahasan keilmuan fisiologi olahraga, ergosistema atau sistem kerja merupakan kumpulan sistema tubuh yang dikategorikan menjadi 3 bagian. 3 Kategori tersebut memiliki kumpulan sistem tubuh yang berbeda dan fungsi yang berbeda juga. 3 Macam kategori ergosistema tersebut adalah sebagai berikut:

3 Kategori Ergosistema

  1. Ergosistema 1 atau Sistem Kerja Primer
  2. Ergosistema 2 atau Sistem Kerja Sekunder
  3. Ergosistema 3 atau Sistem Kerja Tersier
3 Kategori ergosistema tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam memulai sebuah gerak manusia. Tubuh manusia ketika bergerak, seperti halnya sebuah mesin motor yang akan digunakan. Ada sistem sebagai pemicu terjadinya gerakan atau pemberi perintah dan ada juga sebagai penerima perintah. Atau seperti mesin smartphone android dan iphone pada saat ini yang sedang merajai pasar smartphone. Dalam smartphone tersebut terdapat sistem kerja juga, yang diklasifikasikan mirip dengan ergosistema pada manusia.

Ergosistema 1 atau sistem kerja primer

Kategori pertama dari ergosistema adalah ergosistema 1 atau sistem kerja primer. Ergosistema ini, memiliki 3 sistem tubuh yaitu sistem neurvorum (saraf), muscular (otot) dan skeletal (tulang dan sendi).

Fungsi dasar dari ergosistema ini adalah sebagai penghantar rangsang, kontraksi otot dan pergerakan sendi. Komponen kondisi fisik yang terkandung di dalamnya adalah kelentukan, kekuatan dan koordinasi.

Baca Juga :

Pada saat kita mengawali sebuah gerakan, maka ergosistema inilah yang menjadi motor utama sebagai penggerak dengan bantuan energi yang tersimpan yang sudah tersimpan di dalam otot kita. Ergosistema 1 atau sistem kerja primer ini berkaitan dengan jenis olahraga anaerobik, yang energinya tidak membutuhkan pemecahan dari oksigen terlebih dahulu karena sudah siap pakai di dalam otot. Energi tersebut tidak berlangsung lama dan cepat habis, sekitar 10 detik penggunaan energi anaerobik berupa ATP-PC.

Ergosistema 2 atau sistem kerja sekunder

Supaya ergosistema 1 atau sistem kerja primer bisa berlangsung lama untuk melakukan olahraga, maka didukung oleh ergorsistema 2 atau sistem kerja sekunder. Ergosistema ini memiliki 3 sistem tubuh yang terlibat yaitu: sistem hemo-hidro-limpatik (darah dan cairan getah bening), respirasi (pernapasan), dan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Fungsi dasar dari ergosistema 2 ini adalah sebagai transport O2, CO2, Nutrisi, dan kandungan zat lainnya yang dibutuhkan otot ketika melakukan olahraga. Komponen kondisi fisik yang terlibat adalah daya tahan umum (endurance).

Setelah kita mengawali sebuah gerakan melalui ergosistema 1, maka ergosistema 2 menjadi sarana transportasi zat-zat yang dibutuhkan oleh otot yang sedang bekerja. Sehingga proses pembentukan energi di dalam otot akan bisa terus berlangsung jika kualitas ergosistema 2 sebagai alat transportasi bisa bekerja secara terus menerus.

Keberlangsungan sebuah olahraga atau latihan fisik ditentukan juga oleh ergosistema 2 ini karena berkaitan juga dengan kemampuan daya tahan (endurance). Selain itu, ergosistema 2 juga berkaitan dengan jenis olahraga aerobik yang memiliki karakteristik waktu melakukannya lama minimal 20 menit untuk menggunakan energi dari pemecahan glikogen oleh oksigen.

Baca Juga => Pengertian dan Bentuk Latihan Daya Tahan 

Seperti contoh diawal artikel ini, analoginya seperti mesin motor atau mesin smarthpone. Supaya mesin motor atau smartphone tersebut bisa bertahan lama untuk bekerja maka dibutuhkan suplai energi terus menerus tanpa adanya sumbatan pada saluran transportasi energinya. Begitu juga manusia, keberlangsungan tubuhnya untuk berolahraga ditentukan oleh sistem transportasi zat-zat yang bagus untuk mensuplai zat yang dibutuhkan dalam pembentukan energi.

Ergosistema 3 atau sistem kerja sekunder

Ergosistema yang terakhir ini, memiliki fungsi sebagai pemasok bahan baku (kecuali O2) pembentukan energi dan pembuangan zat sampah sisa metabolisme energi. Sistem tubuh yang terlibat di dalam ergosistema 3 ini adalah sistem digestivus (pencernaan), sistem sensoris, sistem eksresi (pembuangan), sistem endoktrin, sistem reproduksi.

Ketika kita berolahraga, maka tubuh membutuhkan pasokan bahan baku energi yang berasal dari makanan yang kita konsumsi beberapa jam sebelum berolahraga yang telah diproses menjadi nutrisi oleh sistem pencernaan. Sehingga faktor asupan makanan juga menentukan tubuh kita bisa berolahraga dengan waktu lama atau tidak.

Keterkaitan antara ergosistema 1, 2 dan 3 atau sistem kerja primer, sekunder dan tersier seperti halnya sebuah mekanisme yang berjalan secara runtut dan sistematis.

Pentingnya Ergosistema pada Proses Latihan

Sekilas kita bahas mengenai kaitan ergosistema dengan komponen kondisi fisik. Jika dilihat dari ergosistema atau sistem kerja maka terlihat bahwa komponen kondisi fisik yang utama adalah yang berkaitan dengan sistem saraf, otot dan tulang. Diantaranya adalah koordinasi, kekuatan dan kelentukan.

Dalam proses latihan kita harus benar-benar memperhatikan sebuah teknik yang merupakan sebuah cara dalam melakukan gerakan tertentu, baik itu berkaitan dengan teknik dasar cabang olahraga atau teknik melakukan sebuah latihan fisik.

Dalam latihan fisik terdapat juga teknik melakukan gerakannya, jangan sampai lupakan hal tersebut. Karena jika teknik gerakan latihan fisiknya salah maka efek yang didapat bukan pada tujuan dan sasaran yang ingin kita capai.

Dengan mengetahui konsep ergosistema atau sistem kerja dalam olahraga dan latihan, kita dapat mengetahui secara tepat, apa saja komponen kondisi fisik yang dibutuhkan dan utama dalam melakukan segala macam bentuk gerakan.

Itulah artikel mengenai ergosistema atau sistem kerja dalam olahraga dan latihan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah pengetahuan di bidang pengetahuan olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait