Tes Keterampilan Fisik SBMPTN untuk Mahasiswa Baru

2017-05-12

Tes Keterampilan Fisik SBMPTN untuk Mahasiswa Baru

Tes Keterampilan Fisik SBMPTN untuk Mahasiswa Baru. SBMPTN merupakan kepanjangan dari seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. Dalam tes SBMPTN ini terdapat tes keterampilan fisik bagi mahasiswa baru yang mengambil jurusan olahraga atau keolahragaan yang meliputi kepelatihan olahraga, pendidikan jasmani (PJKR), atau pendidikan rekreasi.

Tes keterampilan fisik SBMPTN ini harus diikuti oleh mahasiswa baru yang memilih jurusan olahraga dan merupakan bagian dari proses kelulusan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan.

Dalam menghadapi tes keterampilan fisik SBMPTN, calon mahasiswa baru diharuskan memiliki kondisi fisik yang prima. Sehingga dapat melalui tes dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk bersaing dengan peserta tes lainnya.

Jenis Tes Keterampilan Fisik SBMPTN

Tes keterampilan fisik SBMPTN, terdiri dari 6 macam jenis tes. Ada yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran fisik peserta tes.

Tes Kesehatan SBMPTN

Berikut ini adalah tes kesehatan yang digunakan dalam tes keterampilan fisik SBMPTN :
  1. Pengukuran antropometri :
    a. Tinggi badan
    Tujuan : untuk mengevaluasi proses pertumbuhan badan dan memprediksi kapasitas vital paru
    Hasil : bila ditemukan, pada Pria TB berdiri > 155 cm dan pada Wanita TB berdiri > 145 cm, termasuk kategori normal
    b. Berat badan
    Tujuan : sebagai unsur dalam penentuan Indeks Massa Tubuh.
    c. Indeks Massa Tubuh:
    Tujuan : menentukan proporsi tubuh menurut WHO termasuk obese, lebih berat badan, normal, kurang berat badan.
    Hasil : Bila ditentukan dengan rasio berat badan dibagi tinggi badan kuadrat, bila diperoleh nilai IMT:
    • ≥ 30 termasuk obese
    • 25-29,9 termasuk kelebihan berat badan
    • 18-24,9 termasuk normal
    • < 18 termasuk kurang berat badan
    Body Mass Index (BMI) yang ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
    rumus bmi
  2. Pemeriksaan postur dan anggota gerak
    Pemeriksaan postur bertujuan untuk melihat apakah postur peserta termasuk normal atau ada kelainan seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis. Sedangkan pemeriksaan anggota gerak (tangan dan kaki) bertujuan untuk melihat apakah fungsi gerak dari peserta termasuk normal atau ada kelainan seperti deformitas, kelemahan anggota gerak, atau kelainan gait.
  3. Pemeriksaan kemampuan verbal (percakapan) dan auditory (pendengaran)
    Tes wawancara : tanya jawab antara dokter (pemeriksa) dengan calon mahasiswa (yang diperiksa) yang saling berhadapan pada jarak ± 1 meter di dalam ruangan
    Tujuan : mengevaluasi respon pendengaran dan kemampuan verbal (percakapan)
    Hasil : bila ditemukan pengulangan tanya jawab ≤3 kali, maka dianggap normal
  4. Pemeriksaan Jantung dan Paru
    a. Pemeriksaan jantung
    i. Pengukuran Tekanan Darah:
    • Tujuan : untuk menentukan respon jantung terhadap beban stress fisik minimal saat istirahat,
    • Hasil : bila ditemukan tekanan darah
      • Sistol ≥ 130 mmHg dan atau Diastol ≥ 100 mmHg termasuk hipertensi
      • 2. Sistol < 100 mmHg termasuk hipotensi
      • 3. Selain 1 dan 2 tekanan darah normal
    ii. Pengukuran Nadi Istirahat:
    • Tujuan : untuk menentukan kecukupan sirkulasi darah tepi (perifer)
    • Hasil : bila ditemukan nadi saat istirahat,
      • a. Irama nadi tidak teratur, maka ada gangguan sirkulasi perifer
      • b. ≥ 100 kali per menit teratur termasuk tinggi (tachyritmis), maka ada gangguan sirkulasi perifer
      • c. Selain 1 dan 2, maka sirkulasi perifer cukup
    iii. Pemeriksaan Auskultasi Dinding Dada (Thorax)
    • Tujuan : menilai kondisi paru dan jantung
    • Hasil : bila ditemukan,
      • a. Suara paru dan jantung normal mengeras maka ada gangguan
      • b. Suara tambahan selain suara paru dan jantung normal maka ada gangguan
      • c. Selain a dan b maka normal
    b. Pemeriksaan Paru: memprediksi kemampuan fungsi paru Tes tiup menggunakan kertas tisu
    • Tujuan : menilai fungsi saluran napas dengan cara menghirup napas semaksimal mungkin diikuti dengan meniupkan udara semaksimal mungkin pada kertas tisu yang diletakkan di depan mulut dari jarak sejauh jangkauan tangan
    • Hasil : bila ditemukan kertas tisu, bergerak maka normal
  5. Pemeriksaan mata menggunakan tes buta warna Ishihara, dengan contoh sebagai berikut:
    tes buta warna

Tes Keterampilan Fisik SBMPTN

1. Lempar Tangkap Bola ke Dinding (Wall Pass)
Tujuan: Mengukur koordinasi mata dan tangan
Peralatan: Stopwatch, bola tennis, lakban dan papan pantul (dinding/tembok)
Pelaksanaan: Subjek berdiri dibelakang garis 2 m, setelah ada aba-aba “Ya” langsung melemparkan ke dinding/tembok sebanyak-banyaknya selama 30 detik. Skor dihitung berdasarkan jumlah bola yang dapat dilemparkan dengan tangan kanan kemudian ditangkap oleh tangan kiri atau sebaliknya, sesuai kebiasaan peserta selama 30 detik sebanyak banyaknya. Bola yang jatuh ke lantai atau ke tanah sebelum ditangkap oleh tangan lainnya tidak dihitung. Tes dapat dilaksanakan secara bersamaan namun satu peserta diawasi oleh satu observer.
Tes Lempar Tangkap Bola ke Dinding (Wall Pass)

norma tes lempar tangkap
2. Lompat Tegak (Vertical Jump)
Tujuan: Untuk mengukur power tungkai dan tubuh bagian bawah Alat dan Fasilitas :
  1. Papan berskala sentimeter (cm), warna gelap, ukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka nol (0) pada papan tes adalah 150 cm.
  2. Serbuk kapur
  3. Alat penghapus papan tulis
  4. Alat tulis
Pelaksanaan Tes
1) Sikap permulaan
  • Ujung jari peserta diolesi dengan serbuk kapur/ magnesium karbonat
  • Peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada pada sisi kanan/ kiri badan peserta. Tangan yang dekat dengan dinding diangkat lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan skala hingga meninggalkan bekas jari (raihan tegak).
2) Gerakan
  • Peserta mengambil awalan dengan sikap menekuk lutut dan kedua lengan diayun ke belakang, kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan yang terdekat dengan dinding sehingga menimbulkan bekas (raihan loncatan).
  • Lakukan tes ini sebanyak tiga (3) kali tanpa istirahat atau tidak boleh diselingi peserta lain
3) Pencatatan hasil
  • Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak
  • Ketiga selisih hasil tes harus dicatat
  • Catat hasil selisih yang paling besar
tes vertikal jump loncat tegak
norma tes vertikal jump
3. Tes Sit-Up (60 detik)
Tujuan: Mengukur daya tahan otot perut. Alat dan fasilitas
  1. lantai/lapangan yang rata dan bersih
  2. stopwatch
  3. alat tulis
  4. alas/tikar/matras dll
Pelaksanaan
  1. Peserta berbaring terlentang di lantai, kedua lutut ditekuk dengan sudut 90˚ dengan kedua jari tangan di samping telinga (seperti gambar di bawah ini).
  2. Peserta lain menekan / memegang kedua pergelangan kaki agar kaki tidak terangkat.
  3. Ketika ada aba-aba “YA” peserta bergerak mengambil sikap duduk sampai kedua siku lengan menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap awal.
  4. Jika menyalahi ketentuan tersebut di atas maka tidak dihitung
  5. Lakukan gerakan ini berulang-ulang tanpa henti selama 60 detik
tes sit-up
norma tes sit-up
4. Tes Push-Up (60 detik)
a. Tujuan : Mengukur daya tahan otot lokal lengan.
b. Alat dan fasilitas
  1. lantai / lapangan yang rata dan bersih
  2. stopwatch
  3. alat tulis
  4. alas / tikar / matras dll
c. Pelaksanaan
  1. Posisi  awal  gerakan  push  up  untuk  putra  adalah  pada  posisi  tubuh  sejajar  dengan permukaan tanah atau siku membentuk sudut 900. Untuk putri, tumpuan berada di lutut kaki.
  2. Apabila ada aba-aba “ya” posisi tubuh naik semaksimal mungkin atau lengan diluruskan, setelah itu posisi tubuh kembali ke posisi awal secepat mungkin.
  3. Jika menyalahi ketentuan tersebut di atas maka tidak dihitung
  4. Lakukan secara terus menerus selama 60 detik.
tes push-up
norma tes push-up
5. Tes Kelincahan (Illinois Agility Run Test)
a. Tujuan: mengetahui  kemampuan  mengubah  arah  (kelincahan)  seseorang  dengan  waktu secepat mungkin tanpa kehilangan keseimbangan
b. Alat dan Fasilitas:
  1. Stopwatch
  2. Meteran
  3. Tanda/patok/cone
  4. Lakban
  5. Alat tulis.
Pelaksanaan:
Peserta berdiri di garis start, setelah aba-aba “ya” kemudian berlari secepat mungkin dengan mengikuti arah anak panah garis hitam sampai berakhir di garis finish. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar dibawah ini:

tes illinois agility
norma tes kelincahan
6. Daya Tahan kardiorespiratori (Lari 1600m)
Tujuan: mengetahui kemampuan kapasitas maksimal jantung paru
Alat dan Fasilitas: stopwatch, meteran, nomor dada, lintasan, dan alat tulis.
Pelaksanaan: Subjek berdiri di garis start, setelah aba-aba “ya” kemudian berlari secepat mungkin dengan menempuh jarak 1600 meter (1.6 km).
tes lari 1600 meter
norma tes lari 1600 meter
Itulah tes keterampilan fisik yang harus disiapkan oleh peserta tes SBMPTN. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kita harus melakukan persiapan fisik yang bagus dengan melakukan latihan fisik. Sebagai referensi, pembaca dunia olahraga bisa melihat bentuk latihan fisik yang dapat dipersiapkan untuk mendapatkan fisik yang prima dengan melihat artikel berkategori HIIT Workout dan Latihan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga dan bagi peserta tes semoga bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti tes. Terima Kasih.
Artikel Terkait