Prinsip-prinsip Latihan Terbaru Menurut Para Ahli

2017-08-16

Prinsip-prinsip Latihan Terbaru Menurut Para Ahli

Prinsip-prinsip Latihan Terbaru Menurut Para Ahli. Perkembangan keilmuan berkembang secara pesat. Seperti halnya dalam ilmu keolahragaan, yang di dalamnya terdapat ilmu kepelatihan. Pada artikel sebelumnya sudah diungkap mengenai pengertian latihan terbaru menurut para ahli. Artikel kali ini, akan membahas prinsip-prinsip latihan terbaru menurut para ahli yang diungkap pada tahun 2000-an. Konsep prinsip latihan ini diungkap oleh Djoko Pekik dalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar latihan kebugaran.

Prinsip latihan merupakan sebuah pedoman yang harus diikuti, dilakukan atau dihindari supaya tujuan latihan bisa tercapai sesuai dengan target yang ingin dicapai. Prinsip-prinsip latihan memiliki peranan yang penting pada aspek fisiologis dan psikologis olahragawan. Dengan memahami prinsip latihan terbaru yang diungkap para ahli, kita bisa mengetahui patokan yang harus dilalui oleh seorang olahragawan ketika ingin menjalani sebuah proses latihan.
Prinsip-prinsip Latihan Terbaru Menurut Para Ahli

10 Prinsip Latihan Terbaru Menurut Ahli

Prinsip-prinsip yang mendasar dalam latihan menurut Djoko Pekik (2000: 19) ada 10 macam, yang bisa kita jadikan pedoman dalam menjalani sebuah proses latihan.

a. Pilih latihan yang efektif dan aman

Latihan-latihan yang dipilih haruslah mampu untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan aman, artinya latihan yang dipilih dapat mencapai tujuan lebih cepat dan aman, bukan seperti fakta yang ada, yakni program yang ditawarkan dapat lebih cepat mencapai tujuan tetapi kurang aman atau sebaliknya aman tetapi tidak efektif/kurang cepat, sehingga yang menjalani akan merasakan kejemuan atau kebosanan.

b. Kombinasi latihan dan pola hidup

Untuk mencapai tujuan latihan secara optimal disarankan jangan hanya melihat latihannya saja tetapi juga pola hidup atau kebiasaannya, yakni dalam hal pengaturan makan dan istirahatnya. Kombinasi latihan, pengaturan makan, dan istirahat akan sangat mempengaruhi keberhasilan latihan.

c. Latihan harus mempunyai sasaran atau tujuan yang jelas

Konsep awal latihan harus sudah ditentukan untuk mengetahui tujuan yang akan dicapai dan pola latihan apa yang akan digunakan.

d. Pembebanan harus overload (beban lebih) dan progressif (meningkat)

Pembebanan dalam latihan harus lebih berat dibanding aktifitas sehari-hari dan ditingkatkan secara bertahap sehingga mampu memberikan peningkatan yang berarti pada fungsi tubuh.

e. Latihan bersifat specific (khusus) dan individual

Model latihan yang dipilih harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dipakai, bersifat khusus dan tidak boleh disamakan antara satu orang dengan lainnya.

f. Reversible (kembali asal)

Tingkat kebugaran yang telah dicapai seseorang akan berangsurangsur turun bahkan bisa hilang sama sekali, jika latihan tidak dikerjakan secara teratur dan terus menerus sepanjang tahun dengan takaran dan dosis yang tepat.

g. Tidak memaksakan kemampuan dan ketahanan

Program latihan harus diukur sesuai batas kemampuan dan tidak boleh dipaksakan, maka itu sebelum latihan beban dilakukan pengukuran kemampuan angkatan.

h. Continuitas (terus dan berkelanjutan)

Latihan sebaiknya dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan sehingga minimal mempunyai fungsi mempertahankan kondisi kebugaran agar tidak menurun dan malah bisa untuk meningkatkan tingkat kebugaran secara optimal.

i. Hindari cara yang salah dan merugikan

Jangan latihan dengan cara yang salah dan tidak berkonsep. Karena latihan yang salah akan merugikan dan berdampak buruk pada hasil latihan. Dalam hal ini bisa di contohkan seseorang yang berlatih menggunakan alat beban haruslah tahu cara dan fungsi alat yang dipakainya, caranya menggunakan/menggerakkan latihannya dan pengaturan nafas saat menggunakan alat tersebut. Jangan sampai salah menggunakannya, yang akan berakibat fatal di kemudian hari.

j. Lakukan latihan dengan urutan yang benar

Tahapan latihan merupakan rangkaian dari proses berlatih dalam satu sesi latihan dan harus urut mulai dari warming-up, latihan inti, dan coling-down. Jangan lakukan latihan sebelum pemanasan, karena fungsi pemanasan sangat penting dalam hal mempersiapkan hormon-hormon dan anggota tubuh untuk latihan.

Dalam mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip latihan harus hati-hati serta memerlukan ketelitian, ketepatan dalam penyusunan dan pelaksanaan program. Pada dasarnya latihan olahraga adalah merusak, tetapi proses perusakan yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mengubah dan menumbuhkan kualitas yang lebih baik, dengan syarat pelaksanaan latihan harus mengacu dan berpedoman pada prinsip-prinsip latihan (Sukadiyanto, 2011: 13).

Dengan demikian agar latihan dapat bermanfaat dan mencapai tujuan yang ingin diharapkan dalam suatu proses latihan, maka perlu memperhatikan dan menaati prinsip-prinsip latihan diatas.

Itulah artikel mengenai prinsip-prinsip latihan terbaru menurut para ahli. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dunia olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

Artikel Terkait