Terapi dalam Cedera Olahraga

2017-06-12

Terapi dalam Cedera Olahraga

Terapi Dalam Cedera Olahraga. Terapi dalam olahraga merupakan upaya penyembuhan dan bukan pengobatan, karena dalam pelaksanaannya terapi dalam rehabilitasi tidak menggunakan obat-obatan, namun melalui latihan dan pemanfaatan alam sebagai sarana penyembuhan. Dari makna diatas dapat didefinisikan bahwa terapi adalah sebagai suatu usaha penyembuhan yang dilakukan secara terprogram dan sistematis melalui suatu proses identifikasi, analisis, diagnosis, penyusunan layanan dan evaluasi serta tindak lanjut sebagai rekomendasi layanan.

Kegunaan Terapi dalam Cedera Olahraga

Kegunaan terapi dalam cedera olahraga menurut terapi kedokteran olahraga, ada 7 macam, (Susan J. G yang dialih bahasakan oleh Anton C, W, 2001 : 334-335):
  1. Pelepasan miofasial adalah pijatan yang dalam, pada suatu daerah dengan tujuan untuk membebaskan lapisan jaringan dari pembatasan gerak, dengan mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan penyatuan fungsi jaringan.,
  2. Lepas beban adalah suatu metode meringankan sebagian dari berat badan pasien (dengan bantuan katrol atai dengan air) untuk mengurangi impaksi pada suatu daerah tertentu selama latihan, dengan membuat pasien tersebut berlatih dalam parameter- parameter pembatasan tenggungan berat beban, 
  3. Peregangan dilakukan baik dalam bentuk dinamik maupun static antara lain; 
    1. pasif yaitu hanya menggunakan gaya eksternal, aktif di bantu menggunakan kombinasi gaya eksternal dan internal, 
    2. aktif yaitu hanya menggunakan tenaga yang diberikan oleh orang itu sendiri, 
    3. fasilitasi neuromuscular prorioseptif (PNF) dimana antagonis otot diaktifkan, kemudian peregangan pasif terjadi,
  4. Penguatan adalah suatu program kontraksi otot yang meliputi;
    • konsentrik adalah suatu kontraksi pemendek,
    • eksentrik adalah suatu kontraksi pemanjang,
    • isometrik adalah mengaktifkan otot tanpa pergerakan,
    • isotonik adalah memindahkan beban yang sama dengan kontrkasi otot,
    • isokinetik adalah memindahkan berbagai beban dengan kontraksi otot pada kecepatan yang sama,
  5. Proprioseptif adalah latihan yang meningkatkan perasaan posisi tanpa input visual untuk meningkatka fungsi sendi,
  6. Terapi manual artikulasi adalah suatu teknik osilasi ritmik yang diterapkan pada suatu sendi yang mencoba mengembalikan mekanisme netral pada sendi itu antara lain;
    • tenaga otot yaitu pasien mengerahkan gaya dengan mengaktifkan otot yang digunakan oleh juru pulih untuk mempengaruhi struktur tulang tempat lekat otot tersebut,
    • kecepatan-tinggi/amplitudo rendah yaitu daya tolak cepat namun bertenaga yang diberikan secara eksternal oleh juru pulih dimana digunakan dengan berhati-hati, terutama pada pasien tua dan renta, 
  7. Terapi alternatif antara lain, 
    • pilates adalah latihan yang meningkatkan gerakan ritmik melalui kekuatan berbasis proksimal, fleksibilitas dan koordinasi,
    • feldenkrais yaitu pemakaian gerakan untuk meningkatkan kewaspadaan kinestetik, mampu melakukan gerakan yang lebih baik dan lebih aman,
    • teknik alexander yaitu berpusat pada kewaspadaan kinetik, terutama pada kepala dan leher, untuk memperbaiki postur selama pergerakan,
    • terapi latihan air yaitu peniadaan beban melalui pembenaman dalam air, yang dapat membuat tingkat peniadaan beban lebih besar daripada terapi yang berbasis tanah,
    • pitometrics yaitu aktivitas dengan menggunakan kontraksi otot eksentrik yang cepat untuk memudahkan kontraksi konsentrik yang lebih bertenaga,
    • pengerasan usaha yaitu terapi yang dirancang untuk mengembalikan pekerja pada lingkungan pekerjaannya dalam bentuk yang aman dan efisien,
    • aktivitas rantai kinetik terbuka yaitu aspek distal dari anggota gerak yang dilatih tidak menanggung berat,
    • aktivitas rantai kinetik tertutup adalah aspek distal dari anggota gerak yang menanggung berat selama latihan, lebih berbasis fungsional dari pada aktivitas rantai kinetik terbuka.
Terapi Dalam Cedera Olahraga

Manfaat Memahami Kegunaan Terapi dalam Cedera Olahraga

Mengerti akan kegunaan terapi, membantu sekali dalam proses sebelum dilakukannya penanganan pasien yang akan di terapi, seperti halnya pemilihan jenis terapi yang sesuai dengan keluhan yang dialami pasien tersebut.

Jenis terapi dalam rehabilitasi yang dapat menangani gangguan pada individu meliputi:
  1. Masase adalah terapi yang diberikan melalui pijatan yang terdiri dari segmen masase, sport masase
  2. Hidro terapi adalah penyembuhan dengan tenaga air, baik air dingin maupun air panas sebagai kompres, bisa juga melakukan kegiatan renang, atau air yang berputar
  3. Termo terapi adalah penggunaan air panas, kompres panas, atau air dingin guna memberikan stimulasi pada kondisi pembengkakan, dan mengurangi rasa nyeri pada otot
  4. Elektro terapi adalah terapi memanfaatkan tenaga terapi listrik yaitu : fibrasi, infra red, stimulasi elektro.
Adapun pemilihan macam terapi dan teknik terapi sangat penting diperhatikan dalam penanganan cedera olahraga baik cedera ringan, sedang maupun berat, serta mengingat indikasi dan kontra indiksi yang akan terjadi pada penangan cedera tersebut.

Itulah artikel mengenai terapi dalam cedera olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait