Fungsi Recovery (Istirahat) Pemulihan Dalam Olahraga

2017-06-22

Fungsi Recovery (Istirahat) Pemulihan Dalam Olahraga

Fungsi Recovery (Istirahat) Pemulihan Dalam Olahraga. Ketika kita melakukan program latihan fisik yang berat, hal yang perlu diperhatikan selain terus menerus menggenjot latihan fisik adalah fase recovery (istirahat) bagi atlet. Hal yang kadang tidak diketahui adalah pendapat bahwa dengan terus menerus menggenjot fisik tanpa memperhitungkan istirahat dengan tujuan untuk mendapat kualitas fisik yang tinggi adalah hal yang salah besar. Tubuh manusia itu memiliki batas kemampuan maksimal dan membutuhkan waktu untuk beristirahat, selain untuk mengembalikan kekuatan otot, juga untuk meregenerasi otot-otot yang telah dirusak selama latihan, sehingga terbentuk otot baru yang memiliki kualitas yang lebih bagus dari sebelumnya.

Berlatih merupakan kewajiban bagi seorang, setidaknya dua kali sehari. Runinitas ini berdampak kepada atlet baik fisiologis maupun psiologis. Disini dituntut suatu pengaturan keseimbangan antara latihan , gaya hidup dan istirahat dari seorang atlet. Faktor pemulihan sangat penting terhadap keberhasilan atlet. Karena pemulihan berkaitan dengan pembentukan cadangan energi dan kesegaran otot untuk mengadapi suatu pertandingan.

Pengembangan teknik recovery pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan adaptasi atlet terhadap stress fisik maupun mental baik pada fase kompetisi maupun latihan Murray, 2007. Rajan, dkk, 2011. Dalam Alim, dkk, 2012.

Loading – recovery merupakan titik kunci dari proses latihan. Selain istirahat murni dengan pemuliahan pasif, beberapa strategi dan metode telah diusulkan bagi olahragawan untuk meningkatkan pemulihan fungsi otot setelah latihan maupun kompetisi (Hartono, 2012).

Optimalisasi masa recovery sejalan dengan kajian teoritik yang menyatakan bahwa pengkondisian fisiologis atlet tidak hanya dilakukan pada masa latihan tapi juga pada masa recovery latihan, masa pertandingan, dan masa recovery antara pertandingan.

Optimalisasi teknik recovery penting untuk dilakukan mengingat kualitas recovery yang baik dapat menurunkan kelelahan baik secara obyektif indeks kelelahan ) maupun subyektif (rating of perceived exertion), meningkatkan adaptasi fisiologis tubuh terhadap latihan fisik serta mengurangi resiko cedera depont, dkk.,2004 dalam (Hartono, 2012).

Pada akhirnya, tantangan kurang optimalnya masa recovery pada saat pertandingan harus dijawab dengan menemukan formulasi strategi recovery yang paling optimal.

Pelatihan yang efektiv memerlukan penanganan yang terus menerus, makna yang permanaen dari recovery. Recovery mempercepat proses. Recovery setelah latihan dan pertandingan untuk mempertahankan kondisi fisik dan psikologis dalam status tertinggi. Maka recovery harus mengikuti kaidah – kaidah sebagai berikut :
  • Pertukaran yang rasional antara kerja dengan fase regenerasi.
  • Kesempatan untuk mengilangakan tekanan social.
  • Membuat suasana tim yang menyenangkan tentang. Percaya, dan pemain yang penuh optimistic.
  • Diet yang rasional dan bervariasi sesuia dengan cabang olahraga dan fase latihan.
  • Istirahat aktif dalam suasana yang menyenangkan aktivitas social yang ringan.
  • Pemantauan yang terus menerus terhadap kondisi kesehatan atlet.
Proses recovery adalah proses multidimensi yang tergantung pada factor intrinsic dan ekstrinsik. Dalam latihan atau masa pertandingan factor pemulihan memegang peranan yang sanagat penting. Dalam hal pengisian atau pemulihan energi memerlukan waktu. Pemulihan atau recovery adalah mengembalikan kondisi tubuh untuk siap untuk melakukan suatu aktivitas berikutnya.

Pemulihan dapat dibagi menjadi tiga yang terdiri dari :
Fungsi Recovery (Istirahat) Pemulihan Dalam Olahraga

Pemulihan Cadangan Energi

Pemulihan cadangan energi dalam tubuh dapat dilakukan dengan adanya fase pemulihan maka sistem energi dapat melakukan pengisian cadangan energi dengan proses metabolisme. untuk bergerak ini tersedia melalui simpanan energi yang terdapat di dalam tubuh yaitu simpanan phosphocreatine (PCr), karbohidrat, lemak dan protein, molekul ATP ini akan dihasilkan melalui metabolism energi yang akan melibatkan beberapa reaksi kimia yang kompleks.

Pengunaan simpanan-simpanan energi tersebut beserta jalur metabolism energi yang akan digunakan menghasilkan molekul ATP ini juga akan bergantung terhadap jenis aktivitas serta intensitas yang dilakukan saat berolahraga (Irawan, 2007).

ATP merupakan satu-satunya sumber energi yang digunakan secara langsung untuk aktivitas kontraksi otot. Di jaringan otot, ATP yang tersedia untuk dapat segera digunakan terbatas dan ATP tidak dapat disimpan. Oleh karena itu ATP harus terus menerus diproduksi (Ervana, 2010).

Penyedian energi dalam tubuh bergantung pada sistem metabolisme yang terjadi di dalam sel otot. Dan energi sebagai penunjang utama untuk bergerak dihasilkan lewat proses metabolisme yang terjadi di otot Sistem energi tubuh sangat penting untuk diketahui , agar kita dapat mengerti batasan- batasan aktivitas fisik.

3 Macam Energi Tubuh

Ada tiga macam energi tubuh :
  1. sistem phosphagen atau ATP – Phosphocreatin, 
  2. sistem glikogen asam laktat atau sistem glikolisis dan
  3. sistem aerobik atau sistem oksidatif (fosforilasi oksidatif). Sistem phosphagen dan sistem glikogen asam laktat dapat berjalan dengan tanpa adanya oksigen, karena itu dikatakan juga sebagai metabolism anaerobik atau sistem anaerobik (Rismayanthi, 2013).
Zat adenosine trifosfat (ATP) memainkan peranan kunci dalam membuat energi. ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di dalam semua sel (Guyton, 2013). Struktur ATP terdiri dari tiga bagian utama: (a) adenine, (b) ribose, (c) tiga buah phosphat, yang ketiganya berikatan bersama- sama. Pembentukan ATP terjadi dengan mengkombinasikan adenosine diphospha (ADP) dan phosphate inorganic (Pi). Reaksi ini membutuhkan sejumlah energi. (Rismayanthi, 2013)

Recovery Aktif

Recovery aktif adalah latihan dengan intensitas rendah atau ringan . pemulihan aktif ( recovery) mengacu pada pemulihan dari latihan menggunakan intensitas kegiatan rendah dengan tujuan untuk pemulihan. Pemulihan aktif membantu membersihkan otot-otot dari asam laktat yang menyebabkan rasa sakit dan kelelahan. Dapat dilakukan dengan aktivitas jogging.

Pemulihan aktif dapat membantu :
  1. Rasa nyeri otot dapat hilang lebih cepat.
  2. Membantu otot memperbaiki jaringan yang rusak.
  3. Meningkatkan pemulihan psikologis / mental.
  4. Meningkatkan relaksasi mental dan fisik (Setiawan, 2011).
  5. Pemulihan aktif atau penurunan panas dengan latihan ringan lebih efisien dalam menambah pemulihan setelah latihan (Bompa, 2009).

Recovery Pasif

Recovery pasif yaitu latihan yang tidak melibatkan aktifitas atau dilakukan duduk diam atau aktifitas istirahat total. Jadi recovery pasif yaitu suatu aktivitas fisik tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang atau tidur). Atau tidak melakukan apapun. Pengaruh pemulihan pasif. Terhadap otot (kelelahan otot) agar dapat pulih kembali seperti semula. Prinsip dari pemulihan pasif hampir sama dengan pemulihan aktif. Mengembalikan lagi kondisi fisik semula (Setiawan, 2011). Tidur adalah teknik utama dalam pemulihan pasif, tidur memiliki peranan sentral dalam membantu pemulihan atlet (Bompa, 2009).

Teknik-Teknik Recovery (Istirahat) Pemulihan

Ada berapa cara atau macam teknik recovery yang dapat dilaksanakan dilapangan pada atlet untuk membantu proses pemulihan dengan teknik Recovery Physiotherapeutic diantaranya adalah sebagai berikut :

Massege

Adalah manifulasi sistematis dari jaringan tubuh yang lembut dan memberikan kemudahan dalam menghilangkan racun sisa proses metabolisme dan sampah yang tersisa akibat kerusakan jaringan. Bisa dilakukan 15 – 20 menit sebelum latihan, setelah pemanasan umum 8 – 10 menit setelah mandi seusai latihan dan 20 – 30 menit atau lebih setelah mandi air panas atau sauna.

Heat atau thertherapy

Sauna memberikan efek pada sistem saraf dan endoktrin serta member pengaruh pada organ dan jaringan otot local. Pemanasan langsung mandi air panas atau steam bath pada suhu 36 derajat celcius selama 8 – 10 menit akan menyebabkan otot lebih rilek.

Cold atau cryotherapy

Adalah teknik di mana peredaman air dingin atau mandi es digunakan untuk mengobati trauma akut dan teknik pemulihan.

Itulah artikel mengenai fungsi recovery (istirahat) pemulihan dalam olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait