Komponen Latihan Terbaru Menurut Para Ahli Olahraga

2017-08-18

Komponen Latihan Terbaru Menurut Para Ahli Olahraga

Komponen latihan terbaru menurut para ahli Olahraga. Artikel kali ini membahas mengenai komponen latihan menurut para ahli olahraga, salah satunya adalah Tudor Bompa. Segala jenis aktivitas fisik dalam latihan olahraga, akan memberikan efek pada aspek anatomi, fisiologi, biokimia, dan psikologis olahragawan. Aktivitas fisik bisa dikatakan latihan jika dilakukan sesuai aturan yang berdasar pada pengertian latihan itu sendiri. Mengenai pengertian latihan dalam olahraga sudah diposting pada artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian Latihan Terbaru Menurut Para Ahli.

Latihan dalam olahraga adalah sebuah proses yang di dalamnya terdiri dari berbagai macam komponen yang harus disusun dan dilaksanakan seperti: durasi, jarak, frekuensi, jumlah, ulangan, pembebanan, irama melakukan, intensitas, volume, pemberian waktu istirahat, dan densitas. Oleh sebab itu, ketika penyusunan dan perencanaan sebuah proses latihan, seorang pelatih wajib memahami dan menerapkan komponen latihan pada program latihannya.
Komponen Latihan Terbaru Menurut Para Ahli Olahraga

4 Komponen Latihan Menurut Ahli Olahraga Tudor Bompa

Semua komponen latihan harus benar-benar dipahami oleh pelatih, sehingga nanti kemampuan atlet dapat ditingkatkan sesuai dengan kemajuan yang dicapai atlet. Dalam menyusun sebuah proses latihan harus mempertimbangakan semua komponen latihan yang berupa jarak yang ditempuh dan jumlah pengulangan (volume), beban dan kecepatannya (intensitas), frekuensi penampilan (densitas), serta kompleksitas latihannya. Komponen latihan juga penting dalam menentukan dosis dan beban latihan.

Komponen latihan yang harus dipahami menurut Bompa (1994: 1) adalah volume latihan, intensitas latihan, densitas latihan dan kompleksitas latihan.

1. Volume Latihan

Sebagai komponen utama latihan, volume adalah prasyarat yang sangat penting untuk mendapatkan teknik yang tinggi, taktik dan khususnya pencapaian fisik (Bompa, 1994:1). Volume adalah ukuran yang menunjukkan kuantitas (jumlah) suatu rangsang atau pembebanan. Menurut Bompa (1994: 2) volume latihan disebut dengan jangka waktu yang dipakai selama sesion latihan atau durasi yang melibatkan beberapa bagian secara integral yang meliputi: waktu atau jangka waktu yang dipakai dalam latihan, jarak atau jumlah tegangan yang dapat ditanggulangi atau diangkat persatuan waktu, jumlah pengulangan bentuk latihan atau elemen teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. Jadi, diperkirakan bahwa volume terdiri dari jumlah keseluruhan dari kegiatan yang dilakukan dalam latihan. Volume diartikan sebagai jumlah kerja yang dilakukan selama satu kali latihan atau selama fase latihan.

Peningkatan volume latihan merupakan puncak latihan dari semua cabang olahraga yang memiliki komponen aerobik, hal yang sama terjadi juga pada cabang olahraga yang menuntut kesempurnaan teknik atau keterampilan taktik (Bompa, 1994: 2). Adapun dalam proses latihan cara yang digunakan untuk meningkatkan volume latihan dapat dilakukan dengan cara menambah berat, memperlambat, mempercepat, atau memperbanyak latihan itu sendiri. Apabila volume latihan telah mencukupi, maka lebih bijaksana untuk meningkatkan jumlah satuan latihan daripada menambah volume kerjanya.

2. Intensitas Latihan

Menurut Bompa (1994: 4) intensitas latihan adalah fungsi dari kekuatan rangsangan syaraf yang dilakukan dalam latihan dan kekuatan rangsangan tergantung dari beban kecepatan gerakannya, variasi interval atau istirahat diantara tiap ulangannya. Elemen yang tidak kalah penting adalah tekanan kejiwaan sewaktu latihan. Jadi, intensitas tidak semata-mata diukur dari usaha yang dilakukan oleh otot saja, tetapi juga pengeluaran tenaga pada syaraf selama melakukan latihan.
Baca Juga => 6 Latihan Core Exercise untuk Melatih Otot Perut Menjadi Langsing
Bompa (1994: 5) mengatakan, tingkat intensitas dapat diukur sesuai dengan jenis latihannya. Untuk latihan yang melibatkan kecepatan diukur dalam meter per detik tentang rata-rata gerakan yang dilakukan untuk setiap menitnya. Intensitas kegiatan yang dipakai untuk melawan tahanan, dapat diukur dalam kg atau kgm (satu kg diangkat setinggi 1 meter melawan gaya berat), sedangkan untuk olahraga beregu, ritme permainan dapat membantu untuk mengukur intensitasnya. Intensitas latihan berbeda satu sama lain tergantung dari kekhususan cabang olahraga yang bersangkutan.

3. Densitas Latihan

Densitas latihan adalah ukuran yang menunjukkan padatnya waktu perangsangan (lamanya pembebanan). Padat atau tidaknya waktu perangsangan (densitas) ini sangat dipengaruhi oleh lamanya pemberian waktu recovery dan interval. Semakin pendek waktu recovery dan interval yang diberikan, maka densitas latihannya semakin tinggi (padat), sebaliknya semakin lama waktu recovery dan interval yang diberikan, maka densitas latihannya semakin rendah (kurang padat).

Sebagai contoh waktu latihan (durasi) selama 3 jam dalam satu kali tatap muka, densitas latihannya (waktu efektifnya) dapat hanya berlangsung selama 1 jam 30 menit karena dikurangi total waktu recovery dan interval yang lama, sehingga dapat dikatakan densitas latihannya menjadi berkurang (rendah).

4. Kompleksitas Latihan

Kompleksitas latihan dikaitkan kepada kerumitan bentuk latihan yang dilaksanakan dalam latihan (Bompa,1994: 28). Kompleksitas dari suatu keterampilan membutuhkan koordinasi, dapat menjadi penyebab yang penting dalam menambah intensitas latihan. Keterampilan teknik yang rumit atau sulit, mungkin akan menimbulkan permasalahan dan akhirnya akan menyebabkan tekanan tambahan terhadap otot, khususnya selama tahap dimana koordinasi syaraf otot berada dalam keadaan lemah. Semakin sulit bentuk latihan semakin besar juga perbedaan individual serta efisiensi mekanismenya.
Baca Juga:
=> Prinsip-prinsip latihan terbaru menurut para ahli
=> Melatih Keseimbangan dengan Latihan Core Stability Exercise
Dengan memahami 4 komponen latihan menurut ahli olahraga yang sudah dijelaskan, maka kita bisa menentukan dosis latihan untuk atlet yang sedang dibina. Seorang pelatih, harus benar-benar memiliki catatan mengenai progres pencapaian atlet binaannya. 4 komponen latihan ini, harus benar-benar menjadi patokan dalam penentuan dosis latihan.

Itulah artikel mengenai komponen latihan terbaru menurut para ahli olahraga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

Artikel Terkait