Meningkatkan Kecepatan Lari dengan Latihan Lompat Kijang

2017-04-10

Meningkatkan Kecepatan Lari dengan Latihan Lompat Kijang

Meningkatkan Kecepatan Lari dengan Latihan Lompat Kijang. Lari merupakan salah satu gerakan dasar manusia yang memegang peranan penting, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam olahraga. Untuk dapat berlari dengan maksimal bisa menggunakan latihan lompat kijang. Meningkatkan kecepatan lari harus diperhatikan beberapa aspek biomotor yang harus dikembangkan melalui latihan, aspek-aspek tersebut adalah kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelentukan, dan koordinasi.

Dalam lari jarak pendek 100 meter kemampuan biomotor yang paling dominan dan sangat penting adalah kecepatan, dapat dilihat dari segi mekanika kecepatan adalah perbandingan antara jarak dan waktu. Latihan kecepatan sangat penting untuk diberikan pada atlet lari jarak pendek khususnya lari jarak 100 meter, karena untuk menjadi juara dalam lomba lari jarak pendek tersebut, diperlukan kecepatan yang maksimal dalam berlari, siapa yang tercepat maka dialah yang akan memenangkan perlombaan tersebut.

Sprint atau lari cepat yang baik membutuhkan reaksi yang cepat, akselerasi yang baik, dan jenis lari yang efisien. Sprinter juga harus mengembangkan start sprint yang baik dan harus mempertahankan kecepatan puncak selama mungkin.Latihan biasanya dimulai dengan latihan untuk meningkatkan tenaga, tehnik, dan daya tahan (Carr, 2003).

Meningkatkan Kecepatan Lari

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam lari diperlukan penguasaan teknik start teknik lari, teknik melewati garis finish (Syaifudin, 1992). Hal serupa dikemukakan oleh Carr (2003) mengemukakan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam berlari, harus memenuhi beberapa aspek tehnik saat berlari yang harus dikuasai oleh seorang atlet, antara lain koordinasi dan teknik sprint, kekuatan kaki dan akselerasi, dan ketahanan sprint.

Latihan Lompat Kijang untuk Meningkatkan Kecepatan Lari

Untuk dapat meningkatkan tenaga kaki (power) dan akselerasi lari, banyak sekali  cara berlatihnya, antara lain; latihan dengan langkah melambung (lompat kijang), lompat kelinci, lompat jauh, kombinasi lompat dan melambung melintasi rintangan rendah, berlari dengan lutut tinggi ke depan dan kebelakang, dan sprint melawan hambatan (Carr, 2003). Pendapat serupa diungkapkan oleh Rustiadi (2001) bahwa latihan alternate leg bound (latihan lompat kijang) dapat meningkatkan kecepatan lari.

Latihan langkah melambung atau lompat kijang atau alternate single leg bound merupakan jenis latihan plyometrics. Latihan plyometrics berasal dari negara Eropa Timur, yang dikenal sebagai latihan meloncat (jumping training). Sebagaimana diketahui bahwa Eropa Timur pada tahun 1970-an merupakan negara yang mempunyai atletatlet luar biasa prestasinya dalam cabang atletik, senam, dan angkat besi. Ternyata rahasia di balik keberhasilan tersebut terletak pada metode latihan yang dilakukan (Chu, 1992).

Menurut Harre (1982) dalam Dwikusworo (2000), repetisi atau ulangan dapat dilakukan dengan berbagai macam irama, diantaranya irama cepat dan irama lambat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka latihan lompat kijang dapat dilakukan dengan irama cepat dan irama lambat. Atas dasar uraian dan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul pengaruh latihan lompat kijang terhadap kecepatan lari.

Kecepatan dalam Lari

Kecepatan adalah kemampuan organisme atlet dalam melakukan gerakan-gerakan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya (Suharno HP, 1993). Menurut Harsono (1988), kecepatan sebagai kemampuan melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturutturut dalam waktu yang sesimgkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sedangkan menurut Sajoto (1995), kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan yang berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yan sesingkat singkatnya.

Berdasarkan pengertian kecepatan yang dijelaskan di atas, dapat diketahui macam-macam kecepatan, antara lain kecepatan sprint, yaitu kemampuan organisme atlet dengan kekuatan dan kecepatan maksimal untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya, misal : sprint 100 meter, 200 meter dan lain-lain, kecepatan reaksi, yaitu kemampuan organisme atlet untuk menjawab rangsang secepat mungkin dalam mencapai hasil sebaik baiknya.

Waktu reaksi adalah kemampuan antara pemberian rangsang dengan gerak pertama, dan kecepatan bergerak, yaitu kemampuan atlet untuk bergerak secepat mungkin dalam suatu gerakan yang tidak terputus putus contoh: gerakan salto, melempar, melompat (Suharno HP, 1993).

Lari dalam Atletik

Menurut PASI (1979) dan Adisasmita (1992), lari adalah lompatan yang berturut-turut, di dalamnya terdapat suatu fase dimana kedua kaki tidak menginjak/menumpu pada tanah, jadi lari berbeda dengan jalan. Pengertian kecepatan lari dalam penelitian ini yaitu kemampuan lompatan yang berturut-turut, di dalamnya terdapat suatu fase dimana kedua kaki tidak menginjak/ menumpu pada tanah untuk menempuh jarak 100 meter dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Bentuk latihan untuk meningkatkan tenaga kaki (power) dan akselerasi lari adalah latihan dengan langkah melambung (lompat kijang), lompat kelinci, lompat jauh, kombinasi lompat dan melambung melintasi rintangan rendah, berlari dengan lutut tinggi ke depan dan kebelakang, dan sprint melawan hambatan (Carr, 2003). Latihan langkah melambung atau lompat kijang atau alternate single leg bound merupakan jenis latihan plyometrics.

Latihan Lompat Kijang

Menurut Carr (2003) latihan lompat kijang (alternate single leg bound) adalah suatu latihan melompat ke depan atau ke atas dengan satu kaki secara bergantian dan berulang-ulang yang berguna untuk meningkatkan tenaga kaki dan akselerasi lari. Pendapat serupa diungkapkan oleh Rustiadi (2001) bahwa latihan alternate leg bound dapat meningkatkan kecepatan lari.
Meningkatkan Kecepatan Lari dengan Latihan Lompat Kijang
Menurut Harre (1982) dalam Dwikusworo (2000), repetisi atau ulangan dapat dilakukan dengan berbagai macam irama, diantaranya irama cepat dan irama lambat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka latihan lompat kijang dapat dilakukan dengan irama cepat dan irama lambat.

Latihan lompat kijang irama cepat adalah lompat kijang ke arah depan, sehingga menghasilkan jarak lompatan satu ke lainnya menjadi pendek dan rendah serta menghasilkan frekuensi langkah menjadi lebih banyak.

Bentuk latihan yang kedua yaitu lompat kijang irama lambat adalah lompat kijang ke arah atas, sehingga menghasilkan  jarak  lompatan  satu  ke  lainnya menjadi lebih  panjang  dan  tinggi  serta  menghasilkan frekuensi langkah menjadi lebih sedikit.

Latihan Lompat Kijang merupakan Bentuk Latihan Pliometrik

Latihan langkah melambung atau lompat kijang atau alternate single leg bound merupakan jenis latihan plyometrics. Plyometrics adalah suatu metode untuk mengembangkan daya ledak (explosive power), suatu komponen penting dari sebagian prestasi olahraga (Radcliffe and Farentinos:1985).

Fisiologi plyometrics, Chu (1992) mengemukakan bahwa reflek regang (stretch reflex) atau reflek miotatik merupakan respon terhadap tingkat peregangan otot yang diberikan dan merupakan salah satu reflek tercepat pada tubuh manusia, karena ada hubungan langsung antara reseptor sensorik dalam otot (muscle spindle) dengan susunan sumsum tulang belakang serta otot yang bersangkutan.

Reflek yang lain berlangsung lebih lambat dibanding dengan reflek regang karena rangsang yang  diterima  harus disalurkan melalui beberapa saluran yang berbeda menuju susunan syaraf otak sebelum terjadi kontraksi. Proses gerakan dasar dalam plyometrics disebut peregangan cepat.

Komponen penting dalam proses gerakan cepat untuk membangkitkan tenaga pengendalinya diketahui sebagai proprioceptor. Bentuk proprioseptor didalam otot ditemukan dalam muscle spindle yang mengirim informasi ke sistem syaraf pusat tentang kontraksi otot, dan tendo golgi yang menerima perintah mengurangi beban otot atau berfungsi sebagai pelindung dari kemungkinan cidera karena melakukan peregangan sangat kuat.

Fungsi Latihan Pliometrik

Fungsi latihan pliometrik dapat dikemukakan bahwa meningkatkan kemampuan tenaga merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan untuk sebagian pencapaian prestasi olahraga. Peningkatan tersebut dapat terjadi dengan melakukan latihan pliometrik.

Latihan pliometrik sangat tergantung pada kekuatan dan kecepatan explosive dengan beban berlebih. Tahanan yang ditekankan dalam latihan pliometrik umumnya dalam bentuk bergerak berubah atau memindahkan beban atau anggota badan secara cepat, seperti mengatasi grafitasi sebagai akibat jatuhan, loncatan, lompatan dan sebagainya (Chu, 1992).

Itulah artikel mengenai cara meningkatkan kecepatan lari dengan latihan lompat kijang. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya. Terima Kasih.
Artikel Terkait