Penyalahgunaan Obat dalam Prestasi Olahraga

2017-04-25

Penyalahgunaan Obat dalam Prestasi Olahraga

Penyalahgunaan Obat dalam Prestasi Olahraga. Tujuan olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran sehingga mendapatkan kesehatan. Tapi pada saat ini, olahraga bisa dijadikan alat untuk meraih prestise (harga diri) sebuah negara dan daerah. Upaya untuk meraih prestasi olahraga diantaranya ditentukan oleh latihan yang adekuat dan asupan nutris gizi, tapi tidak sedikit sampai terjadi penyalahgunaan obat.

Jenis obat yang sering disalahgunakan

Obat-obat yang sering digunakan adalah dari jenis :
  1. Perangsang susunan saraf pusat seperti amfetamin, metamfetamin dan efedrin.
  2. Steroid androgen-anabolik
  3. Obat penenang
  4. Obat analgetik
  5. Obat anti radang non-steroid
Penyalahgunaan obat untuk meningkatkan prestasi olahraga merupakan hal yang negatif dan tidak etis, karena tidak dibenarkan oleh pihak manapun. Jika kita sebagai atlet melakukan penyalahgunaan obat dalam prestasi olahraga, ibarat sebuah motor dari honda atau yamaha yang memiliki kapasitas mesin 150cc. Ingin ditingkatkan dengan melakukan bore up mesin berkekuatan seperti motor besar dari pabrikan ducati, harley davidson yang kapasitas mesinnya di atas 600cc, maka hal tersebut tidak dibenarkan dan diperbolehkan sama sekali. Bahkan oleh pabrik honda dan yamahanya juga akan tidak menganjurkan.
Penyalahgunaan Obat dalam Prestasi Olahraga

Obat yang Menjadi Favorit para Atlet untuk Meningkatkan Performa

Jenis obat sebagai perangsang susunan saraf pusat
Diantara obat sebagai perangsang yang paling banyak dikonsumsi oleh atlet adalah amfetamin dan metamfetamin. Jenis obat tersebut dapat meningkatkan kecepatan dan daya tahan. Selain itu, jenis obat yang sering digunakan dalam penyalahgunaan obat dalam prestasi olahraga ini. Memiliki khasiat mampu membangkitkan motivasi, kewaspadaan, kecepatan koordinasi, menambah keberanian, serta merasa lebih energik. Biasanya digunakan oleh atlet-atlet yang membutuhkan kecepatan gerak dan keterampilan tinggi dalam performa bertandingnya.

Jenis anabolik-steroid androgen
Jenis obat berikutnya yang sering disalahgunakan oleh atlet untuk meraih prestasi olahraga adalah golongan anabolik-steroid androgen. Obat ini, dipercayai dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Oleh sebab itu, jenis obat ini banyak digunakan oleh atlet angkat berat, gulat, tinju, dan lari maraton.

Efek samping penyalahgunaan obat anabolik-steroi androgen dalam jangka waktu yang lama adalah penurunan sekresi testosteron dan gonadotropin serta mengurangi spermaatogenesis, sehingga kemungkinan terjadinya infertilitas (k e m a n d u l a n) sangat besar. Pada kasus lain juga ditemukan efek samping yaitu kerusakan hati (karsinoma hati).

Jenis obat anabolik-steroid andregon adalah methandrostenoline, nandroiline, oxandrolone, stanozolol, nandrolone, dan mesteroline.

Jenis obat penenang
Obat penenang juga sering digunakan oleh para atlet sebagai jalan pintas untuk membuat stabil kondisi fisik dan psikisnya, tapi tidak sebanyak dua macam jenis obat yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu jenis obat sebagai perangsang saraf pusat dan anabolik-steroid androgen.

Jenis obat penenang mempunyai efek yang singkat, misalnya merasa kantuk, lemas dan sadativ, sehingga dapat menurunkan kontraksi otot dan koordinasi otot dengan saraf. Jenis obat penenang yang sering digunakan adalah diazepam dan oxprenolol.

Diazepam dikonsumsi untuk menurunkan tingkat stress menjelang pertandingan, sedangkan oxprenolol mempunyai efek pada susunan saraf pusat dan kardiovaskuler. Sehingga pada saat terjadi stress menjelang pertandingan jumlah denyut jantung tidak terlalu meningkat dari keadaan normal.

Jenis obat analgesik banyak digunakan untuk tujuan meredam rasa nyeri pada persendian atau otot. Bentuk yang sering digunakan adalah dalam bentuk spray (untuk nyeri lokal) dan tablet atau krim.

Sukses Meraih Prestasi Olahraga yang Sempurna adalah TANPA OBAT

Suksesnya meraih prestasi olahraga di level yang tinggi merupakan impian semua atlet. Cara meraih prestasi olahraga yang tinggi tidak dibutuhkan jalan pintas untuk meningkatkan kemampuan diri, melainkan melalui proses latihan yang dilakukan dengan BENAR, sehingga berefek BAIK bagi diri atlet tersebut.

Banyak atlet yang sukses meraih prestasi olahraga yang SEMPURNA tanpa menghalalkan sebuah cara yang negatif dan diluar dari norma FAIR PLAY dalam olahraga.

Seorang atlet yang meraih prestasi olahraga di level tertinggi sekalipun, entah itu di PORDA, PON, SEA GAMES, ASEAN GAMES, dan bahkan OLIMPIADE, jika cara meraih prestasinya negatif dengan melakukan jalan pintas berupa mengkonsumsi jenis obat yang dijelaskan dalam artikel ini atau HAL LAINNYA, maka dia telah menipu dirinya sendiri dan orang lain dengan PRESTASI OLAHRAGA yang SEMU bagaikan FATAMORGANA yang wujud aslinya tidak nyata.

Itulah artikel mengenai penyalahgunaan obat dalam prestasi olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah wawasan dalam bidang olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait