Pengaruh Olahraga pada Wanita Hamil

2017-06-21

Pengaruh Olahraga pada Wanita Hamil

Pengaruh olahraga pada wanita hamil. Melakukan olahraga pada akhir kehamilan mengakibatkan pematangan porsio lebih cepat, mengatur aktivitas kontraksi uterus yang mempercepat mulainya persalinan dan memperpendek lamanya waktu proses persalinan. Aktivitas olahraga juga memperpendek lamanya fase aktif dalam kala satu proses persalinan sehingga dapat mengurangi komplikasi dalam kelahiran bayi (Clapp, dkk., 2002; Abdulla and Abdulla, 2004). Selain itu, olahraga yang dilakukan meningkatkan volume dan berat plasenta. Perubahan plasenta ini mempengaruhi sirkulasi uteroplasenta menjadi lebih baik yang berefek pada kesejahteraan janin intrauterin semakin baik karena nutrisi dan oksigenasi janin meningkat ( Clapp, 2003).

Pentingnya Olahraga bagi Wanita Hamil

Olahraga sangat penting bagi wanita hamil mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Tergantung pada jenis dan lamanya olahraga yang dilakukan, hal ini merangsang fungsi neuroendokrin untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan oleh tubuh. Aktivitas olahraga sedang atau submaximal exercise yang menyebabkan suhu badan meningkat diduga merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan pruduksi hormon prolaktin (PRL) dan penurunan produksi growth hormon ( Vigas, dkk., 2000).

Pada masa kehamilan terjadi perubahan-perubahan anatomis dan fisiologis yang berpengaruh terhadap gangguan muskuloskeletal, hal ini menyebabkan timbulnya keluhan-keluhan sendi terutama sendi lutut dan sendi di daerah panggul. Keluhan muskuloskeletal juga bisa timbul karena adanya peningkatan produksi hormon terutama hormon estrogen dan relaksin yang mengganggu cairan pada persendian (Artal and Toole, 2003). Keluhan nyeri sendi ini dapat hilang dengan melakukan olahraga yang bertahap atau sedikit demi sedikit sampai tahapan yang dianjurkan tercapai dan diharapkan keluhan-keluhan sendi akan hilang. Selain itu aktivitas olahraga yang dilakukan akan meningkatkan aktivitas saraf simpatik menyebabkan peningkatan aliran darah uterus yang sangat berguna untuk pertumbuhan janin intrauterin (O'Hagan and Alberts, 2003).

Apabila olahraga dilakukan pada umur kehamilan midtrimester dan akhir kehamilan meningkatkan kadar serum erithropoietin dan peningkatan ini lebih jelas terlihat bila pemeriksaan serum erithropoietin dilakukan segera setelah dilakukan aktivitas olahraga (Clapp, 2003).

U.S. Department of Health and Human Services (2008), menganjurkan kepada wanita hamil melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang (moderate-intensity physical activity) sangat bermanfaat karena melakukan aktivitas fisik ini akan meningkatkan kesehatan kardiorespiratori. Selain itu berdasarkan penilitian olah para ilmuan ditemukan aktvitas fisik moderat yang dilakukan oleh wanita hamil tidak akan meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau. abortus, bayi low birth weight dan persalinan preterm. Juga diduga bahwa aktivitas fisik akan mengurangi terjadinya komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia), diabetes mellitus dalam kehamilan dan mengurangi lamanya waktu proses persalinan.

Walaupun demikian perlu diperhatikan berat ringannya dan kontuinitas aktivtitas olahraga yang diberikan karena terlalu beratnya beban fisik yang diberikan pada kehamilan kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya persalinan preterm, ini terbukti wanita hamil yang melakukan pekerjaan berat seperti ketika wanita tersebut tidak hamil, selama 3 jam atau lebih, menyebabkan peningkatan terjadinya persalinan preterm dibandingkan yang tidak melakukan pekerjaan yang lama (Croteau, dkk., 2007). Sebagai pedoman untuk melakukan aktivitas fisik, U.S. Department of Health and Human Services (2008), membaginya dalam Tabel 1 di bawah ini :
Pengaruh Olahraga pada Wanita Hamil
Warner (2009), mengemukakan bahwa untuk mengukur berat ringannya aktivitas fisik diukur dengan menghitung jumlah langkah kaki yang dilakukan oleh seseorang. Bila seseorang dapat melangkah sebanyak 100 kali permenit atau 3000 langkah selama 30 menit itu digolongkan dalam olahraga sedang (moderate exercise). Sedangkan US Department of Health and Human Services (2008), seperti tabel di atas menganjurkan bahwa olahraga sedang bila melakukan kegiatan selama 150 menit per minggu untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Jenis Olahraga untuk Wanita Hamil

Olahraga yang biasa dilakukan pada masa hamil adalah a) jalan santai, dan b) senam hamil. Senam hamil biasanya bisa mulai diberikan setelah keluhan-keluhan yang biasa timbul pada periode kehamilan muda seperti mual sampai muntah, tidak ada perdarahan dalam kehamilan atau kehamilan sudah memasuki mid trimester, yaitu sekitar usia 20 minggu kehamilan, karena pada usia kehamilan ini plasenta telah terbentuk sempurna sehingga kemungkinan untuk terjadinya ancaman keguguran lebih kecil (Cunningham, dkk., 2005).

Olahraga sedang yang dilakukan pada wanita hamil trimester ketiga juga akan mempengaruhi kekuatan otot-otot dasar panggul, sehingga hal ini akan memberikan hasil persalinan yang lebih baik pada wanita hamil dibandingkan dengan yang tidak melakukan latihan olahraga pada waktu hamil.

Olahraga sedang atau senam hamil yang dilakukan oleh wanita hamil memberikan keuntungan sebagai berikut (Weiss, dkk., 2004):
  1. Mengurangi keluhan-keluhan fisik.
  2. Menurunkan berat badan ibu hamil.
  3. Waktu proses persalinan menjadi lebih pendek. 
  4. Menurunkan komplikasi selama proses persalinan.
  5. Pemulihan selama postpartum menjadi lebih cepat.
  6. Menurunnya berat badan pada postpartum lebih cepat.
Masa kehamilan pasti akan membawa perubahan fisik maupun mental. Perubahan fisik yang terjadi bahkan kadang memberikan ketidaknyamanan bagi ibu seperti sakit pada punggung, pegal-pegal pada kaki dan lain sebagainya. Untuk menghilangkan keluhan-keluhan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada baiknya ibu mempersiapkan segala hal yang bisa membantu selama masa hamil serta saat proses melahirkan, salah satunya adalah dengan melakukan Senam Hamil Metode Pilates (SHMP).

Senam Hamil Metode Pilates (SHMP)

Senam dengan metode yang diciptakan oleh Joseph Pilates ini sebenarnya terdiri dari 34 gerakan dasar, dengan melakukan gerakan-gerakan ini, maka diharapkan akan terjadi sebagai berikut (Evariny, 2009) :
  1. Membantu proses kelahiran dengan cara menguatkan otot yang terkait. 
  2. Membantu meningkatkan stamina. 
  3. Membentuk dan mempertahakan postur tubuh agar tulang belakang terhindar dari sakit. 
  4. Mencapai relaksasi untuk mendapatkan pola tidur yang baik serta meningkatkan energi. 
  5. Melancarkan sirkulasi darah dan mencegah keram serta varises di kaki. 
  6. Melatih pernafasan (salah satu hal yang harus di kuasai ibu hamil). 
  7. Membantu proses pemulihan pasca persalinan lebih cepat.

Tujuan Senam Hamil

Selain untuk menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan (Artal and Toole, 2003; Wadsworth, 2007). Berikut beberapa tujuan senam hamil:
  1. Menguasai teknik pernapasan; latihan pernapasan sangat bermanfaat untuk mendapatkan oksigen, sedangkan teknik pernapasan dilatih agar ibu siap menghadapi persalinan;
  2. Memperkuat elastisitas otot; memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, sehingga dapat mencegah atau mengatasi keluhan nyeri di bokong, di perut bagian bawah dan keluhan wasir;
  3. Mengurangi keluhan; melatih sikap tubuh selama hamil sehingga mengurangi keluhan yang timbul akibat perubahan bentuk tubuh;
  4. Melatih relaksasi; proses relaksasi akan sempurna dengan melakukan latihan kontraksi dan relaksasi yang diperlukan untuk mengatasi ketegangan atau rasa sakit saat proses persalinan; dan
  5. Menghindari kesulitan; senam ini membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan, serta menjaga ibu dan bayi sehat setelah melahirkan.
Nah itulah artikel mengenai pengaruh olahraga pada wanita hamil. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait