Penjelasan Konsep Outbound Training

2017-04-16

Penjelasan Konsep Outbound Training

Konsep Outbound Training. Outbound training adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar dan merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat  dari serangkaian pengalaman petualang. Outbound merupakan perpaduan antara permainan sederhana, permainan ketangkasan dan olah raga, serta petualangan.

Sejarah Outbound

Outbound Training sejarahnya di mulai pada tahun 1933, Dr. Kurt Hahn melarikan diri ke Inggris karena berbeda pandangan politik dengan Hitler. Dengan bantuan Lawrence Holt, seorang pengusaha kapal niaga, ia mendirikan lembaga pendidikan outbound tersebut.

Hahn memakai nama outward bound saat mendirikan sekolah yang terletak di Aberdovey, Wales, pada tahun 1941. Tujuan utama adalah untuk melatih fisik dan terutama mental para pelaut muda, terutama untuk menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada saat berkecamuknya Perang Dunia II.

Pelatihan ini memakai kegiatan mountaineering (mendaki gunung) dan petualangan laut sebagai medianya. Kurt Hahn sendiri beranggapan bahwa kegiatan berpetualang, melainkan sebagai wahana berlatih anak-anak muda menuju kedewasaan.

Di Indonesia, metode ini diketahui baru masuk pada tahun 1990 dengan nama outward bound indonetion. Saat ini, banyak lembaga pendidikan seperti ini didirikan dengan berbagai level profesionalisme dan kelengkapan program serta peralatan.

Apa itu Outbound Training?

Outbound training adalah learning related to present job (belajar yang ada kaitannya dengan pekerjaan pada saat ini), jadi merupakan pembelajaran atas keahlian spesifik demi meningkatkan kinerja.
Penjelasan Konsep Outbound Training

Fungsi dan Tujuan Outbound

Tujuan outbound adalah untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri guna memberikan proses terapi diri dalam berkomunikasi dan menimbulkan adanya saling pengertian, sehingga terciptanya saling percaya antar sesama. Ancok pun menegaskan dalam bukunya outbound training (2003:3), bahwa “Metode pelatihan di alam terbuka juga digunakan untuk kepentingan terapi kejiwaan (lihat Gass, 1993)”.

Dari hal tersebut di atas maka maka fungsi dan tujuan outbound training adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan mengenal diri dan orang lain.
  2. Melatih ketahanan mental dan pengendalian diri.
  3. Melahirkan semangat kompetisi yang sehat.
  4. Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi sulit secara cepat dan akurat.
  5. Membangun rasa percaya diri.
Guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah outbound training maka diperlukan kriteria bentuk aktivitas yang disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dialami orang yang melakukannya. Karena outbound training bisa menjadi sebagai proses latihan untuk pemecahan masalah di kehidupan masing-masing.

Itulah artikel mengenai penjelasan konsep outbound training. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah pengetahuan kita mengenai outbound. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya.
Artikel Terkait