Kesiapan dan Ketahanan Mental Atlet dalam Pertandingan

2017-06-15

Kesiapan dan Ketahanan Mental Atlet dalam Pertandingan

Kesiapan dan Ketahanan Mental Atlet dalam Pertandingan. Menghadapi pertandingan, atlet harus memiliki kesiapan mental yang ditunjang juga oleh kesiapan fisik dan keterampilannya. Kesiapan mental dalam olahraga berarti juga kesiapan mental untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam sebuah pertandingan. Kesiapan mental atlet dalam pertandingan harus dipersiapkan jauh-jauh hari pada saat melakukan proses latihan.

Pengertian Kesiapan Mental

Kesiapan mental adalah keadaan mental seseorang dimana sumber-sumber kemampuan jiwanya yaitu akal, kehendak dan emosi, siap untuk melakukan tugas sesuai kemampuannya. Kesiapan mental yang kurang baik akan mengakibatkan seseorang tidak dapat menanggung beban mental yang seharusnya dapat ditanggungnya.

Contoh kesiapan mental seperti misalnya orang dalam keadaan takut atau resah biasanya tidak dapat berpikir dengan tenang dan tidak dapat memusatkan perhatiannya dengan baik, sehingga tidak dapat melakukan tugas sebagaimana mestinya.

Prinsip psiko-fisik sebagai kesatuan yang bersifat organik, maka kondisi mental yang kurang baik akan mempengaruhi kesiapan fisik untuk melakukan tugasnya dengan baik, sehingga individu yang bersangkutan tidak dapat mencapai prestasi yang tinggi.
Kesiapan dan Ketahanan Mental Atlet dalam Pertandingan

Ketahanan Mental Atlet dalam Pertandingan

Selain kesiapan mental menghadapi pertandingan, atlet juga harus dilatih ketahanan mentalnya selama pertandingan. Manfaatnya memiliki ketahanan mental dalam pertandingan adalah supaya atlet mampu mengatasi keadaan tertentu yang membutuhkan mental yang kuat, misalnya : menghadapi cemoohan dan gangguan dari penonton, menghadapi ancaman dari lawan bertanding dsb.

Mengenai kesiapan dan ketahanan mental atlet dalam pertandingan, kedua faktor psikologis dalam sebuah pertandingan sangat erat kaitannya dengan sumber-sumber kemampuan jiwa manusia yaitu kemauan, perasaan dan akal manusia yang bisa mempengaruhi rasa dan kehendak manusia, rasa manusia dapat mempengaruhi akal, rasa manusia dapat mempengaruhi kehendak untuk mendapatkan kepuasan.

Sumber-sumber kemampuan jiwa manusia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, saling mempengaruhi satu sama lain. Selain mempengaruhi antar sumber kemampuan jiwa, terdapat juga saling pengaruh antara kemampuan jiwa dengan proses-proses fisiologis dalam tubuh. Seperti misalkan orang yang sedang marah, maka denyut jantungnya meningkat dari biasanya.

Dengan memiliki kesiapan dan ketahanan mental dalam pertandingan, seorang atlet akan mampu bertahan dalam keadaan tertekan secara jiwa dan menemukan solusi dari permasalahan dalam pertandingan yang sedang dihadapi. Seperti dituntut untuk menang oleh pelatih dan penonton, kesempatan yang harus dilakukan menjadi penentu menang tidaknya pertandingan yang sedang dijalani, dsb.

Itulah artikel mengenai kesiapan dan ketahanan mental atlet dalam pertandingan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait