Jenis Cedera Olahraga Sepakbola

2017-04-12

Jenis Cedera Olahraga Sepakbola

Jenis Cedera Olahraga Sepakbola. Dalam olahraga sepakbola, seorang pemain akan mengalami ancaman berupa hadangan lawan yang berakhir dengan kontak fisik. Ancaman tersebut bisa menimbulkan cedera dengan tingkat ringan, sedang sampai berat. Dalam sebuah tim sepak bola sudah pasti ada tim medis yang menangani dampak cedera yang terjadi pada pemainnya. Pengetahuan mengenai jenis cedera olahraga sepakbola, harus diketahui oleh pemain sepakbola.

Pengertian Cedera Olahraga

Sebelum lebih jauh kita membahas jenis cedera olahraga sepakbola, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud cedera olahraga. Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada saat latihan atau bertanding, yang diakibatkan oleh kekuatan berlebih dari luar tubuh, atau dari dalam tubuh. Tidak bisa diadaptasi oleh tubuh tersebut.

Cedera yang terjadi pada olahraga sepak bola, bisa terjadi karena benturan dengan lawan, salah melakukan teknik gerakan, atau karena over use (penggunaan berlebih) otot atau sekelompok otot.
Jenis Cedera Olahraga Sepak Bola
Cedera olahraga sepak bola karena faktor benturan diakibatkan karena tubuh tidak mampu beradaptasi dengan kekuatan dari luar tubuhnya. Cedera karena faktor salah melakukan teknik gerakan, bisa terjadi diakibatkan seorang pemain sepak bola baru memulai pertandingan pertamanya di event resmi. Atau bisa dikarenakan pemain sudah lelah dan terkuras energinya karena bermain all out selama pertandingan.

Jenis Cedera Olahraga Sepak Bola

Secara umum menurut pendapat yang dikemukakan oleh Paul dan Diare (1993: 63), jenis cedera olahraga sepakbola yang mungkin dapat terjadi pada saat latihan atau pertandingan olahraga, antara lain:

Cedera memar

Memar adalah cedera yang disebabkan oleh benturan (body contac) atau pukulan langsung pada kulit. Akibat dari benturan atau pukulan tersebut dapat menyebabkan jaringan dibawah kulit akan rusak dan pembuluh darah kecil akan robek atau pecah sehingga darah dan cairan seluler akan keluar atau merembes ke jaringan di sekitarnya.

Cedera pada otot atau tendo dan cedera ligamentum

Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Hadianto W (1993: 13), ada dua jenis cedera yang dapat terjadi pada otot atau tendo dan ligamentum, yaitu strain dan sprain. Menurut pendapat yang di kemukakan oleh Giam dan Teh (1993: 92-93), strain adalah kerusakan pada suatu bagian jaringan otot atau tendo karena penggunaan yang berlebihan ataupun stress yang berlebihan.

Sprain adalah cedera pada bagian persendian dengan diikuti terjadi robekan pada ligamentum, hal ini disebabkan oleh stress berlebihan secara berulang-ulang dari persendian.

Dislokasi (pergeseran tulang)

Dislokasi atau pergeseran tulang adalah suatu keadaan persendian tidak dalam keadaan anatomis (bergeser), dalam hal ini karena terjadi robekan yang mengakibatkan pergeseran tulang dari tempatnya. Gejala dislokasi antara lain dapat dilihat dengan ciri-ciri sebagai berikut: pembengkakan terjadi dengan cepat, terasa nyeri yang sedang sampai berat, terdapat perbedaan yang jelas pada bagian tubuh yang terluka.

Para pemain sepakbola dislokasi sering terjadi pada organ pergelangan kaki, jari-jari tangan, siku, lutut, bahu, atau punggung.

Patah tulang (fraktur)

Menurut pendapat Hartono S (1993: 200), patah tulang (fracture) adalah suatu keadaan tulang yang mengalami keretakan, pecah, atau patah. Menurut pendapat Hartono S (1993: 201-202), patah tulang dibagi menjadi dua macam yaitu: fraktur sederhana (simple fracture) dan fraktur kompleks (compound fracture).

Menurut pendapat Bernard B (1978: 3), patah tulang (fracture) adalah diskontiunitas dari jaringan tulang (patah tulang) yang biasanya disebabkan oleh adanya kekerasan yang timbul secara mendadak.

Menurut Bernard B (1978: 4-5), berdasarkan hubungan atara ujung tulang yang mengalami fraktur dengan jaringan-jaringan disekitarnya, patah tulang dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
  1. Patah tulang tertutup (fracture simpleks) yaitu patahan tulang tidak mempunyai hubungan dengan udara terbuka,
  2. Patah tulang terbuka (compound fracture) yaitu patahan tulang, kulit terobek dari dalam frakmen tulang menembus kulit yang diakibatkan kekerasan dari luar,
  3. Patah tulang kompikata yaitu patah tulang, persendian, syaraf, pembuluh darah atau organ viscera juga ikut terkena, patah tulang ini bisa berbentuk fracture terbuka dan tertutup.

Suduken (stitches)

Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Gabe M dan Marshall H (1984: 117), suduken adalah sakit pinggang, rasa sakit yang menusuk dan tiba-tiba yang terasa dibagian atas perut yang merupakan suatu bentuk kejang otot.

Suduken terjadi karena terhentinya suplai darah ke sekat rongga badan oleh tekana dari paru- paru yang ada diatasnya dan paru-paru yang di bawahnya, banyaknya gas yang menggelembung di dalam usus besar sebagai akibat dari pencernaan makanan yang terlalu dekat dengan aktivitas olahraga, atau intoleransi terhadap susu dan terigu.

Kram otot

Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Gabe M dan Marshall H (1984: 115-117), kram otot adalah kontraksi secara terus menerus yang dialami oleh otot atau sekelompok otot dan mengakibatkan rasa nyeri.

Kram otot biasanya terjadi karena seorang mengalami kelelahan yang berlebihan (overtraining), kekurangan garam dan mineral, kurang pemanasan atau penguluran, atau gangguan (terhambatnya) sirkulasi darah yang menuju ke otot-otot. Pada pemain sepak bola kram otot bisa terjadi pada: otot perut, otot paha, betis, jari tangan, atau jari kaki.

Pendarahan

Menurut pendapat Sarwoto dan Siti Aminah (1982: 86-88), pendarahan terjadi karena pecahnya pembuluh darah sebagai akibat dari terjadinya trauma pukulan, tendangan, atau terjatuh. Pendarahan ini ada dua macam, yaitu pendarahan dalam (darah berada di dalam rongga badan) dan pendarahan luar (darah keluar dari kulit).

Kejang (shock)

Menurut pendapat Sarwoto dan Siti Aminah (1982: 74), kejang (shock) adalah suatu keadaan yang timbul karena disebabkan gangguan pada otak, karena suplai darah keotak berkurang, gangguan pernafasan, gangguan pencernaan (terlalu kenyang, terlalu lapar, atau kehausan).

Pingsan (collaps)

Menurut Sarwoto dan Siti Aminah (1982: 75), pingsan (collaps) adalah keadaan dimana seseorang mengalami kehilangan kesadaran yang bersifat sementara dan singkat. Pingsan biasanya disebabkan oleh berkurangnya aliran darah atau oksigen dan glukosa dalam tubuh menuju ke otak, kepanasan, atau keracunan.

Dengan mengetahui jenis cedera olahraga sepakbola. Kita bisa mengantisipasi dan mempersiapkan langkah-langkah pencegahan supaya tidak terjadi cedera.

Itulah artikel mengenai jenis cedera olahraga sepak bola. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah pengetahuan mengenai jenis cedera pada cabang olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya. Terima Kasih.
Artikel Terkait