Mental Training dalam Psikologi Olahraga

2017-06-13

Mental Training dalam Psikologi Olahraga

Mental training dalam psikologi olahraga. Mental training pada zaman sejarah jepang sudah ada dan diberikan sebagai salah satu menu program latihan pembinaan dan pengembangan para "Samurai". Di negeri kita Indonesia, mental training juga sudah banyak dilakukan di padepokan-padepokan pencak silat dengan pola latihan mental yang berbeda-beda. Perbandingan mental training antara dunia barat dengan mental training di Indonesia, maka akan terlihat ciri khas mental training di negara kita seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Ciri Khas Mental Training di Indonesia

  1. Didahului dengan citra diri sebagai seorang ksatria.
  2. Di dunia barat latihan pernapasan oleh ahli di barat pada umumnya dikaitkan dengan program latihan relaksasi. Sedangkan di pencak silat, selain relaksasi lebih mengarah pada pengembangan kemampuan kekuatan mental.
  3. Di samping melatih keterampilan mental seperti konsentrasi, imagery, penguasaan diri dsb. Mental training di Indonesia terutama pencak silat ditambahkan latihan untuk mengembangkan kekuatan mental anggotanya, sehingga akan timbul kekuatan pada diri atau biasa kita sebut "tenaga dalam".
  4. Mental training di dunia pencak silat umumnya mengarah pada pembentukan pribadi manusia (pendewasaan), yaitu pribadi manusia yang ideal yang mampu menghadapi berbagai macam keadaan. Jika level ini sudah dikuasai oleh seseorang, maka biasanya orang tersebut sudah memiliki "konsep diri".
Meskipun yang dicontohkan adalah filosofi mental training dari cabang olahraga pencak silat, tidak menutup kemungkinan untuk cabang olahraga yang lain menerapkan konsep mental training yang terkandung di dalam pencak silat sebagai tujuan untuk mencapai prestasi olahraga yang maksimal.
Mental Training dalam Psikologi Olahraga

Ungkapan beberapa para ahli yang berkaitan dengan ciri khas mental training di Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan pada ciri khas mental training di Indonesia pada paragraf sebelumnya. Level tertinggi yang harus dicapai dari mental training ala Indonesia adalah didapatnya Konsep Diri. Berkaitan dengan konsep diri seorang pakar bernama Backman (1974) mengungkapkan mengenai gambaran ideal diri sendiri (citra diri).

Menurut Backman, gambaran ideal mengenai diri sendiri mengandung 3 macam elemen prinsip yaitu :
  1. Citra tentang penampilan menghadapi orang lain
  2. Citra mengenai penilaian terhadap penampilannya
  3. Semacam perasaan terhadap diri sendiri (seperti rasa bangga, dsb)
Pendapat Backman ini, berkaitan dengan ciri khas mental training Indonesia poin pertama yaitu didahului dengan citra diri seperti seorang ksatria.


Pakar berikutnya yang bernama Donald Felker (1974), mengungkapkan mengenai Konsep Diri sebagai pandangan hidup yang menyeluruh terhadap diri sendiri, seperangkat persepsi yang unik, ide-ide, dan sikap yang berbeda antar individu.

Mental Training Sebuah Kajian dari Psikologi Olahraga

Semakin berkembangnya keilmuan psikologi olahraga dan munculnya konsep mengenai mental training. Maka mental training mulai menarik perhatian para pakar psikologi olahraga untuk mengkajinya. Munculnya perhatian ini, tidak lepas dari diselenggarakannya Olympic Scientific Congress di Seoul pada tahun 1988 yang memiliki tema "New Horizon of Human Movement".

Pada kongres tersebut, ahli psikologi olahraga lebih menyadari pentingnya memberi perlakuan atau treatment mental training pada atlet untuk meningkatkan performanya ketika bertanding dalam sebuah kompetisi atau kejuaraan dalam rangka meraih prestasi olahraga yang maksimal.

Semakin besarnya perhatian para pakar psikologi olahraga untuk mengembankan mental training, maka dibentuklah sebuah asosiasi yang bernama "International Association for Mental Training" disingkat IAMT pada tahun 1989.

Jika merujuk kembali pada ciri khas mental training di Indonesia. Pentingnya mental training dalam sebuah program pembinaan prestasi olahraga, bukan hanya untuk membantu atlet mengeluarkan potensi dirinya secara maksimal dan meraih prestasi yang tinggi. Tetapi, membentuk atlet memiliki pribadi yang unggul dengan berlandaskan pada Konsep Diri atlet yang dicapai melalui proses pembinaan secara menyeleruh, sehingga atlet tersebut siap menghadapi berbagai macam keadaan dalam kehidupannya.

Itulah artikel mengenai mental training dalam psikologi olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait