Meningkatkan Percaya Diri Atlet dengan Outbound Training

2017-04-16

Meningkatkan Percaya Diri Atlet dengan Outbound Training

Meningkatkan Percaya Diri Atlet dengan Outbound Training. Kepercayaan diri atlet merupakan landasan bagi peak performance (penampilan puncak) atlet dalam situasi kompetitif. Kepercayaan diri yang tinggi akan mengarah pada penampilan puncak, sedangkan kepercayaan diri yang rendah akan membuat atlet tidak mempunyai daya tahan dan kekuatan, mudah menyerah, dan berakibat pada penampilan yang buruk.

4 Dimensi Performa Atlet Pendukung Prestasi

Performa atlet bisa ditinjau dari empat dimensi yaitu :
  1. Dimensi kesegaran jasmani meliputi antara laindaya tahan, daya ledak, kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, reaksi, ketepatan, keseimbangan dan sebagainya.
  2. Dimensi keterampilan meliputi antara lain: kinestetika, kecakapan berolahraga tertentu, koordinasi gerak, dan sebagainya.
  3. Dimensi bakat pembawaan fisik meliputi antara lain: keaadan fisik, tinggi badan, berat badan, bentuk badan, dan sebagainya. 
  4. Dimensi psikologik meliputi: motivasi, percaya diri, agresivitas, disiplin, kecemasan, intelegensi, keberanian, bakat, kecerdasan, emosi, perhatian, kemauan, dan sebagainya.
Ketakutan atau kecemasan yang melampaui batas ambang control melemahkan rasa percaya diri seseorang sehingga menyebabkan kehilangan konsentrasi dan menurunkan kemampuan seorang atlet.
Meningkatkan Percaya Diri Atlet dengan Outbound Training
Kecemasan adalah kecenderungan untuk mempersepsikan situasi sebagai ancaman dan akan mempengaruhi tingkah laku. Kecemasan atlet merupakan suatu keadaan emosional yang dialami olah seseorang, dimana orang tersebut merasa tegang tanpa sebab. Hal yang nyata dari keadaan ini memberikan pengaruh yang tidak menyenangkan serta mengakibatkan perubahan-perubahan pada tubuhnya baik secara somatis maupun psikologis.

Tingkat Percaya Diri Atlet

Tingkat rasa percaya diri antara atlet tidaklah sama. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Atlet yang lebih berpengalaman terbukti memiliki level rasa percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan atlet yang baru saja masih amatir. Maka cara meningkatkan percaya diri atletnya harus disesuaikan dengan karakteristik atlet yang kita bina, supaya lebih berprestasi lagi.

Situasi dan kondisi kompetisi menentukan penguasaan percaya diri. Kompetisi yang bersifat lebih tinggi tingkatnya cenderung menyebabkan meningkatnya tingkat kecemasan bagi seseorang. Sebagai contoh level kejuaraan dunia ternyata lebih stressful dibanding dengan Kejurnas. Selain level kompetisi, fase kompetisi itu sendiri juga memberi pengaruh yang cukup besar.

Idealnya seorang atlet harus merespon kesulitan seperti seorang Climber untuk sampai pada puncak prestasinya. Jika direnungkan, kegagalan, kekalahan, derita dan kekecewaan yang pernah dialami oleh orang yang berhasil tidak berbeda dengan mereka yang menyerah dan membenamkan diri dalam penyesalan dan kegagalan. Supaya tidak terlarut dalam penyesalan dan kegagalan, maka harus dilakukan upaya meningkatkan percaya diri atlet dengan outbound.

Meskipun atlet sudah giat berlatih terkadang atlet sendiri masih kurang yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Mereka belum mampu mengatur ritme permainan dan mudah terganggu konsentrasinya dalam melakukan pertandingan. Selain hal tersebut mereka juga merasa bahwa lawan yang akan dihadapi mempunyai kemampuan gerakan dan kecepatan yang lebih bagus. Sehingga hal tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap mental tanding mereka.

Apa itu Percaya Diri?

Tanpa memiliki rasa percaya diri secara penuh seorang atlet tidak akan dapat mencapai prestasi tinggi, karena ada hubungan antara motif berprestasi dan percaya diri. Percaya diri adalah rasa percaya bahwa ia sanggup dan mampu untuk mencapai prestasi tertentu; apabila prestasinya sudah tinggi maka individu yang bersangkutan akan lebih percaya diri.

Sistematika dan Teknik Latihan Mental Atlet

Mental atlet perlu disiapkan agar dalam performanya dapat menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.

Sistematika dan teknik latihan mental meliputi tahap awal dan tahap lanjutan. Pada tahap awal menyiapkan atlet untuk mampu membuat citra/ image building serta siap untuk latihan mental berikutnya. Bentuk-bentuk latihan pada tahap ini antara lain: latihan pernafasan, latihan konsentrasi, latihan relaksasi, visualisasi, dan pembinaan citra. Sedang tahap lanjut bertujuan untuk menguatkan semua komponen mental atlet.

Semua latihan mental hendaknya dapat menguatkan seluruh unsur psikologis yang berhubungan denan aspek kognitif, konanif, dan emosional. Latihan mental yang berhubungan dengan peningkatan aspek kognitif antara lain : pemusatan perhatian, visualisai, kecepatan dan ketepatan reaksi, serta restrukturisasi pemikiran.

Latihan mental untuk penguatan aspek konatif/kemauan antara lain: will power training, concentration, dan contemplation. Sedang latihan mental untuk aspek afektif, emosional antara lain melalui latihan : biofeed-back, self sugestion, dan meditasi.

Meningkatkan Percaya Diri Atlet dengan Outbound Training

Salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri atlet adalah dengan outbound. Dalam outbound training tersebut alam sebagai media dengan menggunakan metode bermain sambil belajar yang didalamnya terdapat unsur olahraga.

Dalam outbond training selalu berdasarkan pada prinsip “experiental learning” yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi, dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Dalam aktivitas tersebut, peserta langsung terlibat pada aktivitas belajar sambil bekerja dan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukannya.

Salah satu tujuan dari outbound adalah untuk meningkatkan kinerja seseorang khususnya yang berkaitan dengan mental dan perilaku seperti meningkatkan rasa percaya diri, berkomunikasi, berkerja sama, mengembangkan kretifitas, dan kemampuan mengatasi tekanan dan beragam kesulitan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rasa percaya diri dapat membuat atlet mampu membebaskan dirinya dari tekanan-tekanan (stres) yang dihadapi dalam aktifitas olahraga.

Itulah artikel mengenai meningkatkan percaya diri atlet dengan outbound training. Untuk bentuk aktivitas outboundnya kita bisa menyewa ahli yang sudah terbiasa berkecimpung dalam dunia outbound training. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi tambahan pengetahuan di bidang psikologi olahraga dan latihan mental. Terima Kasih.
Artikel Terkait